Terbit: 7 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jika kita berpikir tentang berat badan, hal pertama yang akan terlintas dalam pikiran biasanya adalah lemak. Padahal, berat badan juga terdiri dari banyak hal, baik itu tulang, daging, otot, atau bahkan organ-organ dalam. Sebenarnya, berapa sih berat organ yang ada dalam tubuh kita?

Berapa Sih Berat Otak dan Organ-Organ Dalam Tubuh Lainnya?

Dikutip dari Health 24, meskipun memiliki ukuran yang paling besar, paru-paru dan otak kita ternyata bukanlah organ yang paling berat. Justru, organ yang paling berat pada tubuh kita adalah kulit. Tak hanya lapisan terluar yang bisa kita sentuh, kulit memiliki tiga lapisan total, yakni epidermis, dermis, dan hypodermis. Ketebalan kulit juga berbeda-beda di setiap bagian tubuh.

Menurut Journal of Investigative Dermatology, kulit kita bisa memiliki berat hingga 10 kg dan memiliki luas sekitar 2 meter persegi.

Lantas, bagaimana dengaan berat organ-organ lainnya? Pakar kesehatan menyebut organ hati kita bisa mencapai 1,6 kg. Hati juga menyimpan 10 persen dari total darah di dalam tubuh dan memompanya sekitar 1,5 liter per menit. Sementara itu, otak kita memiliki berat sekitar 1,5 kg atau sekitar 2 persen dari total berat badan kita. Semakin besar ukuran otak biasanya berbanding lurus dengan kecerdasan seseorang.

Usus kecil memiliki berat sekitar 2 kg dan panjang sekitar 7 meter. Sementara itu, usus besar memiliki berat 1,5 kg namun hanya memiliki panjang 1,5 m. Diameter usus besar juga bisa mencapai 7 cm. Sementara itu, jantung kita bisa memiliki ukuran 300 hingga 350 gram dan ginjal kita bisa memiliki berat sekitar 150 hingga 300 gram.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Lantas, berapa berat organ paru-paru yang ukurannya sepertinya sangat besar itu? Menurut penelitian, berat rata-rata paru-paru orang dewasa ternyata hanya sekitar 1 kg.

Sekarang Sobat Sehat sudah tahu kan seberapa berat organ-organ di dalam tubuh kita?


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi