Obat Bisacodyl – Dosis, Indikasi, & Peringatan

Obat Bisacodyl - Dokter Sehat

Bisacodyl obat apa? Anda pernah mengalami sembelit (susah buang air besar) atau melakukan sebuah operasi? Ketika menjalani operasi, Anda diharuskan membersihkan usus sebelum melakukan operasi usus. Sudah dipastikan Anda tidak akan asing dengan obat pencahar, bukan? Sudah tahukah Anda mengenai obat tersebut? Lalu Bisacodyl obat apa? Obat Bisacodyl adalah obat yang digunakan untuk mengatasi konstipasi dengan cara merangsang otot-otot usus besar untuk mengeluarkan kotoran. Konstipasi sendiri merupakan kondisi yang membuat frekuensi buang air besar menjadi jarang (kurang dari tiga kali per minggu), tekstur tinja menjadi keras dan terasa sakit saat mengeluarkannya.

Sebelum Anda mengonsumsi Bisacodyl, Anda harus mengetahui manfaat dan kegunaan dari Bisacodyl obat apa. Apalagi ketika akan melakukan sebuah operasi besar.  Fungsi Bisacodyl adalah untuk mengatasi sembelit. Selain itu juga, manfaat Bisacodyl adalah untuk mengosongkan perut sebelum prosedur operasi. Sementara komposisi Bisacodyl adalah terbuat dari bahan-bahan aktif.

Obat Bisacodyl dapat Anda temukan di apotek terdekat. Anda tidak perlu berkonsultasi ke dokter jika mengalami sembelit. Cukup melihat aturan pemakaian yang tertera untuk mengonsumsi obat Bisacodyl. Sehingga sembelit yang Anda alami dapat tersembuhkan.

Setelah mengetahui fungsi Bisacodyl, manfaat Bisacodyl, komposisi Bisacodyl, dan Bisacodyl obat apa, Anda dapat mencoba obat Bisacodyl ini jika mengalami sembelit. Namun jika Anda ingin mengetahui lebih mendalam mengenai penggunaan, indikasi dan efek samping dari obat pencahar tersebut, Anda diharuskan membaca lebih lanjut informasi yang tertera di bawah ini mengenai detail lengkap dari obat Bisacodyl.

Nama: Bisacodyl
Nama dagang: Dulcolax, Correctol, BisacEvac, Bisacolax, Codulax, Alophen, Feen A Mint, Fleet Stimulant Laxative, Laxit, Modane, Dulcolax for Women
Kelas: Laksatif, Stimulan

Penggunaan dan Dosis Bisacodyl

Dewasa:
Obat digunakan untuk konstipasi dengan dosis 5–15 mg peroral setiap hari sekali, jika membutuhkan evakuasi total dari isi usus, maka gunakan dosis 30 mg peroral sekali sehari

Anak:
Obat Bisacodyl digunakan untuk konstipasi dengan dosis Bisacodyl sebagai berikut.

  • Usia anak <6 tahun: pemberian peroral tidak direkomendasikan, karena perlu menelan tablet utuh
  • Usia anak 6–13 tahun: 5 mg atau 0,3 mg/kg peroral ketika menjelang tidur atau sebelum sarapan
  • Usia >12 tahun: 5–15 mg peroral (diminum) pada saat mejelang tidur

Petunjuk Penggunaan Obat Bisacodyl

  • Gunakanlah obat Bisacodyl ini ketika perut kosong dan dianjurkan untuk banyak minum air putih. Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis Bisacodyl yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih.
  • Tidak boleh menggandakan dosis Bisacodyl pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Obat Bisacodyl

  • Frekuensi tidak dapat ditentukan
  • Keram perut
  • Ketidakseimbangan elektrolit dan cairan
  • Diareberlebihan
  • Muntah
  • Sensasi terbakar di rektum
  • Vertigo
  • Mual

Peringatan Penggunaan Obat Bisacodyl
Kontraindikasi

  • Hipersensitivitas (alergi) terhadap bisacodyl
  • Obstruksi atau sumbatan usus yang parah
  • Gejala usus buntu atau akut
  • Muntah
  • Perdarahan rektum

Perhatian

  • Hindari penggunaan kronis; dapat menyebabkan ketergantungan pencahar
  • Hindari menggunakan pada pasien dengan gastroenteritis
  • Jangan mengunyah tablet; telan seluruhnya dengan utuh
  • Tidak untuk digunakan dalam waktu 1 jam dari konsumsi antasid (promag) atau susu
  • Tidak dianjurkan untuk anak-anak <6 tahun karena perlu untuk menelan tablet
  • Tidak aman digunakan untuk >1 minggu

Interaksi Obat Bisacodyl

Berikut ini adalah interaksi yang dapat terjadi jika menggunakan obat bisacodyl bersama dengan obat-obatan lainnya:

  • Meningkatkan risiko gangguan elektrolit, jika digunakan bersama dengan obat-obatan diuretik atau kortikosteroid.
  • Berisiko menimbulkan efek samping sakit maag, jika digunakan bersama obat-obatan sakit maag antasida.

Penggunaan Obat Bisacodyl dalam Kondisi Kehamilan dan Menyusui

Keamanan untuk kehamilan: kategori C. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Maka sebelum Anda berniat untuk mengonsumsi obat pencahar, lebih baik dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.

Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: Secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B: Mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: Digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: Digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: Jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: Tidak ada informasi

Pada ibu menyusui, Bisacodyl tidak terbukti terdapat di ASI. Tetapi Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan mengonsumsi obat. Gunakan dengan cermat dan hati-hati.