Terbit: 7 Mei 2018 | Diperbarui: 8 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kehamilan merupakan salah satu hal yang sangat didambakan oleh setiap wanita. Namun ada beberapa kondisi yang kadang membuat peluang kehamilan bagi wanita berkurang. Benarkah ukuran rahim juga memengaruhi peluang kehamilan bagi wanita?.

Benarkah Ukuran Rahim Memengaruhi Peluang Kehamilan?

Ukuran rahim yang ideal

Rahim merupakan salah satu organ yang paling penting dalam kehamilan. Rahim berfungsi sebagai tempat janin berkembang dari awal kehamilan hingga persalinan. Rahim yang sehat dan normal merupakan salah satu faktor pendukung lancarnya kehamilan. Saat hamil, ukuran rahim akan mengikuti usia kehamilan untuk menyesuaikan perkembangan janin.

Sebenarnya tidak ada ukuran pasti mengenai ukuran rahim yang dianggap ideal. Rahim yang normal berbentuk seperti buah pir, berongga dan memiliki dinding otot rahim yang tebal. Umumnya rahim memiliki panjang 7,5 cm, lebar 5 cm serta volume rahim berukuran antara 75-125 mL. Namun para ahli berpendapat bahwa rahim disebut kecil jika memiliki ukuran 25 persen lebih kecil dari ukuran rahim pada umumnya.

Pengaruh ukuran rahim pada peluang kehamilan

Banyak wanita yang beranggapan bahwa ukuran rahim memengaruhi peluang kehamilan. Para pakar menyatakan jika tidak ada kelainan anatomi organ reproduksi dan tidak ada gangguan hormonal, wanita dengan rahim kecil tetap bisa hamil dengan normal.

Namun wanita dengan ukuran rahim kecil memang tetap perlu waspada mengenai risiko terjadinya keguguran dan komplikasi kehamilan lainnya. Ada kemungkinan janin yang terus membesar tidak mendapat tempat yang cukup sehingga dapat memicu keguguran atau kelahiran prematur.

Gejala rahim kecil

Anda mungkin tidak menyadari seberapa besar ukuran rahim Anda hingga Anda melakukan pemeriksaan dengan USG. Namun beberapa tanda yang bisa Anda amati di antaranya sering mengalami haid yang tidak teratur, atau sering merasa nyeri di bagian perut bawah. Untuk memastikan hal ini, Anda bisa memeriksakannya ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi