Terbit: 18 Agustus 2020
Ditulis oleh: dr. Eta Auria Latiefa | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Salah satu olahraga yang memiliki penurunan jumlah peminat saat masa pandemi COVID-19 adalah berenang. Banyak yang beranggapan bahwa olahraga ini cukup berisiko dalam meningkatkan penyebaran penyakit. Bagaimanakah sesungguhnya risiko penularan COVID-19 saat berenang?

Amankah Berenang saat Pandemi COVID-19? Cek Tipsnya!

Manfaat Berenang bagi Kesehatan

Berenang adalah kegiatan olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan. Menurut Center for Disease Control Prevention (CDC), olahraga renang dapat bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit kronis, seperti diabetes mellitus dan penyakit jantung.

Berenang juga mampu meningkatkan kesehatan dan kebugaran penderita penyakit kronis tersebut. Rekomendasi waktu untuk melakukan olahraga aerobik seprti berenang, bersepeda, atau berlari adalah 2,5 jam (150 menit) per minggu. Lebih mudahnya adalah dengan menerapkan olahraga sebanyak 5 kali per minggu dengan durasi 30 menit tiap sesi.

Beberapa penelitian juga menyebutkan efek positif dari olahraga renang terhadap penyakit kronis muskuloskeletal, seperti osteoarthritis (peradangan sendi). Menurut salah satu publikasi yang dimuat di Cochrane Database Systematic Review, olahraga akuatik memiliki efek yang relevan terhadap perbaikan nyeri dan kualitas hidup pasien-pasien dengan osteoarthritis.

Amankah Berenang saat Pandemi COVID-19?

Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada bukti kuat yang mengarah bahwa SARS-CoV- 2 dapat menular melalui air. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari CDC.

Perlu kita ingat bahwa COVID-19 menular melalui droplet dari orang yang terinfeksi saat berbicara, bersin, atau batuk. Tentu hal ini perlu menjadi perhatian karena olahraga renang terutama di tempat umum memiliki risiko untuk berkumpul dengan orang banyak. Selain itu, droplet dapat menempel pada permukaan benda-benda sekitar.

Ketika Anda memilih tempat umum sebagai area berenang, maka akan sulit untuk menghindar dari sentuhan dengan benda-benda yang banyak dipegang orang, seperti loker, tepian kolam renang, kenop pintu, pegangan tangga, dll.

Pilih Kolam Renang Umum, Pribadi, Danau, atau Pantai?

Secara teori, jika Anda memilih beraktivitas di kolam renang tergolong cukup aman jika Anda melakukannya sendiri atau minimal tidak berkerumun dengan banyak orang. Terlebih, pengelolaan sarana yang tepat dan penggunaan klorin di kolam renang dapat berperan sebagai disinfektan yang mampu membunuh virus.

perlu diperhatikan bahwa risiko penularan COVID-19 akan meningkat jika Anda berinteraksi dengan banyak orang. Sehingga, akan lebih baik jika Anda menggunakan kolam renang pribadi atau memilih kolam renang yang tidak ramai jika Anda menggunakan kolam renang umum.

Lalu, bagaimana dengan danau atau pantai? Prinsipnya tetap sama, hindari berkerumun dengan banyak orang.

Berhubung sejauh ini belum ada bukti yang mengarah penularan COVID-19 melalui air, maka sebenarnya aman jika Anda ingin beraktivitas di tempat wisata air seperti danau atau pantai.

Pilihlah tempat yang tidak ramai dan jangan lupa untuk menggunakan masker saat Anda tidak berada di dalam air. Selain itu, perhatikan pula peringatan-peringatan lain yang diberikan oleh petugas terkait dengan kegiatan Anda selama di tempat tersebut, seperti peringatan ombak tinggi atau arus deras saat di pantai, larangan untuk berenang, dan lain sebagainya.

Tips Aman Berenang saat Pandemi COVID-19

CDC mengeluarkan beberapa rekomendasi yang perlu diperhatikan jika Anda ingin beraktivitas di sarana perairan:

1. Sebelum Berangkat

  • Jika Anda memiliki gejala COVID-19 seperti demam/batuk/pilek/sesak napas, atau terkonfirmasi COVID-19, atau sedang menunggu hasil tes COVID-19, atau memiliki riwayat kontak dengan pasien COVID-19, sebaiknya Anda tetap di rumah dan tidak usah pergi kemana-mana kecuali untuk urusan yang tidak dapat ditinggal.
  • Sebelum Anda memutuskan untuk beraktivitas di saranan perairan, pastikan dengan baik bahwa wahana tersebut dikelola dengan baik terutama dalam hal pencegahan COVID-19.
  • Siapkan segala peralatan yang diperlukan sebelum berangkat, seperti masker, hand sanitizer, tisu basah, handuk, alat makan pribadi, alat ibadah pribadi, dsb.

2. Terapkan physical distancing

Selalu jaga jarak minimal 1,5-2 meter dengan orang lain. Pastikan bahwa tempat yang akan Anda kunjungi tidak ramai sehingga Anda tetapi bisa menerapkan physical distancing selama beraktivitas. Jika tempat yang Anda pilih tidak memungkinkan, maka ganti tempat lain atau sebaiknya tetap di rumah saja.

3. Gunakan Masker

Selalu gunakan masker saat Anda tidak berada di dalam air, kecuali untuk anak usia di bawah 2 tahun. Penggunaan masker dapat meminimalisir risiko penularan COVID-19.

4. Budayakan Cuci Tangan

Selalu terapkan cuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik. Atau jika tidak ada, dapat menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%. Bawalah peralatan pribadi sehingga Anda dapat menghindari peralatan yang dipakai bersama dengan orang lain. Jangan lupa untuk cuci tangan setelah menyentuh permukaan benda yang sering dipegang bersama.

 

Informasi kesehatan ini disponsori:
logo-cimsa-ugm-doktersehat

 

 

 

  1. Bartels EM, Lund H, Hagen KB, Dagfinrud H, Christensen R, Danneskiold-Samsøe B. Aquatic exercise for the treatment of knee and hip osteoarthritis.ExternalCochrane Database Syst Rev. 2016;3:CD005523.
  2. Center for Disease Control and Prevention. Updated 1 July, 2020. Available from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/beaches-pools.html diakses pada 8 Agustus 2020.
  3. Chase NL, Sui X, Blair SN. 2008. Swimming and all-cause mortality risk compared with running, walking, and sedentary habits in men. Int J of Aquatic Res and Educ. 2(3):213-23.
  4. S. Department of Health and Human Services. 2008 Physical Activity Guidelines for Americans: Be active, healthy, and happy! In Chapter 2: Physical Activity Has Many Health Benefits.External.
  5. Westby MD. A health professional’s guide to exercise prescription for people with arthritis: a review of aerobic fitness activities.ExternalArthritis Rheum. 2001;45(6):501-11.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi