Terbit: 8 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Orang awam yang tidak memahami HIV mungkin akan langsung beranggapan kalau penderita tidak bisa melakukan seks lagi. Mereka akan mengalami penurunan kesehatan dan akhirnya tidak bisa diselamatkan.

4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Bercinta dengan Penderita HIV

Sebenarnya, penderita HIV tidak serta-merta langsung mendapatkan vonis buruk, mereka masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa termasuk berhubungan badan. Nah, kalau salah satu di antara kita semua memiliki pasangan dengan HIV atau mungkin malah mengidap HIV, seks masih bisa dilakukan.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar tetap aman dan nyaman. Simak ulasan di bawah ini!

1. Rutin konsumsi antiretroviral

Untuk bisa selalu sehat setiap saat, penderita HIV disarankan untuk menenggak antiretroviral secara rutin setiap harinya. Obat ini akan menekan pertumbuhan HIV, sehingga kondisi tubuh tetap bugar dan risiko menjadi AIDS kecil. Setelah mengonsumsi obat ini, penderita masih bisa melakukan aktivitas harian termasuk kerja dan bercinta.

2. Jangan lupakan kondom

Kondom adalah salah satu pelindung terbesar agar HIV tidak menular. Saat melakukan seks dengan penderita HIV kondom tidak boleh dilupakan. Dengan kondom, seks bisa dilakukan seperti biasanya termasuk saat foreplay. Oh ya, berciuman tidak akan menularkan HIV kecuali di dalam rongga mulut terdapat luka.

3. Pemeriksaan rutin

Tetap lakukan pemeriksaan rutin paling tidak sebukan sekali. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kondisi tubuh dan ada atau tidaknya penyebaran HIV.

4. PEP dan PrEP

Kalau Anda merasa ada kemungkinan terkena infeksi virus karena kondom yang digunakan bocor bisa melakukan PEP. Biasanya dalam jangka waktu 72 jam Anda harus segera menemui dokter. Selanjutnya Anda akan diberi antiretroviral selam 28 hari untuk mencegah virus berkembang.

Selanjutnya kalau wanita ingin hamil dari pria yang memiliki HIV positif biasanya mengonsumsi PrEP. Dengan mengonsumsi ini, wanita tidak akan terinfeksi HIV begitu pula dengan bayi yang dikandung.

Semoga ulasan di atas bermanfaat!


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi