Bolehkah Minum Susu Setelah Konsumsi Obat?

Doktersehat-minum-susu-setelah-minum-obat
Photo Credit: Flickr.com/4s Milk

DokterSehat.Com – Susu adalah satu minuman yang memiliki beragam nutrisi yang baik untuk tubuh. Sering kali susu dianjurkan ketika Anda jatuh sakit, cara ini adalah upaya untuk mempercepat proses penyembuhan. Akan tetapi, bolehkah minum susu setelah minum obat?

Menurut pakar kesehatan dr. Marudut, MPS, dari Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), minum susu dengan waktu yang berdekatan dengan minum obat ternyata tidak baik bagi kesehatan. Jika Anda tetap memiliki keinginan minum susu setelah minum obat, dr. Marudut menyarankan untuk memberikan jarak minum obat dan susu setidaknya 2 jam.

Dengan memberikan jeda waktu ini, lambung diberi waktu untuk mencerna salah satunya terlebih dahulu sehingga Anda tidak akan mendapatkan efek samping dari interaksi antara obat dan susu.

baca juga: Benarkah Soda Susu Bisa Membersihkan Paru-Paru?

Meski begitu, hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan seperti apa reaksi obat andai terkena susu di saluran pencernaan. Bisa jadi reaksinya juga akan bermacam-macam mengingat setiap obat tentu terbuat dari bahan kimia yang berbeda-beda.

Satu hal penting yang dikhawatirkan adalah reaksi ini bisa menurunkan kemampuan obat dalam mengatasi penyakit atau bahkan menyebabkan masalah kesehatan lain bagi tubuh.

Perlu diwaspadai, minum obat penambah darah bersaman dengan konsumsi susu adalah sesuatu yang berbahaya. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar zat besi pada obat penambah darah.

Padahal, di dalam susu terdapat kalsium dengan kadar yang sangat tinggi. Jika kedua zat ini bertemu, kalsium tentu akan mengalahkan zat besi sehingga obat ini tidak lagi berguna.

Dokter Marudut menyarankan untuk meminum obat dengan air puyih, tidak dengan air jenis lainnya karena air putih memiliki sifat yang netral dan tidak akan memengaruhi kinerja obat. Dengan obat yang bekerja dengan baik, Anda pun akan lebih cepat mendapatkan kesembuhan.

Berikut ini adalah beberapa obat yang tidak dianjurkan dikonsumsi dengan susu karena bahan yang terkandung di dalam susu dapat menghambat kerja obat yang dikonsumsi. Maka dari itu minum susu setelah minum obat tidak disarankan.

Inilah obat-obatan yang tidak disarankan dikonsumsi dengan susu, di antaranya:

  • Obat-obatan antibiotik golongan kuinolon, seperti ciprofloxacin, levoflaxcin, moxilfloxacin. Obat-obatan ini tidak bisa dikonsumsi dengan produk olahan susu seperti susu dan yogurt atau jus yang diperkaya dengan kalsium. Walau demikian, ciprofloxacin bisa dikonsumsi dengan makanan yang mengandung kalsium.
  • Obat antikejang atau antiepilepsi, seperti fenitoin. Obat antikejang akan mengganggu metabolisme vitamin D dan kalsium yang terkandung dalam susu. Demikian juga efek dari kalsium dan vitamin D yang mungkin bisa menetralkan efek dari obat antikejang tersebut. Konsultasikan dengan dokter tentang konsumsi susu, suplemen kalsium dan vitamin D bila sedang berada dalam perawatan antiepilepsi jangka panjang.
  • Obat antibiotik ini tidak bisa diminum dengan susu karena kalsium dalam susu mengikat antibiotik sehingga tidak bisa diserap usus.

baca juga: Efek Negatif Susu Berprotein Tinggi pada Pria

Lalu, apakah minum susu setelah minum obat selalu tidak aman?

Tidak semua minum susu setelah minum obat dapat dianggap berbahaya. Ternyata minum obat setelah minum susu juga berguna untuk mengurangi efek samping mual, muntah, gangguan lambung serta memastikan obat dapat terserap ke saluran darah secara semestinya. Obat-obatan yang dianjurkan dikonsumsi dengan susu, antara lain:

  • Obat kortikosteroid, yaitu prednison dan hidrokortison yang dapat meningkatkan pembuangan kalium dan kalsium dari tubuh. Obat ini sebaiknya dikonsumsi dengan susu yang sarat kalium dan kalsium untuk mengatasi kekurangan kedua mineral ini.
  • Obat-obatan anti-inflamasi nonsteroid. Sebagian obat-obatan ini bisa dibeli secara bebas, seperti aspirin, diklofenak, ibuprofen dan naproksen. Jika penggunaan mengganggu atau mengiritasi lambung, disarankan untuk dikonsumsi dengan makanan dan susu.