Bolehkan Seks Oral Saat Istri Hamil? Ini Risikonya

doktersehat-kehamilan-mengecat-rambut-berbahaya

DokterSehat.Com – Melakukan hubungan seks saat sedang hamil tentu tidak dilarang, kecuali pada trimester pertama harus lebih berhati-hati. Pada trimester akhir kehamilan, aktivitas ini justru direkomendasikan karena bisa membantu wanita saat melahirkan. Aktivitas seks dianggap memberi jalan bayi agar keluar dengan lancar.

Aktivitas seks yang melibatkan alat kelamin yaitu vagina dan penis boleh dilakukan. Nah, bagaimana dengan  seks oral, bolehkan dilakukan saat pasangan sedang hamil? Berikut ulasan selengkapnya.

Oral seks untuk wanita

Oral seks pada wanita memang tidak disarankan dilakukan saat mereka hamil. Pertama, vagina cenderung lebih basah dan sering mengeluarkan cairan. Kondisi ini bisa saja membuat pria jadi jijik karena vagina kerap berbau tidak sedap.

Selanjutnya, pria yang melakukan seks oral pada wanita juga dilarang meniupkan udara. Kalau ini dilakukan, bisa berisiko mengalami gangguan yang disebut embolism.

Oral seks untuk pria

Sedang hamil atau tidak, seks oral tetap saja berbahaya untuk wanita kalau pasangannya tidak sehat. Kalau pria yang menjadi pasangan memiliki penyakit menular seksual, wanita bisa tertular dan mengganggu perkembangan janin yang sedang tumbuh.

Selanjutnya, pria juga disarankan untuk menggunakan kondom saat dioral. Hal ini untuk menghindari penularan penyakit dari cairan precum atau manis yang keluar dan tidak sengaja ditelan oleh wanita.

Komunikasi saat berhubungan badan

Seks mungkin bisa dilakukan, tapi tidak semua wanita bisa melakukannya dengan perut yang membesar. Untuk itu, pasangan harus sering berkomunikasi untuk mencoba berbagai jenis seks yang aman.

Selain itu, pasangan juga bisa mencoba hal-hal baru dan tidak berfokus pada seks vaginal dan oral yang umum dilakukan. Misal, wanita menggunakan sex toy untuk memuaskan suaminya meski tidak terlibat secara fisik.

Memberikan atau menerima seks oral pada wanita bisa dilakukan saat hamil. Namun, akan lebih baik kalau dihindari terlebih dahulu agar risiko merugikannya bisa dihindari.