Berapa Berat Badan Ideal Saat hamil?

Doktersehat-kenaikan-berat-badan-normal-ibu-hamil

DokterSehat.Com – Pada umumnya tubuh wanita akan bertambah gemuk saat sedang hamil. Namun, bukan berarti Anda boleh terlalu gemuk saat sedang hamil. Pada umumnya, ibu hamil akan lebih penasaran saat waktu kelahiran semakin dekat atau biasanya saat memasuki usia 7 bulan. Lantas, berapakah berat badan ibu hamil 7 bulan yang ideal?

Berat Badan Normal Ibu Hamil

Sebelum Anda mengetahui berat badan ideal ibu hamil 7 bulan, perlu Anda ketahui kondisi ibu yang terlalu gemuk bisa menimbulkan berbagai gangguan pada ibu dan janinnya. Karena itulah penting sekali dilakukan pengontrolan agar mencapai berat badan ibu hamil yang ideal.

Kenaikan berat badan normal ibu hamil pada trimester pertama, berat badan akan meningkat relatif sedikit atau belum ada peningkatan sama sekali, bahkan berat badan cenderung berkurang karena muntah-muntah. Berat badan ibu hamil akan meningkat tajam saat sudah memasuki trimester ke-2 dan 3. Pada periode inilah berat badan harus dikontrol dengan benar.

Berat badan normal ibu hamil umumnya akan bertambah sebanyak 12-15 kg. Peningkatan berat badan selama trimester pertama kehamilan (usia 0-14 minggu kehamilan atau 3 bulan pertama) adalah sekitar 1-1.5 kg, diikuti dengan pertambahan sekitar 1.5-2 kg setiap bulan sampai persalinan. Lantas, berapa berat badan ibu hamil 7 bulan yang baik? Berdasarkan perhitungan normal, berat badan ideal ibu hamil 7 bulan akan mengalami pertambahan sekitar 7-10 kg.

Apa Saja yang Menyebabkan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil?

Perkiraan pertambahan berat badan ibu hamil dipengaruhi oleh, bayi (3–3,6 kg), plasenta (0,7 kg), air ketuban (1 kg), payudara (1 kg), rahim (1 kg), peningkatan volume darah (1,4–1,8 kg), peningkatan volume cairan (1,4–1,8 kg) hingga cadangan lemak (2,7–3,6 kg)

Selain itu, ibu hamil menyimpan sejumlah besar lemak tubuh pada kehamilan normal untuk memenuhi kebutuhan tubuh ibu dan kebutuhan energi janin, serta untuk mempersiapkan kebutuhan energi saat menyusui.

Tubuhnya menyimpan lemak paling banyak antara 10 sampai 20 minggu kehamilan atau sebelum kebutuhan energi janin yang tertinggi. Cadangan lemak cenderung menurun sebelum akhir kehamilan. Hanya 0,5 kg dari sekitar 3,5 kg cadangan lemak selama kehamilan disimpan di janin.

Perlu diketahui juga, tidak hanya berat badan kurang yang berbahaya, namun ibu hamil yang memiliki kelebihan berat badan saat kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi selama hamil dan saat persalinan seperti, diabetes gestasional, bayi besar (makrosomia), hipertensi gestasional (tekanan darah tinggi saat hamil) dan kelahiran sesar. Oleh karena itu, usahakan berat badan berada pada kisaran normal selama kehamilan.

Jika ibu mempunyai berat badan berlebih, sebaiknya ibu mengurangi berat badan dengan cara melakukan olahraga serta kurangi makan makanan tidak sehat seperti makanan tinggi lemak dan makanan manis.  Sedangkan, jika ibu hamil mempunyai berat badan kurang sebaiknya lebih banyak makan makanan sehat yang beraneka ragam.

Kriteria Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil:

Beberapa sumber menggolongkan kenaikan berat badan normal ibu hamil berdasarkan indeks masa tubuh sebelum masa kehamilan, seperti berikut ini:

  1. Ibu hamil yang sebelumnya memiliki berat badan underweight dengan indeks massa tubuh (BMI) kuang dari 18,5 maka peningkatan berat badan dikatakan normal bila bobotnya bertambah 13 sampai 18 kg.
  2. Ibu hamil yang sebelumnya memiliki berat badan normal dengan indeks massa tubuh (BMI) antara 18,5 dan 24,9 maka peningkatan berat badan dikatakan normal jika bertambah 11 hingga 16 kg.
  3. Pada ibu overweight dengan indeks massa tubuh (BMI) antara 25 dan 29,9 maka peningkatan berat badan dikatakan normal bila ibu hamil bobotnya bertambah 7 sampai 11 kg.
  4. Ibu yang mengalami obesitas sebelum hamil dengan indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 30 maka peningkatan berat badan dikatakan normal bila pada saat hamil bobotnya bertambah 5 sampai 9 kg.

Berat badan ideal ibu hamil saat mulai kehamilan berkisar antara 45 sampai 65 kg. Calon ibu yang memiliki berat badan yang kurang (underweight) atau berlebih (overweight) dapat menimbulkan risiko pada ibu maupun janin dalam kandungan.

Berat badan yang berlebih bisa menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap ibu dan janin baik selama hamil, persalinan, maupun setelah proses persalinan. Berikut ini beberapa dampak yang ditimbulkan bila ibu kelebihan berat badan saat hamil:

  1. Ibu hamil berisiko terkena diabetes dan hipertensi.
  2. Infeksi setelah proses bersalin akibat banyaknya pembuluh darah yang tersumbat.
  3. Tumbuhnya kuman penyebab infeksi pada lemak yang tertimbun di lapisan kulit.
  4. Pertumbuhan bayi terhambat akibat plasenta yang berguna untuk menyuplai oksigen terganggu oleh timbunan lemak.
  5. Kecerdasan anak berkurang akibat rusaknya sel-sel otak yang tidak tersuplai oksigen.
  6. Anak mengalami gangguan paru-paru.
  7. Anak terlahir obesitas.

baca juga: 10 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Ibu Hamil Muda

Pada ibu yang mengalami overweight disarankan untuk rutin berenang atau berjalan kaki di pagi hari untuk membakar lemak dan kalori dalam tubuh. Namun, jangan melakukan olahraga berat seperti joging karena bisa membahayakan janin. Selain itu, penghancuran lemak terlalu drastis bisa mengakibatkan keton lemak meracuni janin.

Pada kondisi underweight, bayi juga akan mengalami gangguan pertumbuhan dan terancam lahir prematur serta bayi berisiko lahir cacat. Guna menghindarinya, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi yang memenuhi syarat dan gizi seimbang. Pada ibu yang underweight, kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 0,5 kg setiap minggu.

Perubahan Lain yang Terjadi Pada Tubuh Ibu Hamil

Selain pertambahan berat badan ibu hamil 7 bulan dan juga bisa terjadi pada berat badan ibu hamil 8 bulan. Sebagian wanita akan mengalami konstipasi yang menyebabkan sakit perut, tinja yang keras, dan ketidakteraturan buang air.

Selain itu, tubuh wanita hamil juga akan memproduksi bermacam hormon yang dapat menyebabkan sendi menjadi longgar. Kondisi ini menyebabkan kaki menjadi lebih besar sehingga Anda mungkin perlu mengganti sepatu menjadi 1 ukuran lebih besar.

Sering kali, ibu hamil juga akan sering merasa kesulitan bernapas karena rahim yang menekan dan meningkatnya bobot janin. Namun kondisi ini akan mereda ketika bayi telah berada pada posisi siap lahir dengan kepala di bawah.

Pada usia kehamilan 29-32 minggu, sebagian ibu hamil  merasa kram terutama di malam hari. Kondisi-kondisi ini membuat tidak nyaman dan menimbulkan kondisi sering sulit tidur. Hal ini menjadi salah satu faktor kenapa Anda bisa merasa lebih sering lelah.

Selain itu, kolostrum atau cairan yang mengawali keluarnya ASI bisa jadi sudah mulai keluar dari payudara Anda, meski hanya sebagian wanita yang mengalaminya.

Pada akhirnya, Anda tidak perlu khawatir mengenai kenaikan berat badan ibu hamil 7 bulan karena hal ini adalah sesuatu yang normal dan baik untuk kesehatan janin. Namun, jika selama hamil pertambahan berat badan Anda kurang, ibu hamil mungkin bisa melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah atau lahir prematur.