5 Penyebab Benjolan di Anus (Wasir Eksternal) yang Harus Diwaspadai!

penyebab-benjolan-di-anus-doktersehat

DokterSehat.Com – Wasir eksternal sering kali menjadi penyebab benjolan di anus. Wasir ini disebabkan oleh pelebaran vena yang letaknya di luar anus dan sering kali terjadi perdarahan, rasa perih dan gatal. Pengobatan-pengobatan rumahan kadang hanya mengurangi sebagian gejala dari wasir eksternal ini.

Wasir atau benjolan di anus ini biasanya keluar saat mengejan keras waktu buang air besar (BAB). Seseorang yang biasanya duduk di toilet atau bangku keras yang terlalu lama, berdiri lama dan jarang makan makanan yang tinggi serat, memiliki risiko tinggi untuk terbentuknya wasir eksternal ini. Biasanya dokter akan meresepkan obat untuk pelunak kotoran untuk membantu memudahkan BAB. Namun, jika keluhan makin bertambah parah dan tidak hilang dalam 1 hingga 2 minggu, biasanya akan direkomendasikan untuk operasi pengangkatan wasir tersebut.

Penyebab Wasir Eksternal dan Faktor Risiko

Selain mengejan terlalu keras, penyebab lain dan faktor risiko wasir eksternal atau benjolan di anus, di antaranya:

1. Mengangkat benda berat atau beban

Tuntutan pekerjaan atau aktivitas di rumah yang mengharuskan mengangkat benda berat menjadi faktor penyebab wasir. Ini karena mengangkat beban juga selalu diiringi mengejan untuk mengeluarkan tenaga.

2. Kekurangan serat

Kita semua pasti mengetahui bahwa makan makanan yang rendah serat dapat menyebabkan feses menjadi keras sehingga kita harus mengejan lebih keras lagi. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya wasir di kemudian hari. Jadi, konsumsilah makanan yang mengandung banyak serat seperti sayuran dan buah-buahan.

3. Berdiri atau duduk terlalu lama

Duduk atau berdiri terlalu lama saat beraktivitas seperti di kantor atau di pabrik yang mengharuskan duduk atau berdiri, ini juga menyebabkan wasir eksternal atau benjolan di anus. Cobalah sesekali berdiri jika terlalu lama duduk atau duduklan beberapa saat jika lama berdiri.

4. Asites

Asites merupakan penumpukan cairan serous di dalam rongga perut. Penumpukan ini lama kelamaan dapat menimbulkan peningkatan dari tekanan dalam perut (intraabdomen), sehingga dapat meningkatkan tahanan aliran balik pembuluh darah besar dari perut ke jantung, sehingga bisa menyebabkan pelebaran di pembuluh darah vena di sekitar anus (wasir).

5. Kehamilan

Perubahan kadar hormonal pada perkembangkan janin dan rahim pada ibu hamil, dapat memengaruhi tekanan pembuluh darah balik (vena) dan beberapa saluran pencernaan lainnya. Perubahan ini menyebabkan seorang ibu hamil berisiko mengalami benjolan di anus (wasir).

Jenis dan Derajat Wasir

Wasir memiliki beberapa jenis dan gejala yang bisa dikategorikan menjadi derajat atau stadium tertentu. Derajat wasir ini bisa memudahkan dokter untuk menentukan tindakan yang sebaiknya diberikan pada pasien penderita wasir. Pembagian derakat wasir ini di antaranya:

1. Wasir derajat I

Benjolan wasir ini berada di bagian dalam (wasir internal), bisa disertai darah dan terasa nyeri, tetapi tidak prolaps (keluar).

2. Wasir derajat II

Benjolan wasir kadang prolaps (keluar) di anus dan bisa teraba, namun benjolan tersebut bisa masuk kembali dengan sendirinya.

3. Wasir stadium III

Benjolan wasir yang keluar bisa masuk kembali ke dalam dubur dengan bantuan dorongan jari.

4. Wasir stadium IV

Benjolan wasir yang keluar tidak bisa dimasukkan kembali ke dalam dubur meskipun dibantu dengan dorongan jari dan biasanya cenderung terasa sangat sakit.

Gejala Wasir Eksternal

Wasir eksternal biasanya terasa gatal dan mungkin menyakitkan. Seseorang biasanya dapat merasakannya jika menyentuh permukaan anus. Wasir eksternal juga sering tampak sedikit lebih merah muda daripada kulit di sekitarnya. Berikut ini gejala wasir eksternal yang sering dirasakan:

1. BAB berdarah

Penderita wasir eksternal dapat melihat darah ketika buang air besar (BAB). Darah ini biasanya berada di permukaan tinja dan berwarna merah terang karena umumnya berasal langsung dari jaringan wasir atau hemoroid di sekitar anus. Untuk kasus wasir eksternal dengan derajat awal, biasanya darah bersifat minimal atau sedikit. Namun untuk wasir eksternal yang derajat lanjut, darah yang dihasilkan dapat semakin bertambah banyak, dan apabila ini terjadi hendaknya Anda segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Perasaan mengganjal saat BAB

Rasa mengganjal pada saat hendak buang air besar (BAB). Ada juga perasaan seperti tertahan, sehingga menyebabkan kita mengejan lebih kuat yang di mana tindakan ini justru malah dapat memperparah wasir.

3. Anus terasa gatal

Rasa tidak nyaman di anus (Pruritus ani). Rasa gatal ini timbul karena keadaan lembap yang ditimbulkan dari jaringan wasir yang keluar (prolap) ini.

4. Infeksi dubur

Infeksi atau peradangan di daerah sekitar dubur. Terjadi karena luka pada pembuluh darah di daerah sekitar anus dapat memudahkan kuman masuk ke dalam tubuh dengan cepat.

Diagnosa Wasir Eksternal

Sebelum dapat dilakukan pengobatan, tentu diperlukan pemeriksaan yang teliti oleh dokter. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai pemeriksaan penyakit wasir, yaitu:

  1. Anamnesa atau riwayat penyakit
  2. Pemeriksaan fisik yaitu inspeksi dan rektaltouche (colok dubur)
  3. Pemeriksaan dengan teropong yaitu anuskopi atau proktoskopi dan rektoskopi
  4. Rontgen (colon inloop) dan/atau kolonoskopi
  5. Pemeriksaan darah, urine, feses sebagai pemeriksaan penunjang

Cara Mengobati Wasir Eksternal

Perawatan wasir eksternal termasuk pengobatan rumahan dan operasi. Contoh pengobatan rumahan yang dapat digunakan untuk mengobati wasir dan benjolan di anus, di antaranya:

  1. Mandi air hangat
  2. Membersihkan anus dengan lembut setelah BAB, Anda bisa menggunakan tisu basah atau kapas
  3. Kompres es yang dibungkus kain untuk mengurangi pembengkakan wasir
  4. Menggunakan obat bebas pereda nyeri, seperti ibuprofen atau acetaminophen, untuk menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan
  5. Mengoleskan salep, seperti krim dengan witch hazel atau hidrokortison – yang dapat meredakan gatal.

Sementara itu, jika wasir sulit diobati atau tidak kunjung sembuh setelah menggunakan pengobatan rumahan, mungkin wasir perlu tindakan operasi seperti berikut ini:

1. Operasi wasir eksternal

Terapi operasi hemmorrhoidektomi pada wasir eksternal dipilih untuk penderita yang mengalami keluhan menahun dan pada penderita wasir derajat III atau IV. Operasi juga dapat dilakukan pada penderita dengan peradangan berulang dan anemia yang tidak sembuh dengan cara terapi lainnya yang lebih sederhana. Penderita wasir derajat IV yang mengalami trombosis dan kesakitan hebat dapat segera ditolong dengan hemorrhoidektomi.

Prinsip yang harus diperhatikan pada hemorrhoidektomi adalah eksisi yang hanya dilakukan pada jaringan yang benar-benar berlebihan. Eksisi seminimal mungkin dilakukan pada kulit yang normal dengan tidak mengganggu otot sfingter anus.

2. Pengobatan selama kehamilan

Wanita hamil bisa mencoba banyak pengobatan di rumah yang telah dijelaskan di atas untuk mengobati wasir eksternal atau benjolan di dubur dan meringankan rasa sakit. Namun, ibu hamil harus selalu memeriksakan diri ke dokter sebelum menggunakan obat topikal pada wasir eksternal untuk memastikan tidak akan mengganggu kehamilan.

Cara Mencegah Wasir Eksternal

Cara utama untuk mencegah wasir eksternal dan benjolan di dubur berkembang adalah dengan menghindari sembelit, yang disebabkan tinja yang keras dan kering.

Cara untuk mencegah wasir eksternal yang perlu Anda perhatikan, di antaranya:

  • Meningkatkan jumlah serat dalam makanan, termasuk makan buah-buahan segar, sayuran, roti gandum, dan sereal.
  • Minum banyak air setiap hari, untuk menghindari kencing berwarna kuning pucat – tanda dehidrasi.
  • Melakukan aktivitas fisik biasa, yang membantu gerakan alami usus.
  • Segera menggunakan toilet saat ingin BAB dan tidak menunda BAB.
  • Jangat terlalu lama menggunakan toilet duduk.
  • Bila mengalami masalah sembelit dan wasir berulang, Anda harus berbicara dengan dokter untuk mendapatkan pilihan perawatan yang tepat.

Itulah penyebab benjolan di anus hingga cara mencegah yang dapat Anda perhatikan. Untuk itu, mulai sekarang sayangi pencernaan Anda dengan pola makan yang sehat, Teman Sahat!