Terbit: 4 November 2020 | Diperbarui: 5 November 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Berat badan ideal ibu hamil adalah sesuatu yang penting untuk dicapai guna mendukung kesehatan ibu dan janin. Pada wanita hamil, perhitungan indeks massa tubuh/body mass index (BMI) berdasarkan pada berat badan sebelum hamil. Lantas, berapa badan ideal saat hamil? Simak selengkapnya.

Berapa Berat Badan Ideal Ibu hamil? Ini Cara Mengukurnya

Cara Menghitung Berat Badan Ideal Ibu Hamil

Memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi selama kehamilan dapat berdampak besar pada kesehatan ibu dan janin. BMI adalah ukuran lemak tubuh yang dihitung dari berat dan tinggi badan. Apakah berat badan Anda termasuk kategori kurus, normal, atau kegemukan? Untuk mendapatkan jawabannya Anda bisa menggunakan kalkulator BMI.

Kategori Berat Badan

BMI Sebelum Hamil

Kenaikan Berat yang Direkomendasikan

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Berat badan kurang

Kurang dari 18,5

13-18 kg

Berat badan normal

18,5-24,9

11-16 kg

Kegemukan

25-29,9

7-11 kg

Obesitas

30 atau lebih tinggi

5-9 kg

 

Sementara itu, kenaikan berat badan yang direkomendasikan untuk hamil kembar adalah:

  • Seorang wanita dengan berat badan normal (BMI 18,5-24,9) disarankan untuk menambah berat badan antara 16,8-24,5 kg.
  • Wanita yang kelebihan berat badan (BMI antara 25 dan 29,9) disarankan untuk menambah berat badan antara 14,1-22,7 kg
  • Wanita obesitas (BMI 30 atau lebih) dianjurkan untuk menambah berat antara 11,3-19,1 kg.

Selain berpatokan pada tabel, terdapat cara mudah untuk menghitung berat badan ideal saat hamil yaitu dengan kalkulator berat badan ideal ibu hamil.

Penambahan Berat Badan Setiap Trimester

Kenaikan berat badan secara bertahap sama pentingnya dengan berat badan secara keseluruhan. Hal ini menjadi penting karena janin membutuhkan pasokan nutrisi dan kalori yang stabil untuk tumbuh selama di dalam rahim.

Berat badan yang meningkat selama hamil pada dasarnya tergantung dari berbagai faktor, seperti fungsi metabolisme, tingkat aktivitas, dan genetik. Bagi ibu yang memiliki BMI normal, berikut adalah rekomendasi dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

  • Trimester pertama. Pada masa ini janin masih kecil, itu berarti penambahan berat badan berkisar 1-1,8 kg. Jika ibu hamil mengidam terus-menerus, kenaikan berat badan mungkin lebih banyak terjadi pada trimester pertama.
  • Trimester kedua. Pada masa ini janin mulai tumbuh dengan cepat. Berat badan ideal ibu hamil pada periode ini bertambah sekitar 5,4-6,3 kg.
  • Trimester ketiga. Periode ini biasanya membuat berat badan ibu hamil mengalami penurunan sebanyak 3,6-4,5 kg. Beberapa wanita merasa berat badannya stabil atau bahkan turun selama bulan kesembilan. Kehilangan beberapa kilogram pada masa ini adalah sesuatu yang normal karena bagian perut yang semakin ketat menyulitkan mencari ruang untuk makanan.

Selama kenaikan berat badan secara keseluruhan sesuai target dan Anda bertambah dengan kecepatan yang seharusnya, hal itu menandakan bahwa Anda sudah berada pada jalur yang benar.

BMI Tinggi dan Munculnya Masalah Kesehatan

Memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi meningkatkan risiko berbagai komplikasi kehamilan, termasuk:

  • Risiko keguguran, lahir mati, dan keguguran berulang.
  • Diabetes gestasional.
  • Komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan pada sistem organ lain seperti hati dan ginjal (preeklamsia).
  • Disfungsi jantung.
  • Sleep apnea.
  • Perlunya operasi caesar dan risiko komplikasi operasi caesar (seperti infeksi luka).

Selain memengaruhi ibu, BMI yang tinggi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan pada janin, antara lain:

  • Cacat lahir.
  • Memiliki berat badan yang besar dari rata-rata (makrosomia).
  • Pertumbuhan terganggu.
  • Asma masa kecil.
  • Obesitas anak.

Selain BMI, terdapat faktor lain yang juga mungkin berperan menyebabkan berbagai masalah seperti di atas.

Amankah Menurunkan Berat Badan saat Hamil?

Jika seorang wanita memiliki berat badan berlebih saat hamil, dokter mungkin menyarankan untuk menurunkan berat badan, akan tetapi penurunan berat badan harus berada dalam pengawasan dokter. Dalam banyak kasus, wanita hamil tidak diperbolehkan menurunkan berat badan.

Baca Juga: Pemeriksaan Kehamilan saat Pandemi COVID-19 (Panduan Aman)

Cara agar Berat Badan Ideal Ibu Hamil Tercapai

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan agar berat badan saat hamil bertambah, antara lain:

  • Makanlah lima sampai enam porsi kecil setiap hari.
  • Konsumsi camilan seperti kacang, kismis, keju, buah kering, es krim, atau yoghurt.
  • Tambahkan susu bubuk tanpa lemak ke mashed potatoes, telur orak-arik, dan sereal.
  • Tambahkan mentega, margarin, krim keju, atau kaldu pada makanan.
  • Oleskan selai kacang pada roti panggang, apel, atau pisang. Satu sendok selai kacang memberi Anda sekitar 100 kalori dan 7 gram protein.

Bagaimana Jika Selama Hamil Berat Badan di Atas Normal?

Jika berat badan Anda bertambah lebih dari yang direkomendasikan, bicarakan dengan dokter tentang hal-hal apa yang harus dilakukan. Biasanya, Anda perlu menunggu sampai setelah melahirkan untuk menurunkan berat badan.

Berikut tips untuk memperlambat penambahan berat badan, antara lain:

  • Pilih makanan yang rendah lemak seperti sayuran, dada ayam, jamur, ubi, atau putih telur.
  • Pilih produk susu dan olahannya yang rendah lemak.
  • Membatasi asupan minuman manis.
  • Batasi penggunaan garam pada makanan.
  • Batasi camilan berkalori tinggi seperti kue kering, permen, donat, atau keripik kentang.
  • Konsumsi makanan berlemak secukupnya. Minyak goreng, margarin, mentega, saus, mayones, dan krim keju mengandung lemak.
  • Memasak makanan dengan cara yang sehat. Memanggang dan merebus adalah cara memasak yang sehat.
  • Olahraga ringan dapat membantu membakar kalori berlebih. Berjalan, yoga, atau berenang adalah aktivitas yang aman untuk ibu hamil. Konsultasi dengan dokter mengenai olahraga apa yang cocok dengan kondisi Anda.

Terakhir, cobalah untuk tidak terlalu fokus pada naik turunnya berat badan, fokuslah pada kebutuhan nutrisi bergizi untuk Anda dan janin. Apabila terjadi peningkatan berat badan tiba-tiba atau tidak ada adanya peningkatan berat badan sama sekali, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

  1. Anonim. Pregnancy and obesity: Know the risks. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy-and-obesity/art-20044409. (Diakses pada 4 November 2020).
  2. Anonim. Gain Weight Safely During Your Pregnancy. https://www.webmd.com/baby/guide/healthy-weight-gain#1. (Diakses pada 4 November 2020).
  3. Bellefonds, Colleen de. 2020. How Much Weight You Should Gain During Pregnancy. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/weight-gain/. (Diakses pada 4 November 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi