10 Penyebab Benjolan di Kepala

Doktersehat-benjolan-di-kepala
Photo Credit: Flickr.com/Mark Fowler

DokterSehat.Com – Pada dasarnya, benjolan di kepala bisa disebabkan oleh berbagai hal. Meski benjolan di kepala ini umumnya tidak berbahaya, namun hal ini bisa menjadi pertanda adanya permasalahan kesehatan yang lebih serius.

Munculnya benjolan pada bagian tubuh, seperti benjolan di kepala kerap kali memicu kekhawatiran. Benjolan di kepala merupakan salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian khusus.

Gejala Benjolan di Kepala

Benjolan di kepala ini dapat menunjukkan berbagai gejala, seperti:

  • Pembengkakan di daerah kulit kepala.
  • Nyeri di bagian kulit kepala.
  • Sakit saraf kranial (12 pasang saraf pada manusia yang mencuat dari otak).

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter bila Anda memiliki riwayat keluarga penderita kanker tulang dan merasa adanya benjolan di kepala secara mendadak. Selain itu, untuk memastikan ada tidaknya kanker, dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosa kondisi Anda. Makin cepat diketahui pengobatan kanker akan semakin mudah.

baca juga: Benjolan di Kulit Kepala Tanda Awal Munculnya Kanker Tulang Tengkorak

Hingga kini belum diketahui pasti apa penyebab munculnya benjolan di kepala ini. Namun, ada beberapa hal yang bisa memicunya, seperti pernah menjalani kemoterapi sebelumnya atau memiliki riwayat penyakit paget (terganggunya proses regenerasi tulang).

Penyebab Lain Benjolan di Kepala

Selain disebabkan oleh kanker, benjolan di kepala bisa juga disebabkan oleh hal lain, di antaranya:

  • Tumor

Benjolan di kepala juga bisa disebabkan karena tumor. Tumor yang tumbuh di kepala bisa bersifat jinak atau berkembang menjadi kanker. Jenis tumor yang bisa menyebabkan munculnya benjolan di kepala salah satunya adalah pilomatrixoma.

Selain muncul di kepala, benjolan bisa pula muncul di wajah dan leher. Benjolan yang biasanya muncul pada tumor pilomatrixoma umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Meski kasus seperti ini jarang terjadi, Anda tetap harus waspada bahwa tumor pilomatrixoma bisa berubah menjadi kanker.

  • Cedera

Pada umumnya saat seseorang terbentur dan mengalami cedera kepala, benjolan di kepala akan muncul sebagai respon alami tubuh, akibat darah merembes dari pembuluh kapiler yang pecah di bawah kulit. Jika cedera yang dialami ringan, benjolan di kepala biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Namun pada beberapa kasus cedera, seseorang perlu untuk mendapatkan penanganan dengan segera. Apalagi pasca benturan keras terjadi, orang tersebut mengalami pingsan hingga keluarnya cairan bening dari hidung atau telinga.

  • Lipoma

Lipoma tampak seperti benjolan yang lembut, bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk di kepala. Lipoma termasuk tumor yang tidak berbahaya dan berkembang dengan lambat. Terdapat kemungkinan terasa sakit jika lipoma menekan saraf. Tumor jaringan lemak ini bisa tunggal ataupun terdiri dari beberapa benjolan, biasanya berukuran tidak lebih dari 5 cm.

  • Folikulitis

Kondisi ini terjadi karena peradangan pada folikel atau akar rambut yang dapat menyebabkan timbulnya benjolan-benjolan kecil di kulit kepala. Selain itu, folikulitis dapat juga terjadi di sekitar wajah.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi pada folikel rambut ataupun iritasi bahan kimia. Benjolan di kulit kepala ini lebih cenderung dialami oleh para penderita diabetes, obesitas, ataupun yang mengalami gangguan sistem imunitas.

    • Kista

Kista yang dapat ditemukan di kulit kepala antara lain: kista sebasea dan kista dermoid. Kista adalah kantung tertutup yang berada di bawah kulit atau di dalam tubuh. Isi dari kista dermoid dapat berupa kumpulan rambut, kelenjar kulit, bahkan gigi. Sedang kista sebasea timbul dari kelenjar minyak kulit yang tersumbat.

  • Gagalnya pertumbuhan rambut

Kondisi ini terjadi ketika rambut yang mestinya tumbuh menembus kulit, justru masuk ke dalam kulit. Rambut yang terjebak di dalam kulit ini umumnya menyebabkan benjolan kecil kemerahan. Meski benjolan di kepala ini tidak berbahaya, kondisi ini juga bisa menjadi infeksi dan bisul.

  • Pilomatriksoma

Pilomatriksoma adalah tumor di folikel rambut yang bersifat jinak. Pada umumnya, tumor ini terjadi pada anak-anak dan remaja. Benjolan di kepala ini umumnya tidak menimbulkan sakit dan bisa muncul pada leher atau wajah, namun bisa juga muncul di bagian tubuh lain.

  • Eksostosis

Eksostosis adalah pertumbuhan abnormal di atas tulang. Kondisi ini jarang terjadi pada kepala dan penyebabnya belum diketahui secara pasti. Eskostosis bisa menimbulkan rasa nyeri, namun bisa juga tanpa menimbulakan rasa nyeri sama sekali. Penanganan kondisi ini umumnya dilakukan jika sudah terjadi komplikasi

  • Kelenjar getah bening

Pembesaran getah bening biasanya menimbulkan benjolan di kepala belakang dan sekitar telinga–sesuai dengan daerah wajah mana yang mengalami infeksi. Selain itu, infeksi pembesaran kelenjar getah bening juga bisa disebabkan oleh keganasan atau tumor.

baca juga: Jangan Sepelekan Benjolan pada Gusi!

  • Karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal yaitu tumor yang tumbuh di lapisan terdalam kulit dan bersifat ganas. Kondisi ini merupakan jenis kanker yang paling sering ditemukan. Warnanya bisa merah atau pink dengan bentuk seperti luka, bekas luka, atau benjolan. Penyebabnya adalah paparan sinar matahari yang intens.

Pada akhirnya, pemberian obat tambahan untuk benjolan di kepala harus sesuai persetujuan dokter. Jenis obat-obatan yang bisa diberikan tergantung pada kondisi penderita. Meskipun demikian, sebagian besar obat yang dianjurkan digunakan untuk mencegah rasa sakit dan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.