Terbit: 1 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Anda tentu sering mendengar bahwa ibu menyusui perlu makan dalam jumlah banyak untuk mencukupi produksi ASI. Benarkah demikian? Berapa banyak kalori yang dibutuhkan oleh ibu menyusui?

Berapa Banyak Kalori yang Dibutuhkan Ibu Menyusui?

Jumlah kalori yang dibutuhkan oleh ibu menyusui

Kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda. Hal ini tergantung banyak faktor seperti jenis kelamin, usia, tinggi dan berat badan, komposisi tubuh, aktivitas hingga kebutuhan fisik.

Umumnya para wanita dewasa membutuhkan energi sebanyak 2250 per hari. Sedangkan untuk ibu menyusui, para pakar sepakat bahwa ibu menyusui membutuhkan 500 kalori lebih banyak per harinya dibanding ketika tidak menyusui. Sehingga total kebutuhan kalori bagi ibu menyusui berkisar antara 2.750 kalori per hari.

Benarkah ibu menyusui perlu makan lebih banyak?

Mengenai kebutuhan kalori bagi ibu menyusui, para pakar berpendapat bahwa ibu menyusui sebaiknya makan mengikuti sinyal lapar dari tubuh. Namun ibu menyusui perlu memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Hal ini tidak selalu berarti bahwa ibu menyusui perlu makan lebih banyak, tetapi pertimbangan utama adalah memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi yang diperlukan.

Banyak ibu yang menjalani program penurunan berat badan saat menyusui sehingga merasa perlu mengatur pola makannya. Namun sebaiknya jangan menjalankan diet terlalu ketat karena dapat memengaruhi produksi ASI. Beberapa makanan yang disarankan bagi ibu menyusui antara lain nasi merah, makanan atau minuman dari produk susu seperti keju dan yoghurt, lalu sayuran hijau, ikan dan buah-buahan. Selain itu jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Selama menyusui, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari, di antaranya makanna yang memicu alergi, makanan dan minuman yang mengandung kafein serta makanan yang mengandung rasa asam karena dapat menyebabkan perut bayi terasa tidak nyaman setelah menyusu.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi