Terbit: 23 Juni 2021 | Diperbarui: 24 Juni 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Benzalkonium chloride adalah senyawa amonium kuaterner yang digunakan sebagai pengawet dalam obat-obatan atau sebagai disinfektan dalam produk pembersih. Ketahui fungsi, dosis, hingga efek sampingnya  bagi tubuh selengkapnya di bawah ini.

Benzalkonium Chloride: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Benzalkonium Chloride

Golongan obat Obat bebas
Kategori obat Antiseptik dan disinfektan
Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui Studi pada binatang memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil

Sementara pada ibu yang sedang menyusui belum diketahui apakah obat ini terserap ke dalam ASI atau tidak

Fungsi obat Membunuh berbagai mikroorganisme
Dosis obat Sesuai petunjuk dokter

Apa Itu Benzalkonium Chloride?

Benzalkonium chloride adalah garam organik yang banyak digunakan dalam bahan pembersih dan diklasifikasikan sebagai deterjen kationik amonium kuaterner. Senyawa ini sering ditemukan pada antiseptik, produk perawatan pribadi, farmasi, dan dan produk industri.

Senyawa ini lebih sering terkandung dalam produk konsumen dalam bentuk garam yang kemudian digunakan dalam berbagai macam produk seperti obat tetes mata, telinga, dan hidung. Namun, saat digunakan sebagai bahan dalam produk antiseptik dan disinfektan, senyawa ini adalah agen antimikroba aktif.

Fungsi Benzalkonium Chloride untuk COVID-19

Senyawa amonium kuarterner adalah agen aktif membran yang terkenal karena kemanjurannya melawan bakteri, jamur, ganggang, dan virus yang memiliki selubung. Contoh yang populer adalah antiseptik yang sering diformulasikan dalam sediaan topikal, oftalmik, nasal, dan oral.

Dengan menonaktifkan virus melalui gangguan membran lipid, benzalkonium chloride efektif melawan beberapa virus, seperti enterovirus, rotavirus, norovirus, influenza virus, severe acute respiratory syndrome coronavirus (SARS-CoV), rhinovirus, klamidia, herpes simplex, dan hepatitis A.

Beberapa penelitian telah melaporkan tentang efek benzalkonium chloride terhadap virus Corona. Jika digunakan sebagai disinfektan pada permukaan dalam konsentrasi 0,5%, senyawa ini menunjukkan faktor reduksi terhadap SARS-CoV.

Sementara itu, dengan mengevaluasi aktivitas virus dari obat kumur yang mengandung 0,035% benzalkonium chloride terhadap tiga strain SARS-CoV-2, hasilnya mengungkapkan bahwa aktivitas virus mengalami penurunan.

Meski begitu, penelitian pada benzalkonium chloride terhadap keluarga coronavirus tidak ditegaskan secara seragam. Senyawa ini hanya dilaporkan efektif melawan virus influenza. Dikarenakan kesamaan antara struktur membran luar virus influenza dan SARS-CoV-2 dengan phospholipid bilayers yang relatif sebanding, penelitian tersebut menyimpulkan kemanjuran potensial terhadap SARS-CoV-2.

Sementara itu, menurut Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Ajeng Arumsari, virus Corona merupakan virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus) dengan pelindung lapisan lemak.

Menurutnya, disinfektan dapat merusak lapisan lemak tersebut sehingga membuat virus Corona cukup lemah dibandingkan dengan norovirus yang merupakan virus tanpa selubung dan virus lainnya yang memiliki cangkang protein yang lebih kuat.

Peneliti lain dari Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Chandra Risdian, mengungkapkan banyak produk rumah tangga umum mengandung konsentrasi bahan aktif yang sesuai untuk disinfeksi.  Menurutnya, benzalkonium chloride adalah senyawa yang telah terbukti efektif melawan virus Corona berdasarkan studi literatur yang dilakukannya.

Peringatan Benzalkonium Chloride

Sebelum mengonsumsi obat yang mengandung senyawa ini, beri tahu dokter jika Anda memiliki:

  • Alergi terhadap senyawa ini.
  • Luka bakar atau luka yang sangat parah.
  • Digigit binatang atau luka tusukan yang dalam.
  • Banyak bagian tubuh lain yang sedang dirawat.
  • Gunakan dengan hati-hati pada anak di bawah 2 tahun. Konsultasi dengan dokter diperlukan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. Anda perlu membicarakan manfaat dan risiko penggunaan obat ini saat Anda hamil.

Selain itu, beberapa hal yang harus Anda perhatikan setelah menggunakan obat yang mengandung senyawa ini adalah:

  • Jika tanda-tanda memburuk atau bertahan lebih dari 7 hari, konsultasi dengan dokter.
  • Obat ini dapat membahayakan tubuh jika tertelan. Segera dapatkan penanganan medis jika hal ini terjadi.

Interaksi Benzalkonium Chloride

Beri tahu dokter dan apoteker tentang semua obat (resep, non resep, produk herbal, vitamin) dan masalah kesehatan yang Anda alami.

Obat yang mengandung senyawa ini tidak memiliki interaksi ringan hingga parah dengan obat lain. Meski begitu, informasi ini tidak berisi semua kemungkinan interaksi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Dosis dan Cara Pakai Benzalkonium Chloride

Senyawa ini bisa ditemukan dalam berbagai produk sehari-hari. Berikut kandungan benzalkonium chloride yang umum pada beberapa jenis produk:

  • Sebagai larutan pembersihan kulit, selaput lendir, dan luka: 0,01-0,1%.
  • Membersihkan luka dalam: 0,005%.
  • Pembersih kandung kemih dan uretra: 0,005-0,02%.
  • Cairan pembilas retensi kandung kemih: 0,0025-0,005%.
  • Disinfektan dan penyimpanan alat bedah: 0,13%. : 0,13%; dapat digunakan dengan Na nitrit untuk menghindari korosi.
  • Sebagai pengawet obat tetes mata: 0,01%-0,02%.
  • Sebagai sampo untuk kondisi dermatitis seboroik: 0,2-0,5%.
  • Pengawet pada obat tetes hidung dan telinga: 0,002-0,2%.
  • Sebagai krim untuk ruam popok dan penyakit kulit lainnya: 0,13%.
  • Sebagai vaginal douche: 0,02-0,05%.

Efek Samping Benzalkonium Chloride

Meskipun efek samping dari penggunaan obat ini adalah sesuatu yang jarang terjadi, beberapa orang mungkin memiliki efek samping yang sangat buruk saat menggunakan obat. Beri tahu dokter atau dapatkan bantuan medis segera jika Anda memiliki salah satu dari tanda atau gejala berikut:

  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti ruam, gatal-gatal kulit merah, bengkak, melepuh, atau mengelupas dengan atau tanpa demam.
  • Sesak di dada atau tenggorokan.
  • Kesulitan bernapas, menelan, atau berbicara.
  • Suara serak yang tidak biasa.
  • Pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter atau dapatkan bantuan medis jika Anda memiliki efek samping yang mengganggu atau tidak hilang.

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. Benzalkonium. https://go.drugbank.com/drugs/DB11105
  2. Anonim. Benzalkonium Chloride. https://www.drugs.com/cdi/benzalkonium-chloride.html#dosage. (Diakses pada 22 Juni 2021).
  3. Anonim. Benzalkonium Chloride. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/benzalkonium%20chloride?mtype=generic. (Diakses pada 22 Juni 2021).
  4. Anonim. 2020. Daftar Sementara Bahan Aktif dan Produk Rumah Tangga untuk Disinfeksi Virus Corona Penyebab COVID-19. http://lipi.go.id/berita/Daftar-Sementara-Bahan-Aktif-dan-Produk-Rumah-Tangga-untuk-Disinfeksi-Virus-Corona-Penyebab-COVID-19/21979. (Diakses pada 22 Juni 2021).
  5. Anonim. 2020. BENZALKONIUM CHLORIDE/BENZOCAINE. https://www.rxlist.com/consumer_orajel/drugs-condition.htm#what_other_drugs_interact_with_benzalkonium_chloride/benzocaine. (Diakses pada 22 Juni 2021).
  6. Anonim. 2021. Exploring whether Benzalkonium Chloride could be effective against SARS-CoV-2. https://www.pharmaceutical-technology.com/sponsored/benzalkonium-chloride-quats-sars-cov-2/. (Diakses pada 22 Juni 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi