Terbit: 7 Juli 2021 | Diperbarui: 8 Juli 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Body shaming adalah tindakan mempermalukan seseorang berdasarkan penampilan fisik. Apa dampaknya jika Anda melakukan tindakan ini? Bagaimana cara menghentikan kebiasaan buruk ini? Simak penjelasan selengkapnya.

Body Shaming: Arti, Dampak, Cara Menghentikannya, dll

Apa Itu Body Shaming?

Body shaming adalah tindakan yang membuat seseorang menjadi sasaran kritik atau ejekan karena ketidaksempurnaan bentuk tubuh yang seseorang miliki. Bagi beberapa orang, berbicara soal penampilan fisik adalah sesuatu yang sensitif. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa cara kita menampilkan diri memiliki hubungan langsung dengan siapa diri kita. Penampilan fisik mengacu pada:

  • Berat badan.
  • Bentuk tubuh.
  • Ukuran tubuh.
  • Gaya.
  • Penampilan fisik.
  • Pilihan pakaian.
  • Gaya rambut.
  • Riasan (makeup terlalu banyak atau terlalu sedikit).
  • Dan lainnya.

Meskipun body shaming mengacu pada penampilan fisik seseorang, hal itu juga dapat berdampak negatif pada kondisi mental. Keadaan ini mungkin memaksa seseorang  untuk mempertimbangkan kembali siapa mereka dan bagaimana menampilkan dirinya. Pada akhirnya, hal ini dapat memengaruhi kesejahteraan mental, kesehatan sosial, dan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Ciri-Ciri Pergaulan Sehat, Manfaat, dan Cara Mempertahankannya

Dampak Body Shaming bagi Kesehatan Mental

Beberapa masalah mental yang bisa terjadi apabila seseorang mengalami perundungan, terutama terkait penampilan fisik, antara lain:

  • Kecemasan sosial. Ketika Anda diintimidasi di depan umum, respons alaminya adalah menghindari menempatkan diri dalam situasi tersebut. Hal ini dapat berujung pada mengisolasi diri sendiri dan menghindari interaksi sosial.
  • Depresi. Peningkatan perasaan rendah diri bisa menyebabkan depresi. Selain itu, merasa kesepian dan mengasihani diri sendiri juga dapat berkembang menjadi keadaan depresi
  • Gangguan makan. Timbulnya kebiasaan makan yang tidak sehat karena perasaan kehilangan kendali dan harga diri yang rendah. Selain itu, keadaan ini dapat menyebabkan anoreksia atau bulimia. Seseorang yang memiliki gangguan ini mungkin percaya bahwa mengontrol asupan makanan akan mengubah penampilan dan menghentikan body shaming.

Body Shaming pada Generasi Muda dan Lansia

Kehadiran media sosial yang kuat dalam kehidupan sehari-hari membuat Anda akan dibanjiri dengan gambaran perfeksionisme dalam hal penampilan. Selanjutnya, citra dibentuk melalui umpan balik melalui komentar dan like, baik negatif maupun positif dalam forum terbuka.

Tren selebriti dalam hal diet, olahraga, dan berbusana cenderung membuka jalan bagaimana seseorang harus berpenampilan berdasarkan apa yang dianggap ‘keren’ dan populer menurut permintaan. Saat seseorang tidak mengikuti tren ini, ia dapat dipandang berbeda dan dipermalukan karenanya.

Meski body shaming adalah perilaku yang sering memengaruhi generasi muda karena akses media sosial yang lebih besar, sebenarnya tindakan ini tidak membedakan usia. Perundungan bisa dialami oleh orang-orang dari segala usia, termasuk populasi lansia.

Individu yang lebih tua mengalami emosi yang sama ketika mengalami body shaming seperti yang dialami oleh generasi muda. Namun, mereka mungkin mengalami titik ketidakberdayaan tambahan seperti:

  • Penurunan kemampuan berjalan.
  • Penglihatan buruk.
  • Kebutuhan akan bantuan alat-alat tertentu.
  • Rambut rontok.
  • Kerutan.
  • Kehilangan gigi.

Baca Juga: Mengenal Law of Attraction yang Bermanfaat untuk Kesehatan Mental dan Tubuh

Cara Menghentikan Body Shaming

Penting untuk diketahui, tidak ada seorangpun yang harus merasa malu dengan berat badan, ukuran pakaian, atau bentuk tubuh. Lantas, bagaimana kita mengakhiri perilaku ini—bahkan jika kita tidak menyadari—bahwa kita sendiri adalah bagian dari masalahnya? Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi body shaming, di antaranya:

1. Melawan Stigma

Hingga kini stigma masih dilekatkan pada wanita yang memiliki berat badan berlebih atau terlalu kurus. Apalagi hanya satu dari sepuluh wanita dewasa benar-benar merasa nyaman dengan tubuhnya. Hal itu disebabkan karena sebagian besar pandangan masyarakat umum mengajarkan bahwa wanita yang langsing lebih baik dibanding yang gemuk.

Guna melawan stigma ini, Anda harus berpandangan bahwa setiap orang dengan berbagai ukuran dan bentuk harus sama-sama dihargai. Orang tua dan keluarga pada umumnya dapat memainkan peran penting dalam menyeimbangkan hal-hal negatif dengan contoh-contoh yang positif dan sehat.

2. Memberikan Pujian

Dengan begitu banyak body shaming yang terjadi di dunia dan begitu banyak tekanan untuk memenuhi standar kecantikan yang tidak realistis dan sering kali tidak dapat dicapai, sebenarnya penting bagi seorang perempuan mendapatkan pujian bahwa dirinya cantik.

Tentu saja jangan jadikan pujian itu satu-satunya hal yang Anda fokuskan, berikan pujian lebih dari sekadar penampilan, misalnya, berikan juga pujian untuk kerja kerasnya, kebaikannya, hingga sikapnya.

3. Berterima Kasih pada Semua yang Dilakukan Tubuh

Cobalah untuk berpikir apa yang sudah tubuh lakukan untuk Anda. Menghabiskan waktu untuk memandang tubuh ‘ideal’ membuat Anda tidak bersyukur. Setiap kali Anda memiliki pikiran negatif tentang tubuh, Anda harus menggantinya dengan daftar rasa terima kasih yang sudah tubuh berikan, misalnya, Anda masih bisa diberikan kemampuan untuk bernapas.

Meski hal ini terlihat sederhana, jika Anda rutin melakukannya, dalam beberapa bulan hal tersebut dapat mengubah cara pandang Anda tentang tubuh.

4. Berhenti Berpikiran Negatif

Jika Anda berdiri di depan cermin meratapi pinggul yang terlalu besar dan hal tersebut mengganggu hidup Anda, cobalah untuk menghilangkan perasaan tersebut. Hentikan semua dialog negatif tentang tubuh secara berkelanjutan agar Anda dapat menghentikan pikiran negatif.

5. Temukan Sesuatu yang Anda Suka Tentang Tubuh

Meskipun Anda memiliki citra tubuh yang negatif, temukan sesuatu yang menarik dari tubuh. Misalnya, Anda menyukai gaya rambut baru yang Anda temukan. Selain terkait dengan kondisi fisik, temukan sesuatu nonfisik yang juga membuat Anda mampu merayakan hidup setiap hari.

6. Berhenti Mempermalukan Diri Sendiri

Setiap orang memiliki hari dan waktu yang buruk ketika mereka merasa ingin mengubah sesuatu tentang diri  sendiri. Cobalah untuk menerima siapa Anda daripada menyalahkan diri sendiri karenanya.

Jika Anda berada di sekitar orang-orang yang mengeluh tentang penampilan, alih-alih bergabung, menjauhlah dan lakukan sesuatu yang membuat Anda merasa nyaman dengan diri sendiri.

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. 2021. Body Shaming: Its Affect on Young & Old. https://www.claritychi.com/body-shaming-in-elderly/. (Diakses pada 7 Juli 2021).
  2. Anonim. Help Us Stop Body Shaming in its Tracks. https://www.girlscouts.org/en/raising-girls/happy-and-healthy/happy/body-shaming-girls.html. (Diakses pada 7 Juli 2021).
  3. Anonim. What is body shaming?. https://www.lifeworkscommunity.com/blog/what-is-body-shaming-and-how-can-it-be-stopped. (Diakses pada 7 Juli 2021).
  4. Haupt, Angela. 2021. Body shaming yourself: How to fight the ‘pervasive sense that there’s something wrong with you’. https://www.washingtonpost.com/lifestyle/wellness/body-shaming-negative-self-talk/2021/06/30/def5e0e4-d9c6-11eb-8fb8-aea56b785b00_story.html. (Diakses pada 7 Juli 2021).
  5. Vargas, Erika. Body Shaming: What Is It & Why Do We Do It?. https://www.waldeneatingdisorders.com/blog/body-shaming-what-is-it-why-do-we-do-it/. (Diakses pada 7 Juli 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi