Bibir Sumbing: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan

bibir-sumbing-doktersehat
Source: Wikipedia

DokterSehat.Com– Bibir sumbing adalah celah bibir atau belahan di bibir atas yang terbentuk sebelum kelahiran, antara minggu ke-4 dan ke-7 kehamilan. Ketika bayi dalam kandungan, jaringan tubuh dan sel-sel khusus di setiap sisi kepala tumbuh menuju pusat wajah dan menyatu untuk membentuk wajah. Penggabungan jaringan ini membentuk bagian wajah, seperti bibir dan mulut.

Bibir sumbing terjadi jika jaringan yang membentuk bibir tidak menyatu sepenuhnya di dalam kandungan. Kondisi ini membentuk lubang di bibir atas. Celah di bibir dapat berupa celah kecil atau celah besar yang menembus bibir ke dalam hidung. Bibir sumbing dapat terbentuk di satu atau kedua sisi bibir atau di tengah bibir.

Anak penderita bibir sumbing juga dapat mengalami langit-langit mulut sumbing. Langit-langit mulut sumbing terjadi jika jaringan langit-langit mulut tidak menyatu sepenuhnya, antara minggu ke-6 dan ke-9 kehamilan. Untuk beberapa bayi, bagian depan dan belakang langit-langit mulut terbuka. Sementara untuk bayi lainnya, hanya sebagian langit-langit mulut yang terbuka.

Jenis Bibir Sumbing

Selain bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing, ada beberapa jenis bibir sumbing berikut ini:

1. Bibir Sumbing Mikroform 

Adalah sumbing paling ringan dan termasuk jenis sumbing tidak lengkap. Celah dari bibir sumbing mikroform tampak tidak jelas. Kondisi ini mungkin hanya muncul bekas luka vertikal dari bibir ke hidung.

Penderita bibir sumbing microform dapat mengalami beberapa gangguan pada otot orbicularis oris, yang dapat menyebabkan masalah makan, minum, dan masalah bicara. Sementara hidung biasanya tampak normal dengan kelainan bentuk mikroform.

2. Bibir Sumbing Unilateral Complete

Jenis bibir sumbing ini terbentuk hanya pada satu sisi bibir atas. Celah memanjang dari bibir ke hidung di bibir sumbing lengkap.

Otot orbicularis oris tidak tidak menyatu pada bibir sumbing total. Otot ini masuk ke dalam pangkal hidung di kedua sisi celah. Kelainan ini menyebabkan kesulitan berbicara, makan dan minum.

Hidung dapat terganggu dengan kelainan bibir sumbing. Lubang hidung melebar dan tidak memiliki dasar lubang hidung pada kelainan bentuk bibir sumbing.

3. Bibir Sumbing Unilateral Incomplete

Jenis bibir sumbing ini hanya memiliki celah bibir pada satu sisi saja. Apa yang membuatnya berbeda dari bibir sumbing lengkap adalah bahwa beberapa serat otot orbicularis dapat melintasi sumbing.

Bibir sumbing yang tidak lengkap dapat memengaruhi beberapa penampilan mulut. Mungkin tampak celah kecil atau sumbing di garis bibir atau mungkin sedikit meluas ke kulit di atas bibir atau meluas hampir ke lubang hidung.

Seperti kelainan bibir sumbing yang lengkap, hidung juga mengalami gangguan. Gangguan ini biasanya pada tingkat yang lebih ringan, lubang hidung bisa melebar, tetapi dasar lubang hidung masih utuh. Selain itu, jembatan jaringan di dasar lubang hidung di sisi sumbing. Ini dikenal sebagai Simonart’s band – jaringan lunak yang menyatu dengan batas lateral dan medial sumbing.

4. Bibir Sumbing Bilateral Complete

Bibir sumbing bilateral yang sempurna mempengaruhi kedua sisi kanan dan kiri bibir. Tidak ada kolom filtral (lekukan antara hidung dan bibir), tidak ada lesung pipit filtral, dan tidak ada otot orbicularis di bagian tengah.

Di kedua sisi bibir, sumbing memanjang dari vermillion (garis bibir) ke lubang hidung. Kurangnya sambungan pada otot membuat kesulitan bicara jelas. Mungkin juga mengalami kesulitan untuk makan.

Terdapat kelainan pada hidung dengan bibir sumbing bilateral lengkap. Ciri-cirinya kedua sayap hidung melebar, sekat hidung hilang dan hidung terlihat datar.

5. Bibir Sumbing Bilateral Incomplete

Bibir sumbing bilateral memiliki celah di kedua sisi bibir atas. Sama seperti dengan bibir sumbing bilateral yang lengkap, lekukan antara bibir dan hidung juga terpengaruh. Ini tergantung seberapa jauh sumbing memanjang dari vermillion (garis bibir). Mungkin ada beberapa otot orbicularis utuh, sekat lubang hidungnya utuh, dan lesung pipi philtral utuh.

Kelainan jenis bibir sumbing ini, hidung terpengaruh, meskipun tidak pada tingkat yang sama dengan kelainan bibir sumbing bilateral yang lengkap. Pada orang-orang dengan kelainan bibir sumbing bilateral, satu sisi mungkin cacat tidak lengkap dan sisi lainnya cacat lengkap.

6. Bibir Sumbing Mixed Bilateral Incomplete and Complete

Mereka yang memiliki bibir sumbing bilateral, satu sisi mungkin sumbing tidak lengkap dan sisi lain cacat sumbing lengkap. Sumbing yang tidak lengkap mungkin nyaris tak terlihat.

Penyebab Bibir Sumbing

Bibir sumbing atau langit-langit mulut terjadi saat struktur yang membentuk bibir atau langit-langit atas gagal menyatu ketika bayi dalam kandungan. Sebagian besar tidak diketahui apa yang menjadi penyebab bibir sumbing pada anak.

Tetapi, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan menyebabkan bibir sumbing pada bayi, di antaranya:

1. Genetik

Orang tua yang memiliki riwayat keluarga bibir sumbing atau langit-langit mulut sumbing, memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki bayi sumbing.

2. Merokok

Wanita yang merokok selama kehamilan juga lebih cenderung memiliki bayi sumbing orofasial dibandingkan wanita yang tidak merokok.

3. Diabetes

Wanita yang didiagnosis menderita diabetes sebelum kehamilan memiliki risiko lebih tinggi memiliki anak dengan bibir sumbing dengan atau tanpa langit-langit mulut sumbing, dibandingkan dengan wanita yang tidak menderita diabetes. Minum alkohol juga berisiko menjadi penyebab bibir sumbing.

4. Kekurangan Nutrisi

Tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, seperti asam folat, sebelum dan selama kehamilan adalah faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab bibir sumbing. Asam folat adalah vitamin yang dibutuhkan setiap sel dalam tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan ibu dan janin.

Jika mengonsumsi asam folat sebelum kehamilan dan selama awal kehamilan, mungkin dapat membantu mencegah bayi dengan bibir sumbing dan langit-langit mulut serta cacat lahir pada otak dan tulang belakang yang disebut cacat tabung saraf.

5. Kegemukan Selama Kehamilan

Terdapat beberapa bukti bahwa bayi yang lahir dari wanita gemuk atau obesitas mungkin mengalami peningkatan risiko bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing.

Baca juga: 5 Penyebab Obesitas Saat Hamil (Dilengkapi Risikonya)

6. Penggunaan Obat-Obatan Tertentu Selama Kehamilan

Wanita yang menggunakan obat-obatan tertentu untuk mengobati epilepsi, seperti topiramate atau asam valproat, selama trimester pertama (3 bulan pertama) kehamilan, bayi dalam kandungan memiliki risiko lebih tinggi mengalami bibir sumbing dengan atau tanpa langit-langit mulut sumbing, dibandingkan dengan wanita yang tidak minum obat-obatan tersebut.

Gejala Bibir Sumbing

Sumbing adalah belahan di bibir atau di langit-langit mulut dapat dikenali dengan mudah pada saat kelahiran. Menurut bentuk fisiknya, gejala bibir sumbing berdasarkan jenis kelainan bentuk pada bibir, di antaranya:

1. Bibir Sumbing Microform

Celah atau belahan halus di satu sisi bibir. Kondisi ini bukan sumbing lengkap tetapi muncul sebagai lekukan dalam kontur atas bibir.

2. Bibir Sumbing Incomplete Unilateral

Tanda dan gejala bibir sumbing dapat dikenali ketika sumbing ada di satu sisi bibir atas tetapi tidak sampai ke hidung.

3. Bibir Sumbing Complete Unilateral

Ketika bibir sumbing berada di satu sisi bibir dan celah meluas ke hidung atau rongga hidung.

4. Bibir Sumbing Incomplete Bilateral

Gejala bibir sumbing ini ditandai dengan sumbing terbentuk di kedua sisi bibir atas tetapi tidak sampai ke hidung.

5. Bibir Sumbing bilateral lengkap

Sumbing atau celah yang terbentuk di kedua sisi bibir atas meluas ke rongga hidung atau hidung.

Bayi yang memiliki bibir sumbing atau pada langit-langit mulut dapat segera didiagnosis dan segera mendapat perawatan yang mungkin termasuk operasi bibir sumbing beberapa minggu atau bulan setelah kelahiran.

Ketika menunggu operasi bibir sumbing, orang tua bayi akan mendapat pengarahan tentang berbagai kesulitan yang mungkin akan dihadapi anak:

  1. Kesulitan menyusu
  2. Infeksi telinga berulang (berisiko gangguan pendengaran)
  3. Masalah gigi
  4. Keterlambatan dalam berbicara
  5. Masalah emosional, terutama saat anak bertambah usia

Anak yang memiliki bibir sumbing atau pada langit-langit mulut harus diperbaiki  oleh Program Craniofacial multidisiplin di pusat medis utama, di mana banyak tenaga medis yang dibutuhkan anak untuk perawatan.

Diagnosis Bibir Sumbing

Bibir sumbing dan langit-langit mulut dapat diperiksa tepat saat kelahiran, jadi tidak memerlukan jenis tes diagnostik tertentu. Bibir sumbing juga dapat terlihat pada saat melakukan ultrasonografi (USG). Namun, terkadang sumbing pada langit-langit mulut sulit dideteksi melalui USG.

Ultrasonografi Sebelum Kelahiran

Tes dengan ultrasonografi prenatal dapat dilakukan untuk mendeteksi bibir sumbing pada bayi dalam kandungan. Dokter dapat dengan mudah mendeteksi segala cacat wajah yang terjadi pada bayi dalam kandungan setelah menganalisis laporan tes. Untuk mengidentifikasi bibir sumbing yang tepat, tes ini dapat dilakukan setelah minggu ke-13 kehamilan.

Jika sumbing terdeteksi setelah USG prenatal, dokter juga dapat melakukan tes lainnya, dengan mengumpulkan cairan ketuban dari rahim sebagai sampel. Tes ini dapat ditentukan apakah bibir sumbing adalah karena bawaan atau tidak.

Komplikasi Bibir Sumbing

Selain terbentuknya bibir sumbing pada anak, komplikasi lainnya yang mungkin terjadi termasuk:

1. Kesulitan Makan

Kesulitan makan lebih sering terjadi pada penderita kelainan langit-langit mulut sumbing. Bayi mungkin tidak dapat menyusu dengan baik karena atap mulut belum sepenuhnya terbentuk.

2. Infeksi Telinga dan Gangguan Pendengaran

Infeksi telinga biasanya disebabkan oleh disfungsi tabung yang menghubungkan telinga tengah dan tenggorokan. Infeksi yang terjadi secara berulang kemudian dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

3. Keterlambatan Bicara

Fungsi otot yang mungkin menurun menyebabkan keterlambatan bicara atau bicara tidak normal, karena celah atau sumbing pada langit-langit mulut dan bibir.

Segera diskusikan dengan dokter apakah konsultasi dengan terapis bicara akan efektif untuk anak Anda.

5. Masalah Gigi

Komplikasi selanjutnya, gigi mungkin tidak dapat berkembang secara normal dan mungkin anak memerlukan perawatan ortodontik.

Pengobatan Bibir Sumbing

Ada beberapa perawatan utama untuk bibir sumbing dan langit-langit sumbing, di antaranya:

1. Operasi Bibir Sumbing

Operasi bibir sumbing untuk memperbaiki cacat lahir ini biasanya dilakukan ketika bayi berusia 3 hingga 6 bulan. Sementara operasi untuk memperbaiki langit-langit mulut sumbing biasanya dilakukan pada usia 6 hingga 12 bulan

2. Membantu Bayi untuk Makan

Anda mungkin perlu saran tentang memposisikan bayi Anda di payudara untuk membantu mereka menyusu, atau Anda mungkin perlu memberi mereka makan menggunakan botol jenis khusus

3. Mengamati Indra Pendengaran Bayi

Bayi yang lahir dengan langit-langit mulut sumbing kemungkinan mengeluarkan cairan telinga, yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Mengamati pendengaran bayi dengan ketat sangat penting dan jika cairan telinga mengganggu pendengarannya secara signifikan, bayi mungkin memerlukan alat bantu dengar atau tabung kecil yang disebut grommet yang dapat dipasang pada telinga untuk mengalirkan cairan.

4. Terapi Wicara

Terapis wicara dan bahasa akan mengamati perkembangan wicara dan bahasa pada anak sepanjang masa kanak-kanak, dan membantu mengatasi masalah wicara dan bahasa.

Kebersihan Gigi dan Perawatan Ortodontik

Orang tua akan diberi saran tentang bagaimana cara merawat gigi anak Anda, dan sang anak mungkin memerlukan kawat gigi jika gigi dewasa tidak tumbuh dengan dengan baik.

Pencegahan Bibir Sumbing

Bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing tidak selalu dapat dicegah. Tetapi, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko bibir sumbing pada bayi, di antaranya:

  1. Melakukan tes pra-kehamilan untuk memastikan Bunda sehat sebelum hamil.
  2. Melakukan perawatan prenatal secara teratur dan lengkap selama kehamilan.
  3. Mengonsumsi asam folat jika Anda melakukan program hamil.
  4. Minumlah vitamin prenatal yang mengandung asam folat selama kehamilan.
  5. Jangan merokok atau berhenti merokok.
  6. Jangan minum atau berhenti minum alkohol selama kehamilan.

Jika anggota keluarga Anda yang lainnya mengalami bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing, Anda harus mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau konseling tentang genetik.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber: 

  1. CDC. 2018. Facts about Cleft Lip and Cleft Palate. https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/cleftlip.html. (Diakses 14 Oktober 2019)
  2. Odunze, Millicent. 2019. Cleft Lip Types and Treatments. https://www.verywellhealth.com/what-is-a-cleft-lip-2709800. (Diakses 14 Oktober 2019)
  3. Mayo Clinic. 2018. Cleft lip and cleft palate. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cleft-palate/symptoms-causes/syc-20370985. (Diakses 14 Oktober 2019)
  4. Cleft Lip/Cleft Palate. https://weillcornellbrainandspine.org/condition/cleft-lip-cleft-palate/symptoms-cleft-lip-cleft-palate. (Diakses 14 Oktober 2019)
  5. Cleft Lip and Cleft Palate. https://www.marchofdimes.org/complications/cleft-lip-and-cleft-palate.aspx. (Diakses 14 Oktober 2019)
  6. Cleft Lip and Palate. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/cleft-lip-and-palate. (Diakses 14 Oktober 2019)
  7. Cleft Lip and Palate. https://www.missionsmile.org/about-cleft-lip-cleft-palate/. (Diakses 14 Oktober 2019)
  8. NHS. 2019. Cleft lip and palate. https://www.nhs.uk/conditions/cleft-lip-and-palate/. (Diakses 14 Oktober 2019)
  9. Cleft Lip and Palate. https://www.stlouischildrens.org/conditions-treatments/cleft-lip-and-palate. (Diakses 14 Oktober 2019)