Terbit: 3 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Nasi merupakan salah satu makanan pokok bagi warga Indonesia. Banyak orang dewasa yang merasa belum kenyang jika belum makan nasi. Hal ini menyebabkan banyak orang tua ingin memberikan nasi untuk anaknya sejak si kecil memasuki usia MPASI. Bolehkah balita di bawah 1 tahun makan nasi?

Bolehkah Memberikan Nasi Sebagai MPASI?

Bolehkah memberikan nasi sebagai MPASI?

Saat mengenalkan makanan padat untuk pertama kalinya pada anak, umumnya orang tua akan mengenalkan buah dan sayur sebagai makanan pertama anak. Selain perlu memerhatikan bahan makanan apa yang akan diberikan pada anak, Anda juga perlu memerhatikan tekstur makanan yang diberikan pada anak.

Selama 6 bulan pertama dalam kehidupan anak ia terbiasa makan makanan cair seperti ASI atau susu formula. Untuk itu ketika pertama kali mengenalkan makanan padat pun perlu perkenalan tekstur yang bertahap mulai dari makanan cair lalu meningkat ke makanan lembek hingga padat.

Nah, untuk memperkenalkan nasi pada bayi, Anda perlu mengenalkannya secara bertahap pula. Nasi, baik dari berasa merah maupun beras putih adalah sumber energi yang baik bagi bayi. Anda bisa memberikannya pada si kecil ketika berusia di atas 7 bulan. Pada usia tersebut bayi umumnya sudah bisa mencerna makanan yang bertekstur lembek seperti bubur nasi.

Memberikan nasi untuk MPASI

Ketika memberikan nasi untuk MPASI, mulailah memberikannya dari tekstur yang kental seperti bubur saring. Hal ini untuk membantu pencernaan si kecil beradaptasi.

Tak perlu khawatir jika anak menolak makan nasi untuk pertama kalinya. Umumnya hal ini disebabkan karena anak masih merasa asing dengan tekstur nasi. Coba lagi memberikannya beberapa saat kemudian atau beberapa hari lagi untuk melihat reaksinya.

Saat memberikan nasi sebagai MPASI, Anda bisa menambahkan potongan protein seperti ikan atau daging yang dimasak hingga lunak, serta potongan sayur yang dimasak lembut. Pastikan bubur nasi yang diberikan sudah benar-benar matang sehingga mudah dikunyah atau dilumatkan oleh si kecil.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi