Terbit: 4 Mei 2018 | Diperbarui: 5 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Imunisasi merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan anak dari infeksi penyakit menular. Imunisasi dilakukan dengan cara memasukkan bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan untuk merangsang kekebalan tubuh dan membentuk antibodi. Antibodi tersebut berguna untuk melindungi tubuh dari bakteri atau virus di masa depan. WHO dan IDAI telah mengeluarkan rekomendasi jadwal imunisasi bagi usia balita dan dewasa. Lalu, berapakah jarak waktu yang aman antara satu imunisasi ke imunisasi yang lain?

Berapa Jarak yang Aman Antara Satu Imunisasi dengan Lainnya?

Jarak aman antara imunisasi yang satu dengan yang lain

Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh para orang tua adalah berapa jarak waktu yang aman antara imunisasi yang satu dengan imunisasi lainnya. Sebagian besar vaksin butuh beberapa kali dosis pemberian vaksin untuk mendapat daya kekebalan tubuh yang optimal. Untuk itu jarak pemberian vaksin perlu diperhatikan, terutama dari jenis vaksin yang akan diberikan.

Perbedaan antara vaksin hidup dan vaksin mati

Vaksin dapat dibagi menjadi dua, yaitu vaksin hidup dan vaksin mati. Vaksin hidup dikenal sebagai live attenuated vaccine, yaitu vaksin yang dibuat dari bakteri atau virus yang sudah dilemahkan. Beberapa vaaksin dari virus hidup di antaranya vaksin polio oral, vaksin campak, vaksun demam kuning, vaksin cacar air, dan rubela. Sedangkan vaksin yang berasal dari bakteri hidup adalah BCG.

Sedangkan vaksin mati dibuat dari bakteri atau virus yan gdibiakkan kemudian dimatikan dengan zat kimia atau dengan pemanasan. Jenis vaksin dari virus yang dimatikan antara lain vaksin influenza, polio injeksi, rabies, hepatitis A dan B. Sedangkan vaksin dari bakteri yang dimatikan antara lain pertusis, demam tifoid, kolera, difteridan tetanus.

Untuk vaksin hidup, jarak pemberian antara vaksin yang disarankan adalah 2 minggu. Interval waktu tersebut bertujuan untuk mengurangi reaksi antibodi yang saling berinteraksi antara vaksin satu dengan vaksin lainnya sehingga membuat respon kekebalan tubuh jadi tidak maksimal. Kecuali vaksin hidup yang diteteskan lewat mulut seperti vaksin polio oral dan rotavirus, pemberian vaksn hidup tetes tidak memerlukan jeda waktu minimal dengan pemberian vaksin hidup lainnya, baik yang diteteskan maupun suntik. Sedangkan pemberian vaksin mati, tidak memerlukan jeda waktu antara vaksin sati dengan vaksin mati lainnya ataupun vaksin hidup.

Sebaiknya orang tua mengikuti jadwal imunisasi anak yang disarankan oleh IDAI. Apabila terjadi keterlambatan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak mengenai pemberian jadwal imunisasi selanjutnya.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi