Terbit: 3 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Beragam cara dilakukan oleh pria untuk mendapatkan ukuran penis ideal. Cara paling cepat yang sering dilakukan oleh pria adalah dengan mengonsumsi pil tertentu dan juga mengoleskan minyak lintah. Cara kedua yang sering dilakukan adalah dengan teknik peregangan seperti jelq dan juga pompa.

Bisakah Akupuntur Menambah Ukuran Penis?

Selain empat cara di atas, pria kerap melakukan akupuntur untuk menambah ukuran dari penis. Cara ini diklaim ampuh membuat ukuran penis bertambah secara instan dan konon efeknya adalah permanen.

Benarkah Akupuntur Menambah Ukuran Penis?

Beberapa pria berani memberi klaim kalau pasca melakukan akupuntur ukuran penis yang mereka miliki mengalami penambahan. Akibat klaim ini pria jadi berbondong-bondong melakukan terapi khas Tiongkok ini untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Akupuntur bisa jadi meningkatkan ukuran dari penis. Namun, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan kondisi ini. Bisa jadi, perubahan ukuran ini hanyalah ilusi sementara saja tidak benar-benar terjadi dengan signifikan.

Jadi, jangan langsung percaya dengan klaim-klaim yang mengatakan kalau akupuntur bisa memanjang penis. Padahal sejak penis berhenti tumbuh, organ ini tidak bisa dipicu lagi untuk tumbuh jadi lebih panjang.

Apa yang Terjadi pada Penis Pasca Akupuntur?

Akupuntur dilakukan untuk menyeimbangkan Qi di dalam tubuh atau energi kehidupan. Kalau energi sudah diseimbangkan, fungsi organ di dalam tubuh akan berjalan dengan lancar. Selain itu, aliran darah di dalam tubuh juga berjalan dengan lancar dan membuat Anda merasakan nyaman dan tampak bertenaga.

Efek dari akupuntur yang melancarkan aliran darah ini juga berpengaruh pada penis. Organ vital pada pria itu akan dialiri darah dengan masif sehingga kekerasannya bisa meningkat dengan tajam. Barangkali kualitas ereksi yang meningkat inilah yang menyebabkan pria memberi klaim ukuran penisnya bertambah.

Akupuntur memang baik untuk tubuh, tapi jangan langsung memberi klaim kalau tidak benar. Mari lebih memanfaatkan apa yang sudah ada dengan maksimal.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi