Terbit: 31 Agustus 2020 | Diperbarui: 4 September 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Ada benjolan di punggung Anda, kok bisa? Munculnya benjolan tentu menjadi pertanda ada yang tidak beres dengan tubuh. Apakah ketidakberesan ini bersifat ringan atau justru berbahaya? Sebaiknya simak informasi berikut ini!

Benjolan di Punggung: 8 Penyebab & Cara Mengatasinya

Penyebab Benjolan di Punggung

Benjolan di punggung adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Penyebabnya bisa bermacam-macam, dari yang sifatnya ringan hingga serius dan membahayakan diri Anda sekalipun. Apa saja penyebab adanya benjol pada punggung Anda?

1. Peradangan

Penyebab yang pertama adalah peradangan (inflamasi). Peradangan yang terjadi pada kulit punggung hingga menghasilkan benjolan ini pun dipicu oleh sejumlah kondisi medis. Kondisi medis yang dimaksud diantaranya meliputi:

  • Infeksi bakteri
  • Infeksi jamur
  • Infeksi virus
  • Dermatitis atopik (eksim)
  • Peradangan sendi (reumatik)

2. Abses Kulit

Abses adalah kantong besar berisi nanah yang terbentuk tepat di bawah kulit. Hal ini sebenarnya juga disebabkan oleh infeksi bakteri. Tubuh melakukan perlawanan dengan sel darah putih yang lantas membunuh beberapa jaringan yang terinfeksi. Aktivitas ini kemudian membentuk nanah di dalam rongga yang tersisa.

Abses menyebabkan benjolan di area kulit yang terdampak, tidak terkecuali kulit yang ada pada punggung. Benjolan akibat abses memiliki karakteristik berwarna kemerahan, terdapat nanah di dalamnya, dan terasa nyeri. Selain itu, penderita abses juga biasanya juga akan akan mengalami gejala lain yakni demam dan menggigil.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

3. Trauma

Trauma pada punggung—umumnya karena cedera—juga menjadi penyebab timbulnya benjolan di area tubuh tersebut. Ada 2 (dua) tipe trauma yang dimaksud, yaitu:

  • Trauma langsung (direct trauma). Trauma punggung dari kejadian kecil dan serius dapat menyebabkan benjolan punggung yang menyakitkan. Penyebab traumatis juga dapat dikaitkan dengan perdarahan yang terjadi, tergantung pada tingkat keparahan trauma.
  • Trauma berulang (repetitive trauma). Punggung mudah mengalami cedera akibat gerakan berulang yang dapat menyebabkan cedera ringan tetapi menimbulkan rasa sakit yang signifikan. Masalah mekanis atau anatomis di punggung dan bagaimana ia berinteraksi dengan persendian lain lantas dapat menyebabkan iritasi atau benjolan yang menyakitkan.

4. Jerawat

Benjolan yang ada di punggung Anda juga bisa saja merupakan jerawat. Ya, jika selama ini Anda berpikir jerawat hanya tumbuh di kulit wajah, maka hal tersebut keliru adanya. Faktanya, jerawat juga dapat muncul di area tubuh lainnya, termasuk punggung.

Jerawat secara medis merupakan erupsi kulit kecil yang berisi minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Jerawat sering kali muncul pertama kali saat pubertas, ketika hormon meningkatkan produksi minyak di kulit dan kemudian menyumbat pori-pori. Masalah kulit ini pun masih akan terjadi di usia dewasa.

 5. Kista

Kista adalah kantong jaringan tertutup yang berisi cairan atau kotoran. Kista dapat terbentuk di bagian tubuh mana saja,tidak terkecuali punggung. Teksturnya bervariasi tergantung dari substansi yang terdapat di dalamnya.

Kista dapat berkembang karena kelenjar minyak atau folikel rambut yang tersumbat. Kista terasa seperti lepuh lembut saat berada di dekat permukaan kulit, tetapi bisa terasa seperti benjolan keras saat berkembang lebih dalam di bawah kulit.

Kista keras di dekat permukaan kulit biasanya mengandung sel kulit mati atau protein yang terperangkap. Jenis kista meliputi:

  • Kista ganglion
  • Kista synovial
  • Kista pilar
  • Kista mukus

Dari keempat jenis tersebut, kista synovial menjadi jenis yang kerap terjadi di area punggung. Kista umumnya tidak membutuhkan pengobatan khusus dan dapat hilang dengan sendirinya selang beberapa minggu.

6. Dermatofibroma

Dermatofibroma adalah benjolan keras berwarna kecokelatan atau kemerahan di bawah kulit. Dermatofibroma biasanya berkembang di area kulit yang terbuka, seperti kaki, lengan, dan punggung.

Dermatofibroma berkembang ketika sel-sel berlebih berkumpul di lapisan kulit yang paling tebal, yang disebut dermis. Pada umumnya penderita dermatofibroma tidak mengalami gejala lain. Namun dalam beberapa kasus, dermatofibroma mungkin terasa gatal, teriritasi, atau lembut saat disentuh.

Penyebab pasti dermatofibroma masih belum jelas, tetapi penyebab potensial meliputi:

  • Cedera
  • Gigitan serangga
  • Luka sayatan

Dermatofibroma umumnya tidak memerlukan pengobatan, tetapi kondisi ini cenderung bertahan di kulit seumur hidup. Kendati tidak berbahaya, Anda dapat meminta dokter untuk mengangkat dermatofibroma melalui operasi bedah apabila merasa terganggu dengan kemunculannya.

7. Lipoma

Lipoma adalah tumor jinak yang terdiri dari jaringan lemak. Benjolan nonkanker ini berkembang tepat di bawah kulit, dan tampak pucat atau tidak berwarna. Lipoma biasanya terasa lembut dan mudah digerakkan.

Secara umum lipoma tidak menimbulkan gejala. Akan tetapi, lipoma yang melibatkan banyak pembuluh darah atau saraf mungkin terasa lembut atau nyeri.

Penyebab pasti lipoma masih belum diketahui. Beberapa kondisi genetik, seperti sindrom Gardner, dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan lipoma.

Lipoma tidak memerlukan perawatan medis kecuali menyakitkan, mengganggu, atau mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi normal.

Baca Juga: Lipoma: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganan

8. Bisul

Penyebab umum terakhir dari munculnya benjolan di punggung adalah bisul. Kondisi terjadi ketika kulit di area punggung mengalami iritasi akibat infeksi bakteri, utamanya bakteri Staphylococcus aureus.

Hal ini dikarenakan kulit mengalami gesekan hingga terluka dan akhirnya memberi jalan bagi bakteri untuk masuk ke dalam kulit dan menginfeksi. Akan tetapi, munculnya bisul pada punggung boleh dikatakan jarang terjadi.

Cara Mengatasi Benjolan di Punggung

Setelah mengetahui apa saja penyebab punggung benjol, kini apa saja yang dapat Anda lakukan guna mengatasi kondisi tersebut? Jawabannya tentu saja tergantung dari masalah kesehatan yang mendasarinya.

Sebagaimana yang telah disinggung, pada beberapa kasus—seperti kista dan dermatofibroma—benjolan pada punggung mungkin tidak memerlukan pengobatan khusus dan akan sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi untuk kasus seperti lipoma, maka Anda kemungkinan harus menjalani operasi pengangkatan tumor dan suntik steroid guna menghilangkan benjolan.

Pada kasus benjolan yang disebabkan oleh infeksi, cara mengatasinya adalah dengan memberikan obat antibiotik—oral maupun topikal—dan juga tentunya menjaga kebersihan tubuh agar infeksi tidak semakin meluas. Sementara benjolan akibat peradangan bisa menggunakan obat antiinflamasi.

Jika benjolan dirasa tidak nyaman, jangan ragu untuk berkunjung ke dokter guna dilakukan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. Lipoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lipoma/symptoms-causes/syc-20374470 (diakses pada 31 Agustus 2020)
  2. Eske, J. 2019. What causes a hard lump under the skin? https://www.medicalnewstoday.com/articles/324903 (diakses pada 31 Agustus 2020)
  3. Gambrah-Lyle, C. 2020. What Causes a Painful Back Lump & How to Address Your Symptoms. https://www.buoyhealth.com/learn/painful-back-lump/#causes (diakses pada 31 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi