Bolehkah Pijat Tubuh Setelah Melahirkan?

pijat-saat-demam-doktersehat
Photo Credit: TijsB

DokterSehat.Com– Usai menjalani proses persalinan yang menguras tenaga, tentu para ibu ingin mengembalikan tenaga yang hilang. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah dengan melakukan pijat atau urut. Namun, bolehkah melakukan pijat usai melahirkan dan bagian mana saja yang boleh dipijat?.

Para ahli menyebutkan bahwa pijat setelah melahirkan boleh saja dilakukan asal dengan baik dan benar. Beberapa manfaat dari pemijatan pada ibu setelah melahirkan antara lain dapat membantu relaksasi, mengurangi stres, mengurangi nyeri tubuh, membantu menyeimbangkan hormon tubuh dan meningkatkan produksi ASI. Selain itu pijat juga dapat meredakan trauma pada dasar panggul, otot abdomen yang meregang dan memperbaiki postur tubuh.

Bagian tubuh ibu yang bisa segera dipijat usai proses persalinan antara lain tangan, kaki dan kepala. Sedangkan untuk perut, hendaknya dilakukan setelah 40 hari pascamelahirkan. Namun jika ibu melakukan persalinan caesar, tidak disarankan untuk memijat perut atau daerah yang luka selama 3-4 bulan pertama pascamelahirkan. Sebaiknya pemijatan dilakukan saat luka sudah mulai kering atau mengikuti saran dokter kepercayaan Anda.

Jika Anda merasa lelah, maka jangan ragu untuk bicarakan pada pasangan atau keluarga Anda bahwa Anda sedang butuh waktu untuk beristirahat. Bila perlu, sampaikan pada teman dan kerabat bahwa Anda sedang tidak dapat dijenguk karena masih dalam masa pemulihan. Luangkan waktu sejenak bagi diri Anda untuk istrirahat dan merawat diri agar Anda merasa bahagia dan terhindar dari baby blues.

Selain pijat, beberapa perawatan pascamelahirkan yang bisa Anda lakukan antara lain menjaga konsumsi makanan yang tinggi serat seperti sayur-sayuran, buah-buatan, serta banyak minum air putih untuk mengurangi konstipasi dan mencegah wasir. Selain berfungsi untuk asupan energi pada tubuh Anda, makanan sehat ini juga baik untuk ASI bagi si kecil.