Terbit: 14 Januari 2020 | Diperbarui: 20 Mei 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Salah satu kelainan fisik yang umum terjadi adalah bibir sumbing. Kondisi ini tentu memiliki sejumlah faktor penyebab. Ketahui lebih lanjut mengenai bibir sumbing mulai dari penyebab, gejala, hingga pengobatannya.

bibir-sumbing-doktersehat

Apa Itu Bibir Sumbing?

Bibir sumbing adalah celah bibir atau belahan di bibir atas yang terbentuk sebelum kelahiran, antara minggu ke-4 dan ke-7 kehamilan. Ketika bayi dalam kandungan, jaringan tubuh dan sel-sel khusus di setiap sisi kepala tumbuh menuju pusat wajah dan menyatu untuk membentuk wajah. Penggabungan jaringan ini membentuk bagian wajah, seperti bibir dan mulut.

Kondisi ini terjadi jika jaringan yang membentuk bibir tidak menyatu sepenuhnya di dalam kandungan. Kondisi ini membentuk lubang di bibir atas. Celah di bibir dapat berupa celah kecil atau celah besar yang menembus bibir ke dalam hidung. Bibir sumbing dapat terbentuk di satu atau kedua sisi bibir atau di tengah bibir.

Anak penderita bibir menyumbing juga dapat mengalami langit-langit mulut sumbing. Langit-langit mulut sumbing terjadi jika jaringan langit-langit mulut tidak menyatu sepenuhnya, antara minggu ke-6 dan ke-9 kehamilan. Untuk beberapa bayi, bagian depan dan belakang langit-langit mulut terbuka. Sementara untuk bayi lainnya, hanya sebagian langit-langit mulut yang terbuka.

Jenis Bibir Sumbing

Selain bibir dan langit-langit mulut menyumbing, ada beberapa jenis lainnya yaitu:

1. Bibir Sumbing Mikroform 

Adalah sumbing paling ringan dan termasuk jenis sumbing tidak lengkap. Celah dari jenis mikroform ini tampak tidak jelas. Kondisi ini mungkin hanya muncul bekas luka vertikal dari bibir ke hidung.

Penderita sumbing microform dapat mengalami beberapa gangguan pada otot orbicularis oris, yang dapat menyebabkan masalah makan, minum, dan masalah bicara. Sementara hidung biasanya tampak normal dengan kelainan bentuk mikroform.

2. Bibir Sumbing Unilateral Complete

Jenis ini terbentuk hanya pada satu sisi bibir atas. Celah memanjang dari bibir ke hidung.

Otot orbicularis oris tidak tidak menyatu pada bibir sumbing total. Otot ini masuk ke dalam pangkal hidung di kedua sisi celah. Kelainan ini menyebabkan kesulitan berbicara, makan dan minum.

Hidung dapat terganggu dengan kelainanini. Lubang hidung melebar dan tidak memiliki dasar lubang hidung pada kelainan bentuk bibir.

3. Bibir Sumbing Unilateral Incomplete

Jenis ini hanya memiliki celah bibir pada satu sisi saja. Apa yang membuatnya berbeda dari sumbing lengkap adalah bahwa beberapa serat otot orbicularis dapat melintasi sumbing.

Sumbing yang tidak lengkap dapat memengaruhi beberapa penampilan mulut. Mungkin tampak celah kecil atau sumbing di garis bibir atau mungkin sedikit meluas ke kulit di atas bibir atau meluas hampir ke lubang hidung.

Seperti kelainan unilateral complete, hidung juga mengalami gangguan. Gangguan ini biasanya pada tingkat yang lebih ringan, lubang hidung bisa melebar, tetapi dasar lubang hidung masih utuh. Selain itu, jembatan jaringan di dasar lubang hidung di sisi sumbing. Ini dikenal sebagai Simonart’s band – jaringan lunak yang menyatu dengan batas lateral dan medial sumbing.

4. Bibir Sumbing Bilateral Complete

Sumbing bilateral yang sempurna mempengaruhi kedua sisi kanan dan kiri bibir. Tidak ada kolom filtral (lekukan antara hidung dan bibir), tidak ada lesung pipit filtral, dan tidak ada otot orbicularis di bagian tengah.

Di kedua sisi bibir, sumbing memanjang dari vermillion (garis bibir) ke lubang hidung. Kurangnya sambungan pada otot membuat kesulitan bicara jelas. Mungkin juga mengalami kesulitan untuk makan.

Terdapat kelainan pada hidung dengan sumbing bilateral lengkap. Ciri-cirinya kedua sayap hidung melebar, sekat hidung hilang dan hidung terlihat datar.

5. Bibir Sumbing Bilateral Incomplete

Sumbing bilateral memiliki celah di kedua sisi bibir atas. Sama seperti dengan bibir sumbing bilateral yang lengkap, lekukan antara bibir dan hidung juga terpengaruh. Ini tergantung seberapa jauh sumbing memanjang dari vermillion (garis bibir). Mungkin ada beberapa otot orbicularis utuh, sekat lubang hidungnya utuh, dan lesung pipi philtral utuh.

Kelainan jenis ini juga memengaruhi hidung, meskipun tidak pada tingkat yang sama dengan kelainan bibir sumbing bilateral yang lengkap. Pada orang-orang dengan kelainan  bilateral, satu sisi mungkin cacat tidak lengkap dan sisi lainnya cacat lengkap.

6. Bibir Sumbing Mixed Bilateral Incomplete and Complete

Mereka yang memiliki sumbing bilateral, satu sisi mungkin sumbing tidak lengkap dan sisi lain cacat sumbing lengkap. Sumbing yang tidak lengkap mungkin nyaris tak terlihat.

Penyebab Bibir Sumbing

Bibir sumbing atau langit-langit mulut terjadi saat struktur yang membentuk bibir atau langit-langit atas gagal menyatu ketika bayi dalam kandungan. Sebagian besar tidak diketahui apa yang menjadi penyebab bibir sumbing pada anak.

Tetapi, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan menyebabkan sumbing pada bayi, di antaranya:

1. Genetik

Orang tua yang memiliki riwayat keluarga bibir atau langit-langit mulut menyumbing, memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki bayi dengan kondisi fisik yang sama.

2. Merokok

Wanita yang merokok selama kehamilan juga lebih cenderung memiliki bayi sumbing orofasial dibandingkan wanita yang tidak merokok.

3. Diabetes

Wanita yang didiagnosis menderita diabetes sebelum kehamilan memiliki risiko lebih tinggi memiliki anak dengan bibir menyumbing dengan atau tanpa langit-langit mulut ikut menyumbing, dibandingkan dengan wanita yang tidak menderita diabetes. Minum alkohol juga berisiko menjadi penyebab sumbingnya bibir.

4. Kekurangan Nutrisi

Tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, seperti asam folat, sebelum dan selama kehamilan adalah faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab bibir menyumbing. Asam folat adalah vitamin yang dibutuhkan setiap sel dalam tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan ibu dan janin.

Jika mengonsumsi asam folat sebelum kehamilan dan selama awal kehamilan, mungkin dapat membantu mencegah bayi dengan bibir menyumbing dan langit-langit mulut serta cacat lahir pada otak dan tulang belakang yang disebut cacat tabung saraf.

5. Kegemukan Selama Kehamilan

Terdapat beberapa bukti bahwa bayi yang lahir dari wanita gemuk atau obesitas mungkin mengalami peningkatan risiko bibir dan langit-langit mulut menyumbing.

Baca juga: 5 Penyebab Obesitas Saat Hamil (Dilengkapi Risikonya)

6. Penggunaan Obat-Obatan Tertentu Selama Kehamilan

Wanita yang menggunakan obat-obatan tertentu untuk mengobati epilepsi, seperti topiramate atau asam valproat, selama trimester pertama (3 bulan pertama) kehamilan, bayi dalam kandungan memiliki risiko lebih tinggi mengalami sumbing dengan atau tanpa langit-langit mulut ikut menyumbing, dibandingkan dengan wanita yang tidak minum obat-obatan tersebut.

Gejala Bibir Sumbing

Sumbing dapat dikenali dengan mudah pada saat kelahiran. Menurut bentuk fisiknya, gejala bibir menyumbing berdasarkan jenis kelainan bentuk pada bibir, di antaranya:

1. Bibir Sumbing Microform

Celah atau belahan halus di satu sisi bibir. Kondisi ini bukan sumbing lengkap tetapi muncul sebagai lekukan dalam kontur atas bibir.

2. Bibir Sumbing Incomplete Unilateral

Sumbing ada di salah satu sisi bibir atas tetapi tidak sampai ke hidung.

3. Bibir Sumbing Complete Unilateral

Ketika bibir menyumbing berada di satu sisi bibir dan celah meluas ke hidung atau rongga hidung.

4. Bibir Sumbing Incomplete Bilateral

Gejala bibir menyumbing ini ditandai dengan kelainan bentuk di kedua sisi bibir atas tetapi tidak sampai ke hidung.

5. Bibir Sumbing bilateral lengkap

Celah yang terbentuk di kedua sisi bibir atas meluas ke rongga hidung atau hidung.

Bayi yang memiliki bibir menyumbing atau pada langit-langit mulut dapat segera didiagnosis dan segera mendapat perawatan yang mungkin termasuk operasi beberapa minggu atau bulan setelah kelahiran.

Ketika menunggu operasi, orang tua bayi akan mendapat pengarahan tentang berbagai kesulitan yang mungkin akan dihadapi anak:

  1. Kesulitan menyusu
  2. Infeksi telinga berulang (berisiko gangguan pendengaran)
  3. Masalah gigi
  4. Keterlambatan dalam berbicara
  5. Masalah emosional, terutama saat anak bertambah usia

Anak yang memiliki bibir menyumbing atau pada langit-langit mulut harus diperbaiki  oleh Program Craniofacial multidisiplin di pusat medis utama, di mana banyak tenaga medis yang dibutuhkan anak untuk perawatan.

Diagnosis Bibir Sumbing

Bibir dan langit-langit mulut menyumbing dapat diperiksa tepat saat kelahiran, jadi tidak memerlukan jenis tes diagnostik tertentu. Bibir yang menyumbing juga dapat terlihat pada saat melakukan ultrasonografi (USG). Namun, terkadang sumbing pada langit-langit mulut sulit dideteksi melalui USG.

Ultrasonografi Sebelum Kelahiran

Tes dengan ultrasonografi prenatal dapat dilakukan untuk mendeteksi sumbing pada bayi dalam kandungan. Dokter dapat dengan mudah mendeteksi segala cacat wajah yang terjadi pada bayi dalam kandungan setelah menganalisis laporan tes. Untuk mengidentifikasi sumbing yang tepat, tes ini dapat dilakukan setelah minggu ke-13 kehamilan.

Jika sumbing terdeteksi setelah USG prenatal, dokter juga dapat melakukan tes lainnya, dengan mengumpulkan cairan ketuban dari rahim sebagai sampel. Tes ini dapat ditentukan apakah kondisi ini karena bawaan atau tidak.

Komplikasi Bibir Sumbing

Selain terbentuknya sumbing pada anak, komplikasi lainnya yang mungkin terjadi termasuk:

1. Kesulitan Makan

Kesulitan makan lebih sering terjadi pada penderita kelainan langit-langit mulut sumbing. Bayi mungkin tidak dapat menyusu dengan baik karena atap mulut belum sepenuhnya terbentuk.

2. Infeksi Telinga dan Gangguan Pendengaran

Infeksi telinga biasanya disebabkan oleh disfungsi tabung yang menghubungkan telinga tengah dan tenggorokan. Infeksi yang terjadi secara berulang kemudian dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

3. Keterlambatan Bicara

Fungsi otot yang mungkin menurun menyebabkan keterlambatan bicara atau bicara tidak normal, karena celah atau sumbing pada langit-langit mulut dan bibir.

Segera diskusikan dengan dokter apakah konsultasi dengan terapis bicara akan efektif untuk anak Anda.

5. Masalah Gigi

Komplikasi selanjutnya, gigi mungkin tidak dapat berkembang secara normal dan mungkin anak memerlukan perawatan ortodontik.

Pengobatan Bibir Sumbing

Ada beberapa perawatan utama untuk bibir dan langit-langit mulut menyumbing, di antaranya:

1. Operasi Bibir Sumbing

Operasi  untuk memperbaiki cacat lahir ini biasanya dilakukan ketika bayi berusia 3 hingga 6 bulan. Sementara operasi untuk memperbaiki langit-langit mulut sumbing biasanya dilakukan pada usia 6 hingga 12 bulan

2. Membantu Bayi untuk Makan

Anda mungkin perlu saran tentang memposisikan bayi Anda di payudara untuk membantu mereka menyusu, atau Anda mungkin perlu memberi mereka makan menggunakan botol jenis khusus

3. Mengamati Indra Pendengaran Bayi

Bayi yang lahir dengan langit-langit mulut sumbing kemungkinan mengeluarkan cairan telinga, yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Mengamati pendengaran bayi dengan ketat sangat penting dan jika cairan telinga mengganggu pendengarannya secara signifikan, bayi mungkin memerlukan alat bantu dengar atau tabung kecil yang disebut grommet yang dapat dipasang pada telinga untuk mengalirkan cairan.

4. Terapi Wicara

Terapis wicara dan bahasa akan mengamati perkembangan wicara dan bahasa pada anak sepanjang masa kanak-kanak, dan membantu mengatasi masalah wicara dan bahasa.

Kebersihan Gigi dan Perawatan Ortodontik

Orang tua akan diberi saran tentang bagaimana cara merawat gigi anak Anda, dan sang anak mungkin memerlukan kawat gigi jika gigi dewasa tidak tumbuh dengan dengan baik.

Pencegahan Bibir Sumbing

Bibir dan langit-langit mulut menyumbing tidak selalu dapat dicegah. Tetapi, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko kelainan ini pada bayi, di antaranya:

  1. Melakukan tes pra-kehamilan untuk memastikan Bunda sehat sebelum hamil.
  2. Melakukan perawatan prenatal secara teratur dan lengkap selama kehamilan.
  3. Mengonsumsi asam folat jika Anda melakukan program hamil.
  4. Minumlah vitamin prenatal yang mengandung asam folat selama kehamilan.
  5. Jangan merokok atau berhenti merokok.
  6. Jangan minum atau berhenti minum alkohol selama kehamilan.

Jika anggota keluarga Anda yang lainnya mengalami bibir dan langit-langit mulut menyumbing, Anda harus mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau konseling tentang genetik.

  

  1. CDC. 2018. Facts about Cleft Lip and Cleft Palate. https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/cleftlip.html. (Diakses 14 Oktober 2019)
  2. Odunze, Millicent. 2019. Cleft Lip Types and Treatments. https://www.verywellhealth.com/what-is-a-cleft-lip-2709800. (Diakses 14 Oktober 2019)
  3. Mayo Clinic. 2018. Cleft lip and cleft palate. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cleft-palate/symptoms-causes/syc-20370985. (Diakses 14 Oktober 2019)
  4. Cleft Lip/Cleft Palate. https://weillcornellbrainandspine.org/condition/cleft-lip-cleft-palate/symptoms-cleft-lip-cleft-palate. (Diakses 14 Oktober 2019)
  5. Cleft Lip and Cleft Palate. https://www.marchofdimes.org/complications/cleft-lip-and-cleft-palate.aspx. (Diakses 14 Oktober 2019)
  6. Cleft Lip and Palate. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/cleft-lip-and-palate. (Diakses 14 Oktober 2019)
  7. Cleft Lip and Palate. https://www.missionsmile.org/about-cleft-lip-cleft-palate/. (Diakses 14 Oktober 2019)
  8. NHS. 2019. Cleft lip and palate. https://www.nhs.uk/conditions/cleft-lip-and-palate/. (Diakses 14 Oktober 2019)
  9. Cleft Lip and Palate. https://www.stlouischildrens.org/conditions-treatments/cleft-lip-and-palate. (Diakses 14 Oktober 2019)



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi