Terbit: 14 Februari 2020 | Diperbarui: 18 Mei 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Beta karoten adalah salah satu zat kimia yang sangat dibutuhkan oleh tubuh agar senantiasa sehat. Kurangnya asupan zat ini pun dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan tubuh. Lantas, apa itu beta karoten dan apa manfaatnya bagi tubuh kita? Simak informasinya berikut ini!

Beta Karoten: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Apa Itu Beta Karoten?

Beta karoten adalah senyawa kimia organik yang sejatinya banyak terdapat pada bahan makanan alami yakni sayur dan buah-buahan seperti:

  • Wortel
  • Brokoli
  • Aprikot
  • Kol
  • Bayam
  • Plum
  • Labu
  • Ubi
  • Bawang
  • Paprika
  • Asparagus

Fungsi beta karoten pada sayur dan buah-buahan tersebut adalah sebagai zat pemberi pigmen. Namun, senyawa ini kini juga bisa Anda peroleh dari berbagai jenis suplemen makanan yang beredar di pasaran.

Cara Kerja Beta Karoten

Saat masuk ke dalam tubuh, beta karoten akan langsung mengubah dirinya menjadi vitamin A (retinol). Inilah yang membuat senyawa tersebut bisa dikatakan sebagai pelopor (prekursor) dari vitamin yang memiliki banyak fungsi bagi tubuh tersebut mulai dari merawat kesehatan mata, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, hingga antioksidan.

Manfaat Beta Karoten

Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah manfaat beta karoten bagi tubuh yang perlu Anda ketahui!

1. Menjaga Kesehatan Kulit

Mengonsumsi beta karoten dianggap dapat membantu mengurangi sensitivitas kulit terhadap cahaya matahari, terutama pada orang-orang yang menderita kelainan darah seperti erythropoietic protoporphyria.

Selain itu, sejumlah penelitian juga mengungkapkan bahwasanya beta karoten efektif dalam mencegah terjadinya kerusakan kulit sekaligus menjaga agar kulit tampak sehat dan terawat. Pasalnya, beta karoten juga memiliki sifat antioksidan. Kendati demikian, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

2. Meningkatkan Fungsi Kognitif Otak

Manfaat penting selanjutnya dari zat ini adalah meningkatkan fungsi kognitif otak.

Pada sebuah studi yang melibatkan sekitar 4 ribu responden pria, diketahui jika mengonsumsi beta karoten dalam jangka panjang berdampak pada perlambatan penurunan fungsi kognitif otak. Namun, efek yang sama tidak ditemukan dalam penggunaan jangka pendek.

3. Meminimalisir Risiko Degenerasi Makula

Meminimalisir risiko terjadinya degenerasi makula yang dapat memengaruhi fungsi penglihatan menjadi manfaat besar lainnya yang bisa Anda peroleh dari senyawa kimia ini.

Menurut penelitian, konsumsi beta karoten dalam dosis tinggi disertai nutrisi lainnya seperti vitamin C, vitamin E, zinc, dan tembaga dapat menurunkan risiko degenerasi makula (AMD) hingga 25 persen.

Kendati demikian, dosis tinggi tersebut tidak berlaku untuk Anda yang juga merupakan perokok aktif. Pasalnya, hal ini justru akan meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru.

4. Merawat Kesehatan Paru-Paru

Mengonsumsi suplemen mengandung beta karoten juga dikatakan dapat membantu menjaga kesehatan dan fungsi organ paru-paru.

Hal ini sebagaimana diungkapkan sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 2,700 responden. Dikatakan di dalam penelitian tersebut bahwasanya mereka yang rutin mengonsumsi buah dan sayuran mengandung senyawa karotenoid ini memiliki paru-paru yang cenderung sehat.

5. Mencegah Kanker

Menurut the National Cancer Institute, zat kimia ini juga bisa dijadikan salah satu agen untuk mencegah terjadinya kerusakan sel akibat serangan radikal bebas yang bisa berujung pada penyakit kanker.

Pasalnya, senyawa tersebut memiliki properti antioksidan yang mana antioksidan ini fungsi utamanya adalah melindungi sel tubuh dari serangan radikal bebas.

Tentunya masih banyak lagi manfaat yang bisa Anda dapatkan jika mengonsumsi jenis karotenoid ini, yaitu:

  • Meredakan gejala asma
  • Mencegah penyakit jantung
  • Mencegah katarak
  • Mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mengatasi kecanduan alkohol
  • Mengatasi depresi
  • Mengatasi epilepsi
  • Mengatasi infertilitas

Kontraindikasi Beta Karoten

Sayangnya, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi senyawa ini apabila:

  • Merokok
  • Pernah menjalani angioplasti
  • Menderita asbestosis
  • Hamil dan/atau sedang menyusui

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mengonsumsi zat kimia tersebut dalam dosis yang tinggi bagi perokok aktif justru akan meningkatkan risiko kanker paru-paru. Hal ini berlaku untuk sediaan suplemen. Dampak negatif tersebut tidak akan terjadi apabila Anda yang merupakan perokok aktif mengonsumsinya melalui sayur dan buah-buahan.

Dosis Beta Karoten

Berbicara mengenai dosis beta karoten, berikut ini adalah 2 (dua) hal yang perlu Anda ketahui:

1. Sediaan Beta Karoten

Suplemen yang mengandung zat ini umumnya terdiri dari:

  • Kapsul
  • Tablet

Suplemen ini bisa Anda temukan di apotek maupun toko obat lainnya. Pastikan untuk bertanya terlebih dahulu dengan apoteker sebelum memutuskan untuk membelinya.

2. Dosis

Dosis suplemen tergantung dari beberapa faktor, salah satu yang paling utama adalah usia. Berikut ini adalah rincian dosis untuk menjadi pedoman Anda sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic:

Dosis untuk Sehari-hari

  • Dewasa dan remaja: 6 sampai 15 miligram per hari. Dosis ini setara dengan 10 ribu sampai 25 ribu unit vitamin A (memenuhi 70 persen dari total kebutuhan vitamin A harian pada wanita, dan 55 persen pada pria).
  • Anak-anak: 3 sampai 6 miligram per hari. Dosis ini setara dengan 5 ribu sampai 10 ribu unit vitamin A (memenuhi 50 sampai 83 persen dari total kebutuhan vitamin A harian pada anak-anak).

Dosis untuk Melindungi Kulit dari Sinar UV pada Penderita Erythropoietic Protoporphyria

  • Dewasa dan remaja: 30 sampai 300 miligram per hari. Dosis ini setara dengan 50 ribu sampai 500 ribu unit vitamin A.
  • Anak-anak: 30 sampai 150 miligram per hari. Dosis ini setara dengan 50 ribu sampai 250 ribu unit vitamin A.

Dosis untuk Melindungi Kulit dari Sinar UV pada Penderita Polymorphous Light Eruption

  • Dewasa dan remaja: 75 sampai 180 miligram per hari. Dosis ini setara dengan 125 ribu sampai 300 ribu unit vitamin A.
  • Anak-anak: 30 sampai 150 miligram per hari. Dosis ini setara dengan 50 ribu sampai 250 ribu unit vitamin A.

Petunjuk Penggunaan Beta Karoten

Berikut adalah petunjuk penggunaan obat yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Gunakan suplemen sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan atau sesuai petunjuk dokter dan apoteker.
  • Gunakan suplemen secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Contoh, setiap 12 jam sekali (untuk dosis 2 kali sehari). Tentukan jadwal minum suplemen dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa minum suplemen pada jadwal yang sudah ditentukan, segera minum ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal minum suplemen selanjutnya masih jauh, misalnya 6 jam lagi). Hindari pemakaian suplemen melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.

Petunjuk Penyimpanan Beta Karoten

Suplemen ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitasnya tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 15 – 30 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

Efek Samping Beta Karoten

Mayoritas penggunaan suplemen ini tidak menimbulkan gejala efek samping. Akan tetapi, pemakaian yang dilakukan oleh perokok aktif, penderita angioplasti, dan asbestosis mungkin akan berdampak pada:

  • Kanker paru-paru
  • Kanker usus besar
  • Kanker prostat

Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apabila Anda termasuk ke dalam salah satu kelompok yang tidak dianjurkan untuk menggunakan suplemen ini.

Sementara itu, risiko efek samping lainnya yang mungkin terjadi adalah:

  • Perubahan warna kulit menjadi kekuningan
  • Kepala pusing
  • Diare
  • Nyeri sendi
  • Perdarahan abnormal

Interaksi Beta Karoten

Suplemen akan berinteraksi dengan sejumlah jenis obat-obatan, yaitu:

  • Statin
  • Niacin
  • Cholestyramine
  • Colestipol
  • Orlistat

Selain itu, suplemen ini juga akan berinteraksi dengan alkohol dan bisa menyebabkan gangguan fungsi hati (liver) apabila digunakan secara bersamaan dalam jangka waktu lama.

Peringatan dan Perhatian Beta Karoten

1. Keamanan Beta Karoten

Beta karoten cenderung aman untuk dikonsumsi selama Anda tidak mengidap suatu masalah kesehatan. Justru, zat ini sangat dibutuhkan guna menjaga tubuh tetap sehat.

Meskipun begitu, suplemen ini tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh Anda yang merokok, menderita angioplasti, dan asbestosis karena dapat meningkatkan risiko kanker. Ibu hamil dan menyusui juga sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen ini untuk sementara waktu.

2. Peringatan dan Perhatian Lainnya

Beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi suplemen adalah:

  • Jangan mengonsumsi suplemen apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengannya.
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti kepala pusing, kulit menjadi kekuningan, dan gejala efek samping lainnya sebagaimana telah disebutkan di atas.
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

 

  1. Anonim. Beta-Carotene. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-999/beta-carotene (Diakses pada 14 Februari 2020)
  2. Anonim. Beta Carotene (Oral Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/beta-carotene-oral-route/side-effects/drg-20066795 (Diakses pada 14 Februari 2020)
  3. Newman, T. 2017. All you need to know about beta carotene. https://www.medicalnewstoday.com/articles/252758 (Diakses pada 14 Februari 2020)
  4. Olsen, N. 2018. Benefits of Beta-Carotene and How to Get It. https://www.healthline.com/health/beta-carotene-benefits (Diakses pada 14 Februari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi