Hal yang Perlu Diketahui tentang Kadar Bilirubin yang Tinggi dalam Darah

bilirubin-doktersehat

DokterSehat.Com – Tubuh memiliki kandungan pigmen yang tidak hanya menentukan warna, tapi juga bekerja dengan fungsinya masing-masing. Salah satu pigmen yang dapat ditemukan dalam tubuh manusia adalah bilirubin. Kadar bilirubin yang tinggi dalam tubuh sering dikaitkan dengan berbagai penyakit, terutama terkait dengan organ hati.

Apa Itu Bilirubin?

Bilirubin adalah pigmen yang ditemukan dalam darah, empedu, hingga tinja. Pigmen berwarna kuning kecoklatan ini diproduksi ketika protein hemoglobin yang ada pada sel darah merah yang telah tua dipecah. Bilirubin akan dikeluarkan dari tubuh melewati hati.

Jika kadar bilirubin tinggi, kulit dan bagain putih mata dapat berubah menguning. Kondisi ini biasa disebut penyakit kuning. Penyebab kadar bilirubin tinggi adalah karena hati tidak dapat memproses bilirubin. Kondisi ini dapat disebabkan karena terjadi penyumbatan di hati, peradangan di hati, atau karena produksi bilirubin yang berlebihan.

Berapa Kadar Normal Bilirubin?

Kadar bilirubin dinyatakan dalam satuan milligram per desiliter (mg/dL). Bilirubin dibagi menjadi dua yaitu bilirubin terkonjugasi atau direct bilirubin dan tak terkonjugasi atau indirect bilirubin. Bilirubin terkonjugasi adalah bilirubin yang ada pada hati dan bergabung dengan gula tertentu.

Sebelum masuk sampai ke hati dan setelah keluar darri hati, biliburin menjaid bilirubin tak terkonjugasi. Kadang bilirubin total normal adalah 0.2-1 mg/dL, sedangkan untuk kadar bilirubin terkonjugasi adalah tidak lebih dari 0,3 md/dL. Jumlah bilirubin total adalah gabungan dari bilirubin terkonjugasi dan tak terkonjugasi.

Tes Bilirubin

Tes bilirubin dilakukan untuk mengukur jumlah bilirubin dalam darah. Umunya tes bilirubin dilakukan sebagai bagain dari serangkaian tes pemeriksaan hati. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang tes bilirubin:

Tujuan tes bilirubin

Tes bilirubin dapat dilakukan dengan berbagai tujuan. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut adalah beberapa kondisi yang umumnya menjadi alasan dilakukannya tes bilirubin:

  • Menyelidiki penyakit kuning. Sudah disebutkan sebelumnya bahwa kadar bilirubin tinggi dapat menyebabkan penyakit kuning. Tes ini juga umum dilakukan untuk mengukur kadar bilirubin pada bayi yang baru lahir.
  • Menentukan apakah terdapat penyumbatan pada sarluran empedu.
  • Membantu mendeteksi dan memantau perkembangan penyakit hati seperti hepatitis.
  • Membantu mendeteksi peningkatan kerusakan sel darah merah.
  • Membantu mengikuti apakah penngobatan tertentu bekerja atau tidak.
  • Membantu mengevaluasi dugaan keracunan obat.

Prosedur tes bilirubin

Tes bilirubin dilakukan dengan cara mengambil sampel darah. Pengambilan darah dilakukan dengan menggunakan jarum kecil yang dimasukkan melalui vena yang berada di tikungan lengan. Jamur melakat pada tabung kecil yang digunakan untuk menampung darah.

Rasa sakit dapat timbul sesaat ketika jamur disuntukkan ke lengan. Rasa tidak nyaman juga bisa muncul beberapa sat setelah jarum dilepaskan. Sedangkan pada tes bilirubin pada bayi biasanya menggunakan penusuk untuk mengambil darah dari bagian tumit. Bekas memar dapat muncul di lokasi bekas tusukan tersebut.

Setelah sampel darah diambil, darah akan segera dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Seusai melakukan tes Anda tidak memerlukan perawatan lebih lanjut, sehingga dapat langsung kembali beraktivitas normal.

Sebelum melakukan tes, umumnya dokter akan memberitahu beberapa aturan yang harus ditaati seperti larangan untuk makan dan minum selain air putih beberapa jam sebelum pengambilan sampel darah. Selain itu, penggunaan obat tertentu juga mungkin harus dihentikan sementara sebelum melakukan tes bilirubin.

Hasil tes bilirubin

Umumnya hasil tes bilirubin yang didapatkan adalah bilirubin terkonjugasi dan bilirubin total. Tes yang dilakukan di laboratorium berbeda bisa mengeluarkan hasil yang juga berbeda. Selain itu, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa konsumsi makanan dan obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi hasil bilirubin.

Selain makanan dan obat-obatan, aktivitas fisik yang berat juga dapat memengaruhi kadar bilirubin seseorang. Selalu beritahu dokter Anda tentang konsumsi makanan dan minuman, konsumsi obat, dan aktivitas yang Anda lakukan sebelum menjalani tes bilirubin.

Kadar bilirubin normal atau bahkan kadar bilirubin rendah tidak menjadi masalah. Kadar bilirubin tinggi yang umumnya menjadi indikasi berbagai macam penyakit. Jika kadar bilirubin terkonjugasi lebih tinggi dari normal, maka dapat mengindikasikan hati tidak membersihkan bilirubin dengan benar.

Sedangkan jika kadar bilirubin tidak terkonjugasi yang tidak normal, maka dapat mengindikasikan masalah lain. Peningkatan kedua jenis bilirubin ini dapat menyebabkan penyakit kuning.

Bilirubin Tinggi pada Bayi

Kondisi bilirubin tinggi pada bayi baru lahir berpotensi menjadi masalah serius. Kondisi ini akan menyababkan bayi menjadi kuning dan disebut dengan ikterus bayi. Beberapa penyabab dari ikterus bayi atau neonatal jaundice adalah sebagai berikut:

  • Hiperbilirubinemia fisiologis, merupakan kondisi yang paling umum. Penyebabnya adalah karena fungsi hati yang belum sempurna atau karena proses pemecahan sel darah merah yang lebih cepat pada bayi. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya.
  • Breast feeding jaundice, kondisi yang disebabkan karena asupan ASI yang kurang selama masa awal kelahiran.
  • Breast milk jaundice, kondisi ini disebabkan adanya zat tertentu dalam ASI yang menyerap lebih banyak bilirubin kembali ke dalam tubuh.
  • Ketidakcocokan golongan darah, terjadi bila golongan ibu dan anak berbeda dan terjadi pecampuran darah antara ibu dan bayi selama di kandungan. Kondisi ini bisa memberikan efek pada 24 jam pertama bayi dilahirkan sehingga harus segera ditangani.

Kadar bilirubin yang tinggi pada dewasa maupun bayi sama-sama merupakan kondisi yang perlu diatasi dengan baik. Cara mengatasti kadar bilirubin tinggi adalah tentunya dengan cara menlihat dari penyebabnya. Jika sudah diketahui penyebab bilirubin tinggi, maka baru dapat dilakukan tindakan untuk mengatasinya.