Terbit: 17 Desember 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Bibir kering pada bayi pada umumnya adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, keadaan ini juga tidak boleh dianggap remeh karena kondisi ini bisa berkembang menjadi luka atau mungkin tanda dari penyakit tertentu.

Bibir Kering pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Bibir Kering pada Bayi

Bayi yang mengalami bibir kering umumnya karena kebiasaannya mengisap bibir, terkait dengan cuaca hingga dehidrasi. Terkadang keadaan ini juga dapat menunjukkan kondisi kesehatan yang mendasarinya. Berikut adalah berbagai kondisi yang menyebabkan bibir bayi menjadi kering, antara lain:

1. Dehidrasi

Bayi baru lahir bisa mengalami dehidrasi jika tidak mendapatkan cukup ASI atau susu formula. Pada hari-hari yang sangat panas, bayi mungkin memerlukan makanan tambahan untuk mencegah dehidrasi.

Selain itu, bayi baru lahir juga cenderung mengeluarkan sekitar empat atau lebih feses per hari pada minggu-minggu awal. Jumlah ini cenderung menurun setelah 6 minggu.

Tanda-tanda dehidrasi pada bayi yang bisa Anda kenali, antara lain:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

  • Ubun-ubun terlihat cekung
  • Mata cekung
  • Menangis tanpa air mata
  • Kulit kering
  • Tangan atau kaki dingin dan muncul bintik/bercak berbentuk tidak teratur
  • Mudah mengantuk
  • Detak jantung yang cepat

Jika bayi dengan bibir pecah-pecah terlihat makan lebih sedikit dari biasanya atau memiliki lebih sedikit popok basah, ia mungkin mengalami dehidrasi. Segera cari pertolongan medis jika Anda mencurigai bayi mengalami dehidrasi.

2. Ganti Kulit

Bayi baru lahir biasanya akan melepaskan beberapa lapisan kulit setelah lahir karena kulit bayi akan menyesuaikan diri dengan dunia luar. Ini adalah proses yang normal dan dapat menyebabkan kulit mengelupas dan bibir bayi menjadi kering.

3. Kebiasaan Mengisap atau Menjilat Bibir

Bayi baru lahir memiliki naluri mengisap yang kuat, hal itu membuatnya dapat terus mengisap atau menjilat bibir bahkan saat tidak menyusu. Keadaan ini bisa menyebabkan bibir menjadi kering karena air liur di atasnya menguap dan membuatnya lebih dehidrasi dari sebelumnya.

4. Kulit Sensitif

Bayi baru lahir dengan kulit sensitif dapat mengalami bibir pecah-pecah sebagai reaksi terhadap iritasi. Beberapa bayi baru lahir sensitif terhadap kosmetik, misalnya, ketika orang dewasa menciumnya saat memakai make up bisa memicu ruam dan menimbulkan bibir pecah-pecah. Selain itu, kain, tisu, losion, dan krim juga bisa memicu reaksi pada beberapa bayi.

5. Obat-obatan

Bibir bayi kering juga dapat berkembang sebagai efek samping dari obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, Anda harus mendiskusikan kemungkinan efek samping obat apa pun dengan dokter anak sebelum memberikannya pada anak. 

6. Kondisi Cuaca

Iklim panas, dingin, dan berangin dapat menyebabkan bibir bayi menjadi kering. Cuaca yang berfluktuasi dapat menarik kelembapan dari kulit sehingga dapat membuat bibir bayi kering dan pecah-pecah.

7. Malnutrisi

Meskipun jarang terjadi, bibir bayi kering juga bisa menjadi pertanda bahwa bayi yang baru lahir kekurangan nutrisi tertentu. Tanpa asupan nutrisi yang tepat, bibir mungkin akan terlihat tidak sehat. Saat Anda mencurigai anak mengalami kekurangan nutrisi, konsultasi dengan dokter diperlukan.

8. Penyakit Kawasaki

Penyakit ini adalah kondisi tidak umum yang menyerang bayi dan anak-anak yang membuatnya mengalami demam berkepanjangan dan pembengkakan pembuluh darah. Keadaan ini biasanya muncul antara usia 6 bulan sampai 2 tahun. Selain menyebabkan demam, penyakit Kawasaki juga dapat menyebabkan bibir merah, bibir kering, lengan, dan kaki bengkak.

Baca Juga: 13 Macam-Macam Refleks pada Bayi yang Perlu Bunda Kenali

Cara Mengatasi Bibir Kering pada Bayi

Setelah Anda mengetahui berbagai keadaan yang membuat bibir bayi menjadi kering, hal penting lainnya mengetahui bagaimana cara mengatasinya.

Pada dasarnya, bayi yang memiliki bibir yang kering dapat diobati dengan pengobatan rumahan. Berikut beberapa perawatan yang bisa Anda lakukan, antara lain:

1. Mengoleskan Lanolin

Lanolin adalah zat berminyak yang sering digunakan untuk mengatasi puting pecah-pecah saat menyusui. Namun obat oles ini juga dapat digunakan sebagai cara mengatasi bibir kering pada bayi.

Pelembap jenis emolien ini bekerja dengan cara membentuk lapisan berminyak di bagian atas kulit sehingga dapat mencegah air di kulit hilang dan meningkatkan kelembapannya.

2. Oleskan ASI

ASI penuh dengan antibodi yang dapat membantu melawan penyakit. Mengoleskannya beberapa tetes ASI ke bibir yang kering dan pecah-pecah dapat membantu menenangkan dan melembapkannya. Selain itu, ASI juga dapat menurunkan risiko infeksi.

3. Oleskan Petroleum Jelly

Mengoleskan petroleum jelly tipis sebelum tidur akan melindungi bibir dari air liur yang bisa mengeringkannya saat tidur. Gunakan dengan hati-hati karena petroleum jelly dapat menyebabkan diare, sakit perut, atau batuk jika tertelan. Oleh karena itu, penggunaannya untuk menghilangkan bibir pecah-pecah harus dilakukan di bawah bimbingan dokter anak.

4. Gunakan Lip Balm yang Aman untuk Bayi

Lip balm untuk bayi biasanya mengandung bahan-bahan alami dan tidak boleh mengandung bahan kimia yang sama seperti lip balm dewasa. Gunakan produk yang telah lulus uji keamanan untuk bayi.

Namun, sebelum menggunakan produk baru pada bayi, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk membahas tentang risiko yang mungkin terjadi.

5. Membedong Bayi dengan Baik

Cuaca ekstrem dapat dengan cepat mengeringkan bibir sensitif bayi baru lahir. Angin, suhu dingin, dan matahari dapat menyebabkan bibir kering atau pecah-pecah. Melindungi kulit bayi baru lahir dari cuaca buruk, termasuk suhu panas atau dingin adalah langkah mudah yang bisa Anda lakukan.

Gunakan lip balm yang aman untuk bayi jika Anda ingin pergi keluar ruangan terutama jika cuaca sangat panas, dingin, atau berangin.

6. Gunakan Humidifier

Menjaga kelembapan udara dapat membantu mencegah kulit bayi mengering. Humidifier akan membantu meningkatkan kelembapan ruangan sehingga dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan bibirnya.

7. Makan Teratur

Bayi baru lahir dapat dengan cepat mengalami dehidrasi kecuali jika mereka menyusu secara teratur. Bibir kering dapat menjadi tanda dehidrasi pada bayi yang menyusu dengan buruk atau sedang sakit.

Setiap bayi memiliki jadwal pemberian makan yang berbeda. Selama beberapa minggu hingga beberapa bulan pertama kehidupannya, bayi yang disusui biasanya menginginkan ASI setiap 1-3 jam, atau sekitar 8 hingga 12 kali dalam 24 jam.

8. Minyak Kelapa

Cara mengatasi bibir kering pada bayi berikutnya adalah menggunakan minyak alami seperti minyak zaitun atau minyak kelapa. Mengoleskan sedikit minyak ini ke bibir bayi dapat melembutkan dan mengurangi kekeringan. Unsur utama minyak ini adalah asam laurat yang menyembuhkan dan tidak memiliki efek samping. Oleskan pada bibir bayi beberapa kali saat bibirnya terlihat kering. 

9. Pasta dari Susu Formula

Selain dengan ASI, cara mengatasi bibir kering pada bayi juga bisa dilakukan dengan susu formula. Tidak seperti ASI yang bisa langsung dioleskan pada bibir, susu formula harus dibuat seperti pasta kemudian baru dioleskan pada bibir. Oleskan beberapa kali dalam satu jam, tergantung seberapa keadaan bibir bayi.

 

  1. Arora, Mahak. 2019. Baby’s Chapped Lips – Causes, Signs and Remedies. https://parenting.firstcry.com/articles/babys-chapped-lips-causes-signs-and-remedies/. (Diakses pada 17 Desember 2020).
  2. Cadman, Bethany. 2018. How to treat chapped lips in a newborn. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323179. (Diakses pada 17 Desember 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi