Terbit: 5 Agustus 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Blefaritis adalah peradangan pada satu atau kedua kelopak mata yang menyebabkan mata kering. Ketahui apa itu blefaritis, gejala, penyebab, pengobatan, dll.

Blefaritis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Blefaritis?

Blefaritis adalah pembengkakan pada folikel kelenjar minyak kecil yang berada pada kelopak mata. Kondisi ini umumnya terjadi akibat infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan, iritasi, dan kemerahan.

Blefaritis mungkin juga disebabkan oleh gangguan kulit tertentu seperti rosacea atau ketombe. Peradangan ini tidak menular dan tidak menyebabkan gangguan penglihatan serius.

Gejala Blefaritis

Gejala peradangan kelopak mata terlihat jelas dari penampakannya, yaitu kelopak mata membengkak, gatal, dan merah. Ketahui lebih jelas tentang gejala blefaritis, sebagai berikut:

  • Mata bengkak
  • Mata berair
  • Mata merah
  • Mata kering
  • Mata gatal
  • Peradangan mata
  • Kulit di sekitar mata kering atau mengelupas
  • Bulu mata berkerak
  • Sensasi perih atau terbakar pada mata
  • Ada kotoran berkerak di sudut mata saat bangun tidur
  • Sensitivitas cahaya
  • Kelopak mata berminyak
  • Sering berkedip
  • Kelopak mata menempel
  • Penglihatan kabur atau buram

Gejala tersebut tentu akan membuat penglihatan Anda tidak nyaman dan iritasi mata yang lebih parah mungkin terjadi. Selain itu, peradangan kelopak mata mungkin tanda-tanda dari infeksi mata yang lebih serius.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala pembengkakan atau peradangan mata yang tidak sembuh dengan perawatan di rumah. Selain itu, gangguan mata apapun sebaiknya segera ditangani agar tidak memburuk dan mengganggu penglihatan Anda.

Penyebab Blefaritis

Penyebab peradangan pada kelopak mata belum dapat dipastikan, namun beberapa faktor diklaim dapat memicu kondisi ini, yaitu:

  • Infeksi bakteri
  • Gangguan atau penyumbatan pada folikel kelenjar minyak yang terletak di kelopak mata
  • Terdapat tungau atau kutu pada bulu mata
  • Mata kering
  • Efek samping obat tertentu
  • Alergi obat mata, riasan mata, produk kecantikan, atau kontak lensa
  • Rosacea, penyakit kulit dengan tanda kulit kemerahan dan bengkak
  • Ketombe pada kulit kepala atau alis

Beberapa kondisi tersebut diduga menyebabkan peradangan pada kelopak mata yang bertugas untuk melindungi mata Anda.

Baca Juga: Iritasi Mata: 9 Penyebab dan Cara Mengobatinya

Diagnosis Blefaritis

Dokter akan bertanya tentang riwayat gangguan mata dan gejala yang dialami. Dokter juga akan memeriksa kondisi fisik mata Anda dengan alat pembesar khusus. Pemeriksaan meliputi:

  • Pemeriksaan eksternal mata untuk memastikan kondisi struktur kelopak mata, tekstur kulit, dan bulu mata.
  • Pemeriksaan pangkal bulu mata dan kelenjar meibom (kelenjar kelopak mata).
  • Pemeriksaan kuantitas dan kualitas air mata.

Dalam kasus tertentu, dokter juga akan menggunakan uji swab untuk mengambil sampel minyak pada kelopak mata untuk selanjutnya dianalisis di laboratorium. Pemeriksaan ini untuk memastikan diagnosis dan menentukan penyebab peradangan dari infeksi bakteri, jamur, atau alergi.

Jenis Blefaritis

Blefaritis memiliki dua jenis, yaitu:

  • Peradangan Kelopak Mata Anterior: Peradangan yang terjadi di bagian luar mata, di sekitar permukaan bulu mata. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh alergi atau gangguan pada kulit area alis.
  • Peradangan Kelopak Mata Posterior: Peradangan pada tepi bagian dalam kelopak mata yang disebabkan oleh gangguan folikel bulu mata. Peradangan ini sangat dekat dengan bola mata.

Dokter akan mengobati peradangan mata sesuai dengan jenis dan penyebabnya. Dokter juga akan menyesuaikan obat sesuai dengan tingkat keparahan peradangan dan mencegah infeksi mata lebih serius.

Pengobatan Blefaritis

Cara mengatasi blefaritis yang paling utama adalah dengan membersihkan mata dan menenangkan iritasi mata untuk mengurangi gejala. Ada beberapa cara mengobati peradangan mata yang dapat dilakukan, termasuk:

1. Perawatan di Rumah

Anda dapat mengatasi gejala pembengkakan mata dengan cara sederhana, yaitu:

  • Gunakan handuk atau sapu tangan bersih.
  • Celupkan ke air hangat.
  • Peras, lalu kompres ke kelopak mata.
  • Lakukan selama sekitar 5 menit.
  • Ulangi hingga kelopak mata terasa lebih baik.

Apabila Anda menggunakan kacamata atau kontak lensa, sebaiknya lepaskan dulu. Biarkan mata Anda beristirahat. Selain itu, hindari sementara penggunaan ponsel, laptop, atau perangkat gawai lainnya yang akan membuat mata Anda cepat lelah.

2. Menggunakan Steroid

Steroid adalah obat turunan dari vitamin A. Umumnya, dokter akan meresepkan steroid dalam bentuk tetes mata atau salep untuk membantu meringankan gejala peradangan. Obat tetes mata ini juga dapat mengurangi iritasi mata dan mata kering.

 3. Antibiotik

Antibiotik digunakan untuk mengatasi infeksi pada kelopak mata yang menyebabkan pembengkakan. Antibiotik mungkin diresepkan dalam bentuk salep, tetes mata, atau pil.

Dokter mungkin meresepkan obat lain seperti glukokortikoid, siklosporin, atau tetes mata lainnya. Dokter akan memberikan resep obat sesuai dengan tingkat keparahan peradangan mata.

Baca Juga: 15 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Mudah dan Ampuh!

Komplikasi Blefaritis

Komplikasi peradangan kelopak mata jangka pendek yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Kehilangan bulu mata
  • Mata kering
  • Bekas luka di kelopak mata
  • Peradangan kornea
  • Benjolan di pangkal bulu mata
  • Infeksi kelenjar di kelopak mata

Apabila tidak ditangani, bekas luka atau pembengkakan di bawah kelopak mata bagian dalam akan melukai bola mata. Risiko kerusakan kornea mata mungkin ada.

Pencegahan Blefaritis

Kelopak mata bertugas untuk melindungi bola mata. Gangguan pada kelopak mata akan memengaruhi kondisi bola mata juga. Maka dari itu, Anda harus mencegah terjadinya peradangan pada kelopak mata dengan beberapa cara berikut ini:

  • Jaga kebersihan di area mata.
  • Jangan mengucek mata.
  • Beri mata istirahat setelah Anda menatap layar komputer atau ponsel.
  • Jangan terlalu lama menatap layar perangkat gawai Anda.
  • Bersihkan riasan mata dengan benar.
  • Sebaiknya tidak menggunakan eye liner di belakang garis mata.
  • Kompres mata.

Itulah pembahasan lengkap blefaritis. Blefaritis adalah tentang peradangan kelopak mata yang diakibatkan oleh penyumbatan folikel kelenjar minyak. Anda dapat mencegah peradangan ini dengan memastikan kebersihan mata dan menenangkan mata yang lelah dengan kompres mata. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. American Optometric Association. 2020. Blepharitis. https://www.aoa.org/patients-and-public/eye-and-vision-problems/glossary-of-eye-and-vision-conditions/blepharitis. (Diakses pada 5 Agustus 2020).
  2. Kahn, April. 2015. Eyelid Inflammation (Blepharitis). https://www.healthline.com/health/blepharitis. (Diakses pada 5 Agustus 2020).
  3. Mayo Clinic. 2020. Blepharitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blepharitis/symptoms-causes/syc-20370141. (Diakses pada 5 Agustus 2020).
  4. WebMD. 2020. Blepharitis. https://www.webmd.com/eye-health/blepharitis#1. (Diakses pada 5 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi