Terbit: 23 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Sudah menjadi rahasia umum jika penderita diabetes tidak boleh sembarangan dalam mengonsumsi makanan, khususnya makanan dengan rasa yang manis. Namun, sebuah pertanyaan pun muncul, apakah mereka boleh mengonsumsi selai?

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Selai?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa sebagian besar selai yang dijual di pasaran memiliki kandungan gula yang tinggi, tepatnya mencapai 50 persen. Adanya kandungan gula ini membuat selai memiliki rasa yang manis dan nikmat untuk dikonsumsi sekaligus membuat selai tersebut menjadi lebih awet.

Tubuh penderita diabetes kesulitan untuk memproduksi insulin, hormon yang mengendalikan kadar gula dalam darah. Yang menjadi masalah adalah, kandungan gula di dalam selai seperti nanas dan stroberi sangatlah tinggi sehingga jika sampai mengonsumsinya, maka kadar gula dalam darah bisa melonjak drastis dan memicu komplikasi.

Hanya saja, jika penderita diabetes ingin mengonsumsi selai, selai kacang bisa menjadi pilihan yang jauh lebih aman meskipun tentu saja mereka harus berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter jika ingin mengonsumsinya. Selai kacang memiliki kandungan protein dan lemak sehat. Selain itu, selai kacang juga kaya akan serat yang bisa membuat perut kenyang dalam waktu yang jauh lebih lama.

Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk membatasi asupan selai kacang maksimal hanya dua sendok makan setiap hari. Batasan ini disebabkan oleh adanya kandungan lemak dan kalori di dalam selai kacang. Selain itu, ada baiknya mereka mengombinasikannya dengan bahan-bahan makanan lainnya yang tak kalah sehat dan kaya akan serat seperti buah pisang, roti gandum, apel, dan bahan-bahan lainnya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Akan lebih baik jika selai kacang dibuat sendiri di rumah karena tentu saja memiliki kandungan yang jauh lebih aman jika dibandingkan dengan selai yang dijual di toko-toko.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi