Biduran – Pengertian, Penyebab, & Jenis

DokterSehat.Com – Biduran atau yang dikenal dengan istilah medisnya urtikaria adalah suatu reaksi pada kulit, yang ditandai dengan adanya ruam kemerahan menonjol dan sangat gatal. Ruam kemerahan dapat mengenai satu daerah tubuh dan dapat juga meluas membentuk area seperti pulau. Biduran yang juga disebut kaligata ini biasanya muncul disertai dengan rasa gatal yang hebat dan dapat pula disertai dengan menyengat atau terbakar. Biduran muncul tiba-tiba di mana pun pada kulit, termasuk wajah, bibir, lidah, tenggorokan dan telinga.

Apa Itu Biduran?

Hive merupakan istilah umum untuk urtikaria. Urtikaria adalah ruam gatal merah muda atau merah, yang muncul bercak atau timbul benjolan merah pada kulit. Ukuran urtikaria bervariasi, dari ukuran kecil hingga seukuran piring makan dan dapat bergabung bersama untuk membentuk wilayah lebih luas yang dikenal sebagai plak.

Ketika gatal-gatal mulai muncul, biduran adalah penyakit yang sering dikira sebagai gigitan nyamuk. Pembengkakan biasanya hilang dalam beberapa menit hingga beberapa jam di satu tempat, tetapi bisa datang dan hilang selama berhari-hari atau berminggu-minggu, bahkan terkadang bertahan lebih lama.

Dalam kebanyakan kasus, gatal-gatal bukan karena alergi dan urtikaria dapat diobati secara efektif dengan antihistamin yang tidak meimbulkan efek samping mengantuk.

Ketika gatal-gatal terjadi hampir setiap hari selama lebih dari 6 minggu, ini bisa disebut sebagai urtikaria kronis (berkelanjutan), yang mungkin memerlukan pengobatan tambahan. Nah, sekarang sudah tahu apa itu biduran atau pengertian biduran, berikut ini adalah penyebab biduran yang perlu diperhatikan.

Penyebab Biduran pada Kulit

Biduran terbentuk sebagai respons dari zat kimia tubuh yang disebut histamin sehingga menyebabkan jaringan pada kulit membengkak. Histamin dan bahan kimia lainnya menyebabkan pembuluh darah membesar dan menjadi bocor sehingga cairan dari dalam darah bocor keluar dari pembuluh darah yang menyebabkan gatal-gatal dan bengkak.

Reaksi alergi, bahan kimia dalam makanan, sengatan serangga, paparan sinar matahari atau obat-obatan, semuanya juga bisa menyebabkan pelepasan histamin. Kadang-kadang sulit untuk mencari tahu apa tepatnya penyebab biduran ini.

Berikut adalah penyebab biduran lainnya:

  • Makanan, seperti kacang, kerang, aditif makanan, telur, stroberi, alkohol dan kafeina dan produk makanan berbahan gandum
  • Infeksi, termasuk influenza, pilek, demam kelenjar, hepatitis B, dan infeksi virus
  • Infeksi bakteri, termasuk infeksi saluran kemih dan radang tenggorokan
  • Parasit usus
  • Suhu ekstrem atau perubahan suhu
  • Suhu tubuh tinggi
  • Bulu hewan peliharaan, seperti anjing, kucing, kuda, dan sebagainya
  • Tungau debu
  • Kecoak dan kotoran kecoak
  • Getah dan serbuk sari
  • Beberapa tanaman, termasuk jelatang, poison ivy, dan poison oak
  • Penyakit kronis, seperti penyakit tiroid atau lupus
  • Goresan dan getaran yang berlebihan pada kulit
  • Olahraga
  • Stres

Di sebagian kasus, orang tidak pernah menemukan penyebab biduran yang pasti. Urtikaria kronis bisa dimulai sebagai respons autoimun, tetapi hal itu terjadi tidak jelas.

Faktor Risiko Biduran

Meskipun urtikaria biasanya dikaitkan dengan alergi terhadap makanan, serangga, obat-obatan, dan zat pengiritasi lainnya, urtikaria juga dapat memiliki penyebab non-alergi seperti penyakit autoimun, dan bahkan keracunan makanan. Kasus-kasus lain adalah idiopatik, artinya penyebabnya tidak diketahui.

Biduran dapat mengenai siapa saja, namun lebih sering dijumpai pada penderita yang mempunyai riwayat alergi sebelumnya terutama pada anak-anak dan wanita dengan predileksi umur 30 sampai dengan 60 tahun. Diperkirakan antara 15 persen hingga 23 persen orang dewasa akan mengalami setidaknya satu kali terkena urtikaria.

Jenis Biduran pada Kulit

Terdapat beberapa jenis urtikaria yang muncul pada kulit yang bermanfaat untuk membedakan biduran ringan hingga kronis, berikut di antaranya:

1. Biduran akut

Adalah ruam atau pembengkakan yang berlangsung kurang dari enam minggu. Penyebab dari jenis urtikaria ini paling umum adalah makanan, obat-obatan, lateks atau infeksi, juga disebabkan gigitan serangga. Makanan yang paling umum yang menyebabkan gatal-gatal adalah kacang-kacangan, cokelat, ikan, tomat, telur, beberapa buah segar, kedelai, gandum dan susu.

Zat aditif pada makanan tertentu dan pengawet juga dapat menjadi penyebab biduran. Obat-obatan yang dapat menyebabkan gatal-gatal termasuk aspirin dan non-steroid anti-inflamasi lainnya seperti ibuprofen.

Timbulnya biduran akut juga dapat dipicu oleh infeksi, perubahan suhu, olahraga, dan stres.

2. Biduran kronis

Jenis urtikaria ini muncul dengan ruam kemerahan atau bengkak yang berlangsung lebih dari enam minggu. Penyebab biduran kronis biasanya lebih sulit untuk diidentifikasi daripada jenis biduran akut. Penyebabnya bisa mirip dengan biduran akut tetapi juga dapat mencakup autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis, infeksi kronis, gangguan hormonal dan keganasan.

3. Biduran fisik

Biduran juga bisa disebabkan oleh stimulasi fisik langsung dari kulit, misalnya cuaca dingin, panas, paparan sinar matahari, getaran, tekanan, berkeringat dan olahraga.

Jenis urtikaria ini biasanya terjadi secara langsung pada daerah kulit yang terkena paparan dan tidak menyebar ke tempat lain. Sebagian besar gatal-gatal muncul dalam waktu satu jam setelah paparan.

4. Dermatographism

Jenis urtikaria ini terbentuk dengan tegas setelah tergores atau menggaruk kulit. Gatal-gatal ini juga dapat terjadi bersama dengan bentuk-bentuk lain dari biduran.

4. Angiodema

Angioedema juga dapat terjadi pada kulit. Kondisi ini mirip dengan gatal-gatal, tetapi memengaruhi lapisan kulit yang lebih dalam.

Biduran – Halaman Selanjutnya: 1 2