DokterSehat.Com– Operasi caesar adalah salah satu opsi ketika persalinan normal lebih berisiko untuk dilakukan. Operasi caesar berarti mengeluarkan bayi melalui rahim, bukan melalui vagina. Proses operasi caesar umumnya membutuhkan pemulihan lebih lama dibanding persalinan normal. Sebenarnya, berapa kali operasi caesar boleh dilakukan?

doktersehat-operasi-pisau

pic credit: Army Medicine

Penyebab operasi caesar

Ada beberapa penyebab ibu perlu melakukan operasi caesar, di antaranya bayi berukuran besar sehingga akan sulit untuk melahirkan melalui vagina. Kemudian posisi bayi sungsang, plasenta previa, bayi terlilit tali pusar, serta kondisi ibu dan janin lainnya yang dapat membuat persalinan normal sulit dilakukan.

Pada ibu yang mengalami operasi caesar untuk kelahiran anak pertama umumnya disarankan untuk melahirkan anak berikutnya dengan cara operasi caesar juga. Hal ini disebabkan karena persalinan normal mungin akan lebih berisiko.

Berapa kali operasi caesar bisa dilakukan pada tubuh wanita?

Sebenarnya tidak ada batasan khusus mengenai batasan berapa kali operasi caesar bisa dilakukan. Pada beberapa ibu, operasi caesar bisa dilakukan hingga tiga kali. Namun ada juga yang tidak disarankan untuk melahirkan dengan operasi caesar setelah lebih dari tiga kali persaliann caesar. Semua tergantung kondisi ibu dan janin.

Risiko melakukan operasi caesar berulang kali

Ada beberapa risiko melakukan operasi caesar berulang kali, di antaranya:
1. Mengalami luka jaringan di sepanjang rahim dan organ sekitarnya.
2. Cedera pada usus dan kandung kemih
3. Perdarahan hebat. Perdarahan merupakan salah satu risiko yang terjadi setelah operasi ceasar. Jika kondisi sangat parah, Anda memiliki risiko pengangkatan rahim atau histerektomi dan Anda mungki membutuhkan transfusi darah.
4. Masalah dengan plasenta. Semakin sering Anda melakukan operasi caesar maka semakin tinggi Anda mengalami masalah dengan plasenta seperti plasenta akreta atau plasenta previa.
5. Memicu hernia dan diastasis recti
6. Mati rasa dan nyeri di daerah sayatan

Sebaiknya selalu konsultasikan kondisi kehamilan dan pilihan metode persalinan pada dokter kandungan Anda sejak awal kehamilan, terutama jika mengandung anak kedua atau ketiga.