Terbit: 7 Mei 2018 | Diperbarui: 8 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Bagi ibu yang tidak ingin jarak anak yang terlalu jauh dengan adiknya, kadang tidak menunggu jarak terlalu lama untuk menjalani program hamil. Seringnya, saat si kakak sudah berusia sekitar 1-2 tahun, ibu sedang mengandung anak kedua. Akibatnya salah satu pemandangan yang sering terlihat adalah ibu hamil menggendong si kakak yang sedang tumuh aktif. Pertanyannya, amankah bagi ibu hamil untuk menggendong bayi?

Bolehkah Menggendong Anak Saat Hamil?

Bolehkah ibu hamil menggendong bayi?

Menggendong bayi sebenarnya boleh-boleh saja dilakukan ibu hamil. Kadang kala si kakak merasa ingin bermanja dengan ibunya dengan cara digendong. Hal ini dapat membantu mengurangi kecemburuan kakak pada adik yang sedang berada di perut ibunya.

Namun menggendong bayi dapat menjadi berbahaya jika ibu merasa tidak nyaman, apalagi dalam waktu yang lama. Umumnya menggendong bayi di saat hamil dapat memberikan tekanan di bagian punggung bawah karena beban yang besar, terutama jika kehamilan ibu memasuki trimester ketiga. Salah satu efek yang dirasakan setelah menggendong bayi saat hamil adalah pusing, lemas, atau pandangan berkunang-kunang saat berdiri.

Tips menggendong anak saat hamil

Bagi Anda yang ingin menggendong anak saat hamil, jangan mengangkat atau menggendong anak dengan sembarangan. Angkatlah anak dengan berjongkok sebelumnya dengan punggung tetap lurus. Saat mengangkat, bernapaslah dengan mulut untuk memberi tenaga lebih kuat. Yang terpenting hindari menggendong anak secara tiba-tiba saat tubuh belum siap. Jika terjadi hal-hal mendadak yang mengharuskan Anda untuk menggendong si kecil, sebaiknya siapkan dulu postur tubuh Anda untuk menggendong.

Menggendong anak saat hamil memiliki risiko yang sama dengan membawa barang berat saat hamil, yaitu mengalami keguguran atau bayi lahir dengan berat rendah. So, tetap waspada ya Mom!


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi