Terbit: 13 Juli 2020 | Diperbarui: 22 Juli 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Bercak putih pada kulit umum terjadi akibat depigmentasi atau kehilangan pigmen warna kulit. Ketahui apa penyebab bercak putih di wajah dan cara mengatasinya secara lengkap dalam artikel ini.

7 Penyebab Bercak Putih pada Kulit dan Cara Mengatasinya

Penyebab Bercak Putih pada Kulit

Bercak putih di kulit adalah kondisi umum yang biasanya tidak berbahaya. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya pigmen pewarna kulit yang disebut dengan melanin. Bercak putih di wajah dapat juga terjadi karena ada sel-sel kulit mati atau protein yang terjebak di permukaan kulit.

Cara menghilangkan bercak putih di wajah berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Anda dianjurkan untuk tetap konsultasi ke dokter kulit untuk diagnosis dan perawatan kulit yang lebih tepat.

Berikut ini penyebab bercak putih di kulit:

1. Tinea Versicolor (Panu)

Tinea versicolor atau pityriasis versicolor adalah istilah medis untuk penyakit kulit panu. Panu disebabkan oleh infeksi jamur yang berkembang di permukaan kulit. Gejala panu berupa bercak-bercak putih, bersisik, kulit kering, dan kulit gatal.

Umumnya, panu disebabkan oleh penumpukan keringat berlebih, kulit lembap, berminyak, atau sistem imun yang lemah. Gangguan kulit ini dapat terjadi pada siapa saja namun lebih rentan terjadi pada mereka yang tinggal di wilayah tropis atau musim panas panjang.

Cara Menghilangkan Bercak Putih di Wajah Akibat Tinea Versicolor (Panu)

Cara mengatasi panu adalah dengan menggunakan produk antijamur seperti sabun, sampo, atau krim kulit tanpa resep. Obat-obatan antijamur yang mengandung selenium sulfida, miconazole, zinc pyrithione, clotrimazole, atau ketoconazole dapat membantu menyembuhkan panu.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk menjalani kebiasaan sehat seperti ganti baju bila sangat berkeringat, mandi, serta membatasi paparan sinar matahari langsung di musim panas. Bila gejala panu lebih serius, konsultasi pada dokter untuk mendapatkan resep obat antijamur lainnya.

2. Pityriasis Alba

Pityriasis alba adalah kondisi di mana kulit mengalami gejala bercak putih kemerahan atau merah muda, bersisik, dan membentuk pola bulat atau tidak beraturan di kulit. Sementara ini, penyebab pityriasis alba belum diketahui namun dikaitkan dengan kondisi eksim atau dermatitis atopik.

Pityriasis alba umumnya terjadi pada anak-anak di antara usia 3 sampai 16 tahun. Bercak kulit tersebut memengaruhi kulit leher, bahu, lengan, atau wajah. Kondisi ini cenderung tidak berbahaya dan akan memudar menjadi bintik-bintik putih lalu hilang seiring waktu.

Cara Menghilangkan Bercak Putih di Wajah Akibat Pityriasis Alba

Pityriasis alba adalah kondisi yang umumnya tidak memerlukan perawatan khusus. Anda dapat mengatasinya dengan pelembap kulit, steroid topikal, krim hidrokortison 1%, atau krim nonsteroid yang dijual secara bebas di apotek.

Baca Juga: Kanker Kulit: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

3. Lichen Sclerosus

Lichen sclerosus adalah gangguan kulit langka yang penyebabnya belum diketahui, namun dikaitkan dengan ketidakseimbangan hormon dan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja namun lebih rentan pada orang dewasa dan wanita pascamenopause.

Gejala lichen sclerosus berupa bercak putih, gatal, dan kulit tipis pada kulit sekitar anus atau vulva pada wanita dan kulup penis pada pria. Lichen sclerosus juga dapat membuat penderitanya kesulitan buang air kecil, berdarah, kulit terkelupas, dan sakit saat berhubungan seksual.

Cara Mengatasi Lichen Sclerosus

Gangguan kulit lichen sclerosus membutuhkan perawatan medis jangka panjang untuk membantu mengurangi gejala penipisan kulit, gatal, dan jaringan parut. Dokter akan memberikan losion atau obat topikal kortikosteroid.

4. Idiopathic Guttate Hypomelanosis (Sun Spots)

Idiopathic guttate hypomelanosis adalah istilah medis untuk gangguan kulit yang terpapar sinar matahari dalam intensitas tinggi dan waktu yang lama. Kondisi ini menyebabkan sunspots atau bercak putih berukuran sekitar 2-5 milimeter yang memengaruhi wajah, kaki, atau punggung.

Cara Menghilangkan Bercak Putih Akibat Paparan Sinar Matahari

Kondisi ini umumnya tidak memerlukan perawatan khusus, namun mungkin akan mengganggu penampilan Anda. Cara mengatasinya cukup dengan menggunakan steroid topikal untuk mengurangi peradangan kulit.

Anda juga dianjurkan untuk menggunakan losion atau tabir surya serta batasi paparan langsung dengan sinar matahari. Bila perlu, gunakan pakaian tertutup bila pergi keluar di siang hari.

5. Eksim

Eksim atau dermatitis atopik adalah gangguan kulit akibat penyakit sistem kekebalan tubuh. Gejala eksim berupa gatal, peradangan kulit, ruam, bercak putih kemerahan, dan kulit kering. Tingkat keparahan eksim tergantung pada stadium eksim yang mendasarinya.

Eksim dapat memengaruhi kulit bagian tangan, kaki, kelopak mata, dan wajah. Gangguan kulit ini dapat terjadi pada siapapun, bahkan dimulai dari sejak masih bayi hingga segala usia. Eksim mungkin juga memengaruhi seseorang seumur hidup.

Cara Mengatasi Eksim

Anda harus konsultasi pada dokter kulit untuk penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Umumnya, dokter akan memberikan obat topikal (oles) kortikosteroid dan krim antigatal atau obat alergi oral seperti antihistamin.

Anda juga dianjurkan untuk mengontrol gejala eksim dengan cara menggunakan pelembap kulit, tidak menggunakan sabun yang mengandung bahan kimia keras, menghindari polusi udara, dan alergen di lingkungan untuk mengurangi gatal dan ruam kulit.

6. Milia

Milia adalah bintil-bintil putih di kulit yang terjadi akibat protein pembentuk lapisan luar kulit yang disebut keratin terjebak di permukaan kulit. Gangguan kulit ini umumnya ada di area pipi, bawah mata, atau hidung.

Kondisi ini sering terjadi pada bayi baru lahir namun tidak membahayakan. Selain itu, milia bisa juga disebabkan oleh paparan sinar matahari, efek samping krim steroid, atau gangguan eksfoliasi kulit secara alami.

Baca Juga: 13 Cara Menghilangkan Milia secara Medis dan Alami

Cara Mengatasi Milia

Sebenarnya, milia dapat hilang dengan sendirinya seiring waktu namun Anda dapat mengatasinya dengan cepat dengan perawatan medis seperti deroofing milia, cryotherapy, chemical peels, atau prosedur medis dengan laser. Anda juga dapat menghilangkan milia dengan cara alami seperti menggunakan masker madu, uap wajah, atau eksfoliasi kulit.

7. Vitiligo

Vitiligo adalah gangguan kulit akibat kondisi autoimun, yaitu suatu kondisi ketika sel kekebalan tubuh menyerang sel tubuh sehat. Vitiligo terjadi akibat sel-sel kulit (melanosit) tidak dapat memproduksi pigmen warna (melanin) yang berperan untuk memberi warna rambut, mata, dan kulit. Akibatnya, kulit tidak mengalami pigmentasi dan warna kulit menjadi tidak rata.

Kondisi ini dapat memengaruhi kulit bagian mana saja atau bahkan bercak putih pada kulit meningkat secara bertahap ke seluruh tubuh. Orang-orang yang memiliki riwayat keluarga vitiligo lebih rentan terkena vitiligo.

Cara Mengatasi Vitiligo

Dokter akan memberi beberapa opsi perawatan kulit vitiligo, seperti:

  • Perawatan dengan krim topikal steroid
  • Obat oral untuk mengembalikan pigmentasi
  • Terapi sinar ultraviolet
  • Cangkok kulit

Dokter akan merekomendasi opsi pengobatan lain yang sesuai dengan kondisi Anda. Sebagian orang dengan vitiligo juga menutupi bercak putih di kulit dengan penggunaan riasan untuk menyamakan warna kulit.

Itulah beberapa penyebab bercak putih di kulit. Beberapa kondisi medis yang mendasarinya tidak membutuhkan perawatan khusus, namun sebagiannya lagi membutuhkan perawatan medis. Apabila Anda memiliki salah satu dari gangguan kulit tersebut, disarankan untuk konsultasi ke dokter kulit untuk diagnosis dan perawatan kulit lebih baik.

 

  1. Higuera, Valencia. 2018. What’s Causing White Spots on My Face and How Can I Treat Them?. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/white-spots-on-face#pictures. (Diakses pada 13 Juli 2020).
  2. Huizen, Jennifer. 2018. What are these white spots on my skin?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319887. (Diakses pada 13 Juli 2020).
  3. Whelan, Corey. 2019. What’s Causing Spots on My Skin and How Can I Treat Them?. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/white-spots-on-skin. (Diakses pada 13 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi