Terbit: 13 Mei 2020 | Diperbarui: 17 Mei 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Pernahkah Anda mengalami bidai tulang kering? Jika ya, maka kondisi ini harus segera ditangani karena jika tidak, dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Bidai Tulang Kering: Penyebab, Gejala, Penanganan, dll

Apa Itu Bidai Tulang Kering?

Bidai tulang kering adalah suatu kondisi ketika tulang kering atau tungkai bawah bagian depan—beserta jaringan ikat pelekat otot dan tulang—mengalami nyeri akibat adanya tekanan yang terjadi secara berulang. Tekanan tersebut lantas membuat bagian tulang yang satu ini mengalami kerusakan. Nah, kerusakan inilah yang menimbulkan rasa nyeri tersebut.

Sejatinya, masalah ini bukanlah kondisi yang bersifat serius. Penanganannya pun dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Akan tetapi, bukan berarti masalah kesehatan tersebut boleh disepelekan. Pengobatan sesegera mungkin tetap perlu dilakukan guna mencegahya berkembang menjadi lebih serius.

Penyebab Bidai Tulang Kering

Bidai tulang kering yang Anda alami tidak terjadi begitu saja. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kondisi ini terjadi ketika tulang kering dan jaringan ikat di sekitarnya mengalami tekanan hingga berujung pada peradangan (inflamasi) yang ditandai oleh rasa nyeri.

Mengapa bisa sampai demikian? Jawabannya bisa berbagai macam, namun penyebab bidai tulang tibia pada umumnya diduga karena adanya aktivitas fisik seperti berolahraga yang berlebihan, terutama olahraga yang banyak membutuhkan gerak kaki seperti:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

  • Basket
  • Sepakbola
  • Bulutangkis

Itu sebabnya, bidai tulang kering adalah masalah medis yang ‘akrab’ dengan para atlet profesional.

Sementara itu, beberapa faktor risiko lainnya juga ditengarai meningkatkan potensi seseorang untuk terkena kondisi yang dalam dunia medis dikenal dengan nama medial tibial stress syndrome ini, yaitu antara lain:

  • Anggota militer
  • Memiliki abnormalitas anatomi bagian kaki (telapak kaki datar dsb.)
  • Fleksibilitas tulang dan otot kaki rendah
  • Penerapan teknik latihan yang salah
  • Pertama kali melakukan aktivitas olahraga
  • Berlari di jalan menurun
  • Menggunakan sepatu olahraga yang tidak sesuai dengan kontur kaki
  • Otot kaki dan tendon melemah
  • Kelebihan berat badan (obesitas)

Ciri dan Gejala Bidai Tulang Kering

Bidai tulang kering atau tulang tibia ditandai oleh sejumlah ciri atau gejala. Ciri-ciri sindrom medial tibial stress ini lazimnya dapat dirasakan setelah Anda melakukan aktivitas fisik berat, atau bisa juga saat kegiatan tersebut masih berlangsung.

Berikut adalah gejala sindrom medial tibial stress yang perlu Anda ketahui dan waspadai:

  • Nyeri tungkai bawah bagian depan
  • Nyeri tulang kering bagian dalam
  • Nyeri pada satu atau kedua tulang kering
  • Nyeri otot kaki
  • Pembengkakan minor pada tungkai bawah bagian depan

Ada kalanya nyeri mereda ketika Anda menghentikan aktivitas fisik yang sedang dilakukan. Akan tetapi, nyeri tersebut berpotensi kembali muncul selang beberapa waktu dan jika tidak segera diatasi dapat mengakibatkan tulang patah. Segera lakukan penanganan apabila terkena bidai tulang kering sebelum kondisi bertambah parah dan makin mengganggu aktivitas.

Diagnosis Bidai Tulang Kering

Guna memastikan pasien mengalami sindrom medial tibial stress berikut langkah pengobatannya, dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan.

Prosedur diagnosis bidai tulang kering ini terbagi ke dalam beberapa tahapan, yaitu:

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter atau perawat akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien terkait keluhan yang dirasakan seperti:

  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Apakah aktif melakukan olahraga? Jika ya, apa jenis olahraga dan seberapa banyak frekuensinya?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya? Jika ya, seberapa sering?
  • Apakah memiliki riwayat cedera atau masalah tulang lainnya?

2. Pemeriksaan Fisik

Tahapan diagnosis bidai tulang tibia selanjutnya adalah pemeriksaan fisik.

Di sini, dokter akan melakukan pemeriksaan secara langsun terhadap tungkai bawah bagian depan pasien. Dokter akan memerhatikan apabila ada abnormalitas pada tungkai seperti pembengkakan dan sebagainya.

Tak lupa, prosedur pemeriksaan fisik umum yakni tes tekanan darah, tinggi, dan berat badan juga tetap dilakukan.

3. Pemeriksaan Penunjang

Terakhir, dokter mungkin akan menerapkan metode pemeriksaan penunjang untuk lebih memastikan lagi perihal bidai tulang kering yang diderita pasien.

Metode pemeriksaan penunjang yang umumnya dilakukan adalah metode pencitraan (imaging) yang terdiri dari:

  • X-Ray, adalah metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi tulang kering dan komponen terkait lainnya
  • MRI, adalah metode pencitraan yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik. Tujuannya sama, yakni untuk mendapat gambaran tulang kering secara utuh. Akan tetapi, MRI sanggup memberikan citra tulang kering yang lebih detil ketimbang X-Ray

Alasan lainnya mengapa dokter menerapkan pemeriksaan penunjang adalah karena kecurigaan akan adanya masalah tulang lainnya yang mengiringi seperti sindrom kompartemen, arteri perifer, hingga patah tulang.

Penanganan Bidai Tulang Kering

Bidai tulang dapat ditangani secara mandiri. Manakala Anda mengalami gejala-gejala yang menjurus pada masalah ini, lakukan sejumlah cara berikut:

  • Menghentikan aktivitas fisik untuk sementara waktu
  • Memposisikan kaki dalam posisi terangkat
  • Kompres area tungkai yang membengkak dengan air dingin atau ice pack
  • Konsumsi obat-obatan pereda nyeri seperti ibuprofen dan naproxen sodium
  • Gunakan perban khusus selama masa penyembuhan

Apabila sudah sembuh, jangan langsung beraktivitas berat. Untuk hal ini, berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu.

Sementara itu, cara menyembuhkan bidai tulang kering bisa dengan menempuh tindakan operasi. Akan tetapi, prosedur ini sangat jarang dilakukan. Operasi baru bisa dilakukan apabila sindrom ini sudah sampai menyebabkan timbulnya gangguan serius yang berdampak pada nyeri akut.

Pencegahan Bidai Tulang Kering

Apakah bidai tungkai bawah bagian depan bisa dicegah? Tentu saja bisa. Berikut adalah cara mencegahnya yang perlu Anda perhatikan:

  • Gunakan alas kaki yang sesuai dengan kontur kaki
  • Jangan terburu-buru dalam melakukan aktivitas fisik berat, melainkan lakukan secara bertahap
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga
  • Pelajari teknik berolahraga yang benar
  • Berhati-hati ketika melakukan olahraga di tempat yang memiliki permukaan keras

Itu dia informasi mengenai bidai tulang kering yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. Shin Splints. https://www.nhs.uk/conditions/shin-splints/ (Diakses pada 13 Januari 2020)
  2. Anonim. Shin Splints. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shin-splints/symptoms-causes/syc-20354105 (Diakses pada 13 Januari 2020)
  3. Anonim. Shin Splints – Self Care. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000654.htm (Diakses pada 13 Januari 2020)
  4. Galbraith, R dan Mark, E. 2009. Medial tibial stress syndrome: conservative treatment options. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2848339/ (Diakses pada 13 Januari 2020)
  5. Johnson, S. 2017. Shin Splints. https://www.healthline.com/health/shin-splints (Diakses pada 13 Januari 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi