10 Penyebab Benjolan di Kepala yang Harus Diwaspadai! (No. 8 Penyakit Berbahaya)

Doktersehat-benjolan-di-kepala
Photo Credit: Flickr.com/Mark Fowler

DokterSehat.Com – Pada dasarnya, benjolan dapat timbul di daerah manapun pada tubuh kita, dan tidak menutup kemungkinan dapat muncul benjolan di kepala. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal mulai dari yang ringan hingga berat.

Munculnya benjolan pada kepala kerap kali memicu kekhawatiran dan mendapatkan perhatian khusus. Meskipun benjolan di kepala ini umumnya tidak berbahaya, namun hal ini dapat menjadi masalah serius di kemudian hari apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab Benjolan di Kepala yang Ringan hingga Berbahaya

Berikut ini berbagai penyebab benjolan pada kepala yang patut untuk diwaspadai bahayanya:

1. Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau jamur, pada folikel atau akar rambut yang mengakibatkan timbulnya benjolan-benjolan kecil di kepala. Selain itu, folikulitis juga dapat terjadi di sekitar wajah yang ditumbuhi jenggot. Folikel rambut adalah rongga kecil tempat akar rambut Anda.

Folikulitis biasanya berupa ruam-ruam kecil dan terlihat seperti jerawat pada kepala Anda  Folikulitis dapat menimbulkan rasa gatal dan sakit pada kulit kepala, dan beberapa infeksi ini dapat pula menyebabkan jaringan parut hingga kebotakan permanen. 

2. Ingrown hair

Kondisi ini terjadi ketika rambut yang mestinya tumbuh menembus kulit, justru tumbuh ke dalam kulit. Rambut yang terjebak di dalam kulit ini biasanya menyebabkan peradangan, nyeri dan benjolan kecil kemerahan pada area tersebut. 

Ingrown hair merupakan kondisi yang sering dialami akibat pencabutan rambut, seperti mencukur, penjepitan atau waxing

Rambut yang tumbuh ke dalam kulit ini tidak begitu membahayakan dan terkadang dapat membaik dengan sendirinya, namun kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan.

3. Abses (bisul)

Abses adalah suatu kondisi dimana terdapat kantung nanah atau abses pada lapisan jaringan di bawah kulit. Abses dapat timbul pada bagian tubuh di mana saja termasuk di kepala.

Abses atau lebih dikenal di masyarakat dengan sebutan bisul, timbul akibat infeksi dari bakteri Streptococcus pyogenes. Infeksi ini biasa disertai juga gejala seperti demam, dan pada bagian benjolan tersebut. Apabila dilakukan perabaan pada benjolan, biasa akan dirasakan konsistensi yang lunak dan hangat.

4. Hematoma

Pada umumnya saat seseorang terbentur dan mengalami trauma atau cedera kepala, benjolan di kepala belakang maupun depan akan muncul sebagai respons alami tubuh, akibat darah merembes dari pembuluh kapiler yang pecah di bawah kulit ke jaringan di sekitarnya. Jika cedera yang dialami ringan, benjolan di kepala biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. 

Benjolan ini dalam istilah medis dikenal dengan sebutan hematoma. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua benjolan hematoma aman, karena hal ini tergantung dari cedera atau trauma mekanis yang menyebabkannya. 

Cedera kepala yang hebat dapat menyebabkan intrakranial hematom atau perdarahan yang hebat yang dapat mengancam jiwa sehingga perlu penanganan yang bersifat segera dan tepat. 

Maka dari itu, bagi Anda yang mengalami cedera kepala dalam kecelakaan atau mengalami benturan yang sangat keras di kepala yang disertai dengan penurunan kesadaran, muntah hebat atau pingsan dalam waktu 24 jam setelah kejadian harus berkonsultasi ke dokter terdekat. Karena bisa jadi itu merupakan tanda-tanda perdarahan intrakranial. 

5. Lipoma

Lipoma adalah benjolan berisi lemak yang tumbuh lambat dan paling sering muncul di antara kulit dan lapisan otot. Meskipun jarang lipoma dapat pula muncul pada kulit kepada. Lipoma termasuk tumor jinak yang tidak berbahaya dan berkembang dengan lambat.

Benjolan ini tampak pucat dan tidak lunak, biasanya mudah digerakan bila ditekan jari. Lipoma kebanyakan tidak nyeri, namun apabila menekan saraf di sekitar kulit kepala dapat menimbulkan keluhan sakit. 

6. Kista

Kista adalah kantong yang berisi cairan yang dapat timbul di berbagai area tubuh termasuk di kulit kepala. Ukuran kista bervariasi, dari benjolan kecil sebesar kacang polong hingga yang besar.

Terdapat dua kista yang sering ditemukan di kulit kepala, antara lain:

  • Kista sebasea. Terjadi akibat kelenjar minyak (sebaceous) rambut kepala mengalami sumbatan. Kista dapat berukuran kecil dan umumnya tidak nyeri, namun jika semakin membesar dapat membuat sensasi tidak nyaman, dan terkadang muncul nyeri
  • Kista epidermoid. Merupakan benjolan non-kanker yang muncul di bawah kulit. Kista ini dapat muncul dimana saja, namun paling sering timbul pada daerah muka, leher dan kepala. Karena pertumbuhannya sangat lambat dan jarang menimbulkan nyeri, biasanya kista ini jarang menimbulkan masalah dan umumnya tidak memerlukan penanganan khusus, kecuali untuk kista yang terinfeksi dan pecah. 

7. Tumor

Penyebab benjolan di kepala lainnya adalah tumor. Pilomatrixoma adalah salah satu tumor jinak (non-kanker) folikel rambut. Tumor ini cenderung terjadi pada area kepala dan leher.

Meskipun jarang, tumor jinak ini dapat pula berubah menjadi ganas (dikenal dengan sebutan pilomatrix carcinoma). Pilomatrixoma dapat muncul pada berbagai usia, namun paling sering terjadi pada usia di bawah 20 tahun.

Penyebab pasti tumor ini masih belum pasti, namun perubahan dari mutasi gen (CTNNB1) sering ditemukan pada tumor ini. Penanganan tumor ini adalah dengan pembedahan.  

8. Kanker

Selain tumor, benjolan di kepala lainnya dapat bersifat ganas, salah satu contohnya adalah Basal cell carcinoma. Benjolan ini merupakan jenis kanker kulit. Basal cell carcinoma bermula dari proliferasi berlebihan sel basal (yaitu sejenis sel di dalam kulit yang menghasilkan sel kulit baru ketika sel yang lama mati).

Awalnya kanker ini sering muncul sebagai suatu benjolan yang sangat kecil pada permukaan kulit, dan terjadi pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari terutama kepala dan leher. 

Pemaparan sinar ultraviolet (UV) matahari dalam jangka waktu yang lama, diduga menjadi penyebab terjadinya Basal cell carcinoma. Dan untuk mengurangi risikonya adalah dengan menghindari kontak lama dengan sinar matahari dan mengaplikasikan tabir surya saat beraktivitas di luar rumah. 

9. Infeksi

Infeksi baik karena infeksi bakteri, virus, protozoa ataupun jamur dapat mengaktivasikan sistem pertahanan tubuh kita untuk melawannya. Dalam hal ini adalah sistem limfe pada tubuh kita. 

Infeksi pada kepala ini dapat menyebabkan benjolan akibat inflamasi kelenjar getah bening (limfe) di kepala, atau disebut juga dengan limfadenitis. Penanganan untuk limfadenitis ini adalah dengan mengobati peradangan atau infeksi yang terjadi dengan pemberian obat-obatan seperti antibiotik. 

10. Eksostosis

Eksostosis adalah pertumbuhan abnormal  tulang. Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak. Meskipun sangat jarang terjadi pada kepala, eksostosis dapat terjadi pada semua bagian tulang di tubuh. Pemeriksaan dengan x-ray dapat membantu menilai penyakit ini.

Itu dia penyebab benjolan di kepala yang ringan hingga berbahaya bagi kesehatan. Bila muncul benjolan kecil di kepala maupun besar dan terasa sakit yang berlangsung lama, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

_

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim.