Benarkah Makan Petai Menyebabkan Sakit Ginjal hingga Arthritis?

bahaya-petai-doktersehat

DokterSehat.Com– Salah satu makanan yang digemari oleh masyarakat Indonesia adalah petai. Meskipun memiliki aroma yang cenderung menyengat, petai dianggap sebagai makanan yang nikmat, baik itu dilalap secara langsung atau dijadikan campuran bahan makanan lainnya. Sayangnya di balik nikmatnya dan manfaat petai untuk ginjal, ada beberapa mitos yang berkembang tentang konsumsi petai yang disebut-sebut bisa memicu sakit kepala atau bahkan sakit ginjal. Sebenarnya, apakah mitos ini benar adanya?

Mitos Makan Petai Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Selain menyebabkan bau mulut dan buang air kecil beraroma tidak sedap, ada beberapa mitos efek buruk makan petai terhadap gangguan kesehatan, berikut di antaranya:

1. Sakit ginjal

Mitos pertama yang dipercaya oleh masyarakat luas adalah makan petai bisa menyebabkan ginjal rusak. Menurut pakar kesehatan, makan petai memang bisa menyebabkan sakit ginjal, jika dikonsumsi secara berlebihan.

Biasanya, kondisi tersebut terjadi pada orang-orang yang menggunakan petai sebagai obat tertentu. Kandungan asam jengkolat yang ada dalam petai inilah yang kemudian bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Ginjal kita memainkan peran penting dalam menghilangkan kelebihan potasium dari tubuh. Orang dengan masalah ginjal harus menghindari makan petai secara berlebihan.

Sementara sumber lain menyebutkan manfaat petai untuk ginjal dapat meningkatkan fungsi ginjal. Ini karena petai mengandung polisulfida siklik sebagaio antijamur dan antibakteri pada ginjal.

2. Perut kembung

Mitos lain yang menyebutkan bahwa bahaya petai bisa memicu gangguan pencernaan ternyata sesuai dengan fakta medis. Jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, maka kita pun akan mengalami masalah perut kembung atau begah.

Sebaiknya Anda menghindari makan petai terlalu banyak, terutama petai yang masih dalam keadaan mentah. Petai mengandung phytates dan inhibitor tripsin yang mengganggu pencernaan protein, dan penyerapan seng dan kalsium. Merendam dan memasak petai bisa sedikit mengurangi efeknya.

Disarankan juga meminum banyak air untuk mengurangi akumulasi asam djenkolic dalam tubuh.

3. Badan pegal

Mitos yang menyebutkan bahwa kerap makan petai bisa menyebabkan pegal-pegal ternyata juga benar adanya. Konsumsi asam jengkolat yang berlebihan memang bisa memicu rasa nyeri pada persendian.

4. Sakit kepala

Mitos yang menyebutkan bahwa bahaya petai bisa menyebabkan sakit kepala, hingga saat ini belum ada penelitian yang berhasil membuktikan hal tersebut.

5. Arthritis

Selain itu, mitos bahaya petai bisa menyebabkan arthritis juga tidak benar adanya. Justru, kandungan petai seperti antioksidan atau anti-inflamasi justru mampu mengatasi berbagai macam peradangan dalam tubuh.

Mengapa Petai Sebabkan Mulut dan Kencing Berbau Menyengat?

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa senyawa yang mengandung belerang dapat menjadi salah satu penyebab urine berbau menyengat. Kandungan cystein dan turunannya seperti glutathione, asam djenkolic, dan thiazolidine-4 asam karboksilat adalah beberapa senyawa belerang yang diketahui menghasilkan aroma khas yang dikeluarkan oleh pemakan petai.

Sementara itu, ada penelitian lain yang menganalisis petai menggunakan metode Gas-Chromatography (GC) dan GC-Mass Spectroscopy (GC-MS). Studi menemukan bahwa petai mengandung sejumlah komponen yang mudah menguap.

Empat konstituen utama adalah:

  • Hidrogen sulfida (41,30%)
  • Etanol (39,15%)
  • 1,2,4-trithiolane (4,75%)
  • Acetaldehyde (3,59%).

Dari empat komponen utama ini, bau khas petai diyakini berasal dari 1,2,4-trithiolane.

Sebelum dimakan, petai biasanya tidak memiliki aroma yang kuat. Jadi, mengapa mengonsumsi petai membuat bau urine berubah menjadi bau menyengat?

Ini terjadi karena ada enzim pencernaan dalam tubuh yang memecah petai menjadi berbagai senyawa kimia. Salah satu dari senyawa ini bisa metil mercaptan, senyawa yang terkenal berbau busuk. Metil merkaptan kemudian diproses oleh ginjal dan dilepaskan sebagai produk limbah melalui urine.

Petai bukanlah satu-satunya makanan yang dapat menyebabkan urine berbau menyengat. Asparagus juga memiliki kemampuan menghasilkan urine dengan bau tak sedap. Ketika melewati proses metabolisme, senyawa tertentu di asparagus akan meningkatkan aroma menyengat di urine.

Cara Mengonsumsi Petai yang Benar

Sebenarnya petai aman dikonsumsi dan tidak ada bayaya pete atau efek samping yang terbukti secara ilmiah, ketika dimakan dalam keadaan matang. Petai benar-benar memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik setelah dimasak hingga matang, hindari setengah matang.

Semua kacang mengandung senyawa yang disebut lektin, glikoprotein yang hadir di banyak makanan nabati yang biasa dikonsumsi. Masalahnya adalah bahwa lektin yang ditemukan dalam kacang mentah dan setengah matang menjadi beracun. Inilah yang menyebabkan bahaya pete.

Ada beberapa efek samping lektin dalam kesehatan manusia dan mereka termasuk – reaksi alergi dan defisiensi nutrisi. Tetapi, bahaya petai yang paling sering adalah mengganggu saluran cerna.

Cara menghilangkan lektin dari petai:

Caranya menghilangkan bahaya petai dari lektin sebenarnya sederhana. Anda hanya perlu merendam dan memasak petai. Cara ini akan menghancurkan lebih dari 95 persen lektin, sehingga efek samping tidak akan terjadi.

Efek samping lain dari memakan petai adalah bahwa bau menyengat dari petai ini dapat menyebar bahkan setelah dikonsumsi, bau yang tidak sedap ini akan bertahan lumayan lama.

Kandungan Nutrisi Petai

Petai merupakan sumber mineral, seperti – kalium, mangan, kalsium, besi, seng, tembaga, fosfor, dan vitamin seperti – vitamin A (dalam bentuk beta-karoten) vitamin B1, vitamin B6, vitamin B9, folat, dan vitamin C.

Petai juga sumber protein yang sangat baik, rendah lemak dan serat makanan dan rendah gula, yang membuatnya baik untuk penderita diabetes tipe 2.

Manfaat Petai untuk Kesehatan 

Di balik bahaya petai, sebenarnya petai sangat berkhasiat untuk kesehatan jika dikonsumsi secara wajar atau tidak berlebihan. Berikut manfaat petai yang bisa Anda rasakan:

1. Membantu mengontrol diabetes

Manfaat petai telah menjadi pengobatan tradisional, karena petai mentah membantu mengendalikan diabetes atau mereka yang menderita tekanan darah tinggi; yang bisa menjadi aksi sinergis sterol seperti beta sitosterol dan stigmasterol.

2. Membantu mengatasi depresi

Sebuah penelitian pada individu yang berjuang dengan gangguan depresi menemukan bahwa banyak dari kelompok merasa jauh lebih baik setelah mengonsumsi petai. Ini karena petai mengandung triptofan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin yang membantu tubuh rileks, meningkatkan suasana hati dan membuat Anda merasa lebih nyaman.

3. Membantu berhenti merokok

Apakah berniat berhenti dari kebiasaan buruk merokok, dan ingin alternatif yang lebih murah dan lebih alami? Solusinya adalah petai, mengapa petai? Manfaat petai dapat membantu tubuh mendapatkan hasil akhir dari penarikan nikotin, karena petai mengndung vitamin B6 dan B12, potasium dan magnesium.

Ingin tahu lebih banyak khasiat petai? Selengkapnya simak manfaat petai di sini.

Kebenaran bahaya petai hingga manfaat petai untuk ginjal masih melium diketahui dengan jelas. Sebagai solusi yang aman, pakar kesehatan menyarankan untuk tidak mengonsumsi petai berlebihan demi mencegah datangnya efek samping yang tidak diinginkan. Jadi, sesuatu yang berlebihan itu selalu tidak baik. Mulai sekarang batasi porsi makan petai ya, Teman Sehat!