Terbit: 23 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Seseorang yang mengalami depresi cukup hebat harus mendapatkan perawatan intensif. Kalau mereka tidak segera mendapatkan perawatan, depresi akan membuat mereka jadi tidak tahan dengan hidup dan akhirnya melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Benarkah Obat Antidepresan Turunkan Gairah Seksual?

Salah satu pengobatan yang bisa diterapkan adalah pemberian obat antidepresan. Obat ini akan memberikan efek menyenangkan pada tubuh meski ada efek sampingnya berupa menurunnya gairah seksual.

Obat antidepresan menurunkan gairah seksual
Obat antidepresan yang membantu seseorang akan meningkatkan mood secara perlahan. Untuk memberikan mood yang baik ini, obat akan mengubah fungsi zat kimia otak neurotransmitter.

Di dalam tubuh, khususnya otak, neurotransmitter terlibat dalam respons seksual. Saat tubuh mengonsumsi antidepresan, komunikasi antar sel yang memicu aliran darah ke organ seks akan menurun. Dampaknya, keinginan untuk berhubungan seksual akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu.

Pengaruh antidepresan pada pria
Ada tiga efek samping yang akan dialami oleh pria yang menggunakan obat antidepresan. Pertama pria akan kesulitan mendapatkan ereksi, kalau pun mereka bisa alami ereksi, efeknya tidak akan lama.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Kedua, pria akan alami ejakulasi dini sehingga performanya di atas ranjang berkurang. Terakhir, sperma pria akan menurun hingga mencapai nol.

Pengaruh antidepresan pada wanita
Sedikit berbeda dengan pria, efek yang ditimbulkan obat antidepresan pada wanita menyebabkan mereka selalu kesakitan saat bercinta. Umumnya wanita akan menghasilkan cairan pelumas untuk membantu penetrasi penis. Namun, saat mengonsumsi obat antidepresan rongga vagina akan lebih kering sehingga akan sakit saat dimasuki penis.

Wanita yang konsumsi obat jenis ini juga akan susah mendapatkan kehamilan. Keadaan rahim menjadi terlalu kering sehingga janin tidak bisa menempel pada dindingnya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, penggunaan obat antidepresan harus dikurangi atau konsultasikan dengan dokter untuk menggunakan alternatif obat lainnya.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi