Terbit: 1 September 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Bisacodyl adalah obat untuk mengatasi gangguan pencernaan berupa sembelit alias susah buang air besar (BAB). Simak informasi lengkap mengenai obat ini mulai dari fungsi, efek samping, hingga dosisnya!

Bisacodyl: Fungsi, Efek Samping, Dosis, dll

Rangkuman Informasi Obat Bisacodyl

 Nama obat  Bisacodyl
 Golongan obat  Pencahar
 Kategori obat  Obat bebas
 Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA  C
 Fungsi obat Mengatasi susah buang air besar
 Perhatian penggunaan obat
  • Hipersensitivitas
  • Dehidrasi
  • Ileus
  • Obstruksi usus
  • Apendisitis
  • Radang usus akut
  • Wasir
 Dosis obat  Sembelit (oral):

  • Dewasa: 5-10 mg, 1 kali sehari sebelum tidur. Dosis maksimal 20 mg per hari.
  • Anak-anak 5-10 tahun: 5 mg di malam hari sebelum tidur. Anak-anak >10 tahun, dosis sama seperti orang dewasa.

 Sembelit (suppositoria)

  • Dewasa: 10 mg per hari. Diberikan pada pagi hari.
  • Anak-anak 5-10 tahun: 5 mg per hari. Diberikan pada pagi hari. Anak-anak >10 tahun, dosis sama seperti orang dewasa.

Membersihkan usus sebelum operasi (oral):

  • Dewasa: 10 mg, dibagi menjadi 2 dosis. Diberikan pagi dan malam hari, dilanjutkan dengan 10 mg suppositoria di pagi hari berikutnya.
  • Anak-anak 5-10 tahun: 5 mg di malam hari, dilanjutkan dengan 5 mg suppositoria pada pagi hari berikutnya. Anak-anak >10 tahun, dosis sama seperti orang dewasa.
 Sediaan obat  Tablet

Bisacodyl Obat Apa?

Bisacodyl obat apa? Bisacodyl adalah obat yang diformulasikan untuk mengatasi susah BAB alias sembelit (dalam dunia medis disebut konstipasi). Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengosongkan usus sebelum tindakan operasi.

Obat memiliki mekanisme kerja yakni merangsang otot-otot usus besar untuk mengeluarkan kotoran. Konstipasi sendiri merupakan kondisi yang membuat frekuensi buang air besar menjadi jarang (kurang dari tiga kali per minggu) dikarenakan tekstur tinja yang keras hingga menghasilkan rasa sakit saat mengeluarkannya.

Merek Dagang Obat Bisacodyl

Obat ini tersedia dalam berbagai macam merek dagang, yaitu:

  • Dulcolax
  • Correctol
  • BisacEvac
  • Bisacolax
  • Codulax
  • Alophen
  • Feen A Mint
  • Fleet Stimulant Laxative
  • Laxit
  • Modane
  • Dulcolax for Women

Fungsi Obat Bisacodyl

Fungsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Mengatasi susah BAB
  • Mengosongkan usus sebelum tindakan operasi

Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan fungsinya. Penggunaan obat yang tidak sesuai dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Bisacodyl

Dalam menggunakan obat, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami.

1. Siapa Saja yang Tidak Boleh atau Harus Berhati-hati dalam Mengonsumsi Obat Bisacodyl?

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas
  • Dehidrasi
  • Ileus
  • Obstruksi usus
  • Apendisitis
  • Radang usus akut
  • Wasir
  • Anak di bawah 5 tahun

Sementara itu, obat ini harus digunakan secara hati—bila perlu dipantau penggunaannya oleh dokter—apabila mengalami kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Infeksi usus
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Hamil
  • Menyusui

2. Peringatan dan Perhatian Obat Bisacodyl Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Hindari penggunaan kronis; dapat menyebabkan ketergantungan pencahar.
  • Hindari penggunaan pada pasien dengan gastroenteritis.
  • Jangan mengunyah tablet; telan seluruhnya dengan utuh.
  • Tidak untuk digunakan dalam waktu 1 jam dari konsumsi antasid (promag) atau susu.
  • Tidak aman digunakan untuk >1 minggu.

Apakah Obat Bisacodyl Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut United States Food and Drugs Administration (USFDA), obat ini masuk ke dalam kateogori C untuk tingkat keamanannya bagi ibu hamil dan menyusui. Itu artinya, obat tidak bisa digunakan secara sembarangan apabila Anda sedang hamil atau menyusui.

Pasalnya, obat dengan kategori C terbukti berisiko pada janin hewan. Kendati belum ada studi terkontrol pada manusia, tetap saja penggunaan obat harus dengan instruksi dari dokter. Dokter mungkin saja akan mengizinkan ibu hamil maupun menyusui untuk menggunakan obat ini—sambil tetap memantau—apabila manfaat obat dirasa lebih besar ketimbang risikonya.

Interaksi Obat Bisacodyl

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • Aspirin
  • Lorazepam
  • Duloxetine
  • Codeine
  • Diphenhydramine
  • Furosemida
  • Atorvastatin
  • Pregabalin
  • Acetaminophen
  • Esomeprazole
  • Ondansteron

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini apabila digunakan secara bersamaan. Sampaikan pada dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Bisacodyl

Obat Bisacodyl dapat menimbulkan efek samping. Efek samping obat meliputi:

  • Sakit perut
  • Perut kram
  • Mual
  • Muntah
  • Dehidrasi
  • Kepala pusing
  • Diare

Gejala efek samping biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Bisacodyl

Bisacodyl masuk ke dalam kategori obat bebas. Artinya, penggunaan obat bisa tanpa resep dokter. Namun akan lebih baik jika Anda berkonsultasi terlbih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Tersedia?

Bisacodyl tersedia dalam bentuk tablet oral. Obat ini dapat diperoleh di apotek maupun toko obat terdekat. Pastikan Anda menggunakan obat secara benar sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan.

2. Dosis

Informasi dosis ini tidak bisa dijadikan acuan karena dosis yang tepat untuk Anda mungkin saja berbeda. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan aturan yang tertera pada kemasan atau dari dokter guna menghindari kelebihan pemakaian (overdosis) yang mungkin saja bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Berikut aturan dosis umum untuk obat bisacodyl:

Sembelit (oral):

  • Dewasa: 5-10 mg, 1 kali sehari sebelum tidur. Dosis maksimal 20 mg per hari.
  • Anak-anak 5-10 tahun: 5 mg di malam hari sebelum tidur. Anak-anak >10 tahun, dosis sama seperti orang dewasa.

 Sembelit (suppositoria)

  • Dewasa: 10 mg per hari. Diberikan pada pagi hari.
  • Anak-anak 5-10 tahun: 5 mg per hari. Diberikan pada pagi Anak-anak >10 tahun, dosis sama seperti orang dewasa.

 Mengosongkan usus sebelum operasi (oral):

  • Dewasa: 10 mg, dibagi menjadi 2 dosis. Diberikan pagi dan malam hari, dilanjutkan dengan 10 mg suppositoria di pagi hari berikutnya.
  • Anak-anak 5-10 tahun: 5 mg di malam hari, dilanjutkan dengan 5 mg suppositoria pada pagi hari berikutnya. Anak-anak >10 tahun, dosis sama seperti orang dewasa.

Petunjuk Pemakaian Obat Bisacodyl

Obat ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti overdosis.

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat Bisacodyl yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 24 jam sekali (untuk dosis 1 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 20 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Bisacodyl

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 15-25 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Bisacodyl. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bisacodyl?mtype=generic (diakses pada 1 September 2020)
  2. Bisacodyl (oral anda rectal). https://www.drugs.com/mtm/bisacodyl-oral-and-rectal.html (diakses pada 1 September 2020)
  3. Bisacodyl. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12263/bisacodyl-oral/details (diakses pada 1 September 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi