Benarkah Stres Bisa Pengaruhi  Kesuburan Wanita?

doktersehat-wanita-lelah-anemia-kerja-kantor-depresi-1024

DokterSehat.Com– Bukan menjadi hal yang aneh lagi pada zaman yang serba maju ini, kebanyakan wanita lebih memilih menjadi wanita karir daripada harus berdiam diri di rumah. Pilihan itu terbilang sebagai gaya hidup baru yang mulai digemari oleh wanita muda, maupun tua. Sebab, kebutuhan hidup semakin tinggi sehingga membuat wanita juga harus mencari nafkah sendiri agar bisa mandiri dan tak selalu tergantung pada suami.

Namun, menentukan jalan hidup sebagai wanita karir pun memiliki risiko dan efek samping. Salah satunya adalah risiko stres yang tidak bisa dihindari. Sebab, hampir semua wanita karir pasti mengalami tingkatan stres yang cukup tinggi sehingga bisa berdampak negatif bagi kesehatannya. Salah satu dampak yang dipercaya sampai saat ini adalah memengaruhi kesuburan.

Lantas, apakah benar jika stres bisa memengaruhi tingkat kesuburan wanita?

Sebelum membahas hal itu, alangkah lebih baik Anda mengetahui terlebih dahulu bahwa stres memang sebuah hal yang harus benar-benar dikendalikan, kalau bisa dihindari bagi siapa saja. Sebab, stres bisa mengganggu psikologis yang akhirnya mengacaukan sistem serta fungsi tubuh, misalnya mengacaukan metabolisme, sistem cerna, serta sirkulasi oksigen dan darah.

Bagi seorang wanita, stres teramat besar dampaknya. Bahkan disebutkan jika stres yang tidak segera diatasi bisa merangsang lahirnya hormon kortisol secara berlebihan. Seperti diketahui, hormon kortisol bisa menghambat produksi hormon utama tubuh, yaitu Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH). Secara ringkas, hormon yang satu ini ada kaitannya dengan pembentukan sel telur pada wanita. Jadi, ketika produksinya terhambat, Anda sudah tahu apa yang akan terjadi, bukan?

Hal inilah yang juga menjadi alasan mengapa wanita yang rentan stres selalu mengalami kekacauan siklus menstruasi. Begitu juga sebaliknya, ketika wanita dalam keadaan normal dan gembira, siklus menstruasi akan berjalan lancar tanpa ada hal yang menyakitkan. Oleh sebab itu, bagi wanita yang menentukan pilihan hidup sebagai wanita karir, disarankan untuk bisa mengelola stres dengan baik agar tidak menimbulkan masalah bagi kesehatan, salah satunya adalah masalah kesuburan.