Bingung Memilih Madu? Begini Cara Mengetahui Kandungannya

doktersehat-madu-untuk-anak-batuk

DokterSehat.Com– Sering merasa ragu dalam memilih madu? Seiring dengan banyaknya manfaat yang ada pada madu, maka semakin banyak pula produk madu yang bisa dengan mudah kita peroleh di pasaran. Namun, benarkah produk tersebut “benar-benar madu”?

Seperti yang kita ketahui, madu bisa menjadi alternatif pengganti gula, rasa madu yang khas dan manfaat madu yang unggul daripada gula biasa membuat semakin banyak orang mengonsumsi madu, namun sayangnya berbagai produk yang ada di pasaran tidak sepenuhnya menyediakan produk madu seperti yang kita bayangkan.

Lalu, bagaimana cara mengetahui kandungan produk madu?

US Food Drug Administration telah mengeluarkan peraturan tertentu dimana penyebutan madu pada suatu produk, baik asli maupun kemasan, hanya boleh disebut “madu” jika dalam produk tersebut terdiri dari satu jenis komposisi saja, yaitu madu murni.

Madu yang ada di pasaran kini umumnya adalah madu kemasan yang telah melalui proses industri. Produk kemasan tersebut tentu mengklaim bahwa produk yang ia hasilkan adalah madu, padahal jika dalam komposisi madu kemasan tersebut ada tambahan gula lain, baik gula alami ataupun gula buatan, penulisan madu pada label harus dilengkapi, misalnya menjadi:

  1. “Campuran madu dan sirup gula”, jika kandungan sirup lebih banyak maka dituliskan “Sirup gula dengan campuran madu”, atau
  2. “Madu dengan tambahan perasa”, misalnya rasa ada tambahan gula lain atau rasa buah lain misalnya raspberry

Untuk itu, kita sebaiknya memerhatikan apa saja kandungan madu melalui komposisi bahan makanan yang ada di label. Umumnya dua keterangan di atas dicantumkan pada komposisi bukan label atau nama produk.

Dengan memerhatikan kandungan madu yang ada pada komposisi kemasan produk maka kita bisa mengetahui apakah madu yang ada pada produk tersebut madu asli atau dengan tambahan gula lain.

Kini kita bisa memilih produk madu sesuai dengan yang kita harapkan sehingga manfaat madu bisa kita peroleh dengan maksimal untuk tubuh kita, kan?