DokterSehat.Com– Kolesterol tinggi kerap kali disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat. Namun, menurut sebagian orang, kerap terkena stres juga bisa menyebabkan masalah yang sama. Sebenarnya, apakah memang stres bisa memicu kolesterol tinggi?

doktersehat-overtime-sibuk-kerja-lembur-stress-memunda-pekerjaan-wanita-resiko-jantung-resiko-kesehatan-wanita-karir

Dikutip dari Verywell, telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa stres kronik dan kolesterol tinggi memang berkaitan. Bahkan, kombinasi keduanya memang bisa memicu penyakit jantung yang mematikan.

Saat tubuh terkena stres, maka hormon adrenalin dan kortisol akan dilepas dalam jumlah yang lebih banyak. Keberadaan dua hormon inilah yang bisa memicu produksi kolesterol. Sebenarnya, kolesterol memang mampu memberikan energi dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Namun, jika sampai kadarnya berlebihan, maka kolesterol bisa menyumbat pembuluh darah arteri dan memicu serangan jantung atau stroke.

Jika kita terkena stres, maka hormon kortisol akan membuat tubuh membentuk gula dengan lebih banyak. Jika gula ini tidak digunakan untuk beraktivitas, akan diubah menjadi trigliserida, sejenis asam lemak lainnya di dalam tubuh yang jika jumlahnya tidak dikendalikan akan meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes.

Menurut sebuah penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal berjudul American Psychological Association Convention tahun 2007 silam, disebutkan bahwa orang-orang yang lebih baik dalam mengendalikan stres dalam tubuhnya cenderung memiliki kadar kolesterol baik dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang kesulitan untuk mengendalikan stres.

Penelitian lain yang dilakukan oleh para ahli dari University of Missouri Science and Technology juga menghasilkan fakta bahwa stres berlebihan bisa meningkatkan risiko terkena kolesterol tinggi. Karena alasan ini, penelitian ini merekomendasikan setiap orang untuk mengatasi stres dengan selalu tidur cukup, mengonsumsi makanan sehat, kerap berolahraga, kerap mendengarkan musik penenang pikiran, kerap berkebun, dan kerap mengobrol dengan kawan karib serta keluarga.

Sobat Sehat tidak sedang stres saat ini, kan?