Benarkah Nasi Memiliki Kandungan Arsenik?

nasi-putih-doktersehat
Photo Credit: flickr/ Quinn Dombrowski

DokterSehat.Com– Terdapat sebuah isu yang menyebutkan bahwa nasi yang biasa kita konsumsi sebagai makanan pokok sehari-hari ternyata memiliki kandungan arsenik. Apakah hal ini benar adanya?

Dilansir dari News Max Health, sudah menjadi rahasia umum jika kandungan arsenik bisa memicu keracunan. Bahkan, telah banyak penelitian yang menghasilkan fakta bahwa kerap terpapar arsenik bisa meningkatkan risiko kanker pada kulit, paru-paru, dan kandung kemih, serta penyakit berbahaya lainnya seperti diabetes dan penyakit jantung.

Sebenarnya, arsenik bisa dengan mudah kita dapatkan dimana-mana karena memang ada dalam tanah dan air. Bahkan, arsenik juga bisa ditemukan pada pupuk atau pestisida yang kerap digunakan untuk menyuburkan tanaman.

Yang menjadi masalah adalah, padi ternyata cenderung menyerap arsenik dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan tanaman lainnya. Bahkan, padi berjenis beras cokelat disebut-sebut memiliki kandungan arsenik paling banyak dibandingkan padi jenis lainnya.

Lantas, apakah hal ini berarti ada baiknya kita menurunkan asupan beras sehari-hari demi mencegah paparan arsenik? Pakar kesehatan menyebutkan bahwa hal ini tidak perlu untuk dilakukan. Hanya saja, kita memang harus berhati-hati dalam memilih beras dan memastikan bahwa beras yang kita konsumsi memiliki kualitas yang baik.

Meskipun begitu, ada baiknya memang kita tidak mengonsumsi nasi dengan berlebihan karena kemampuannya dalam meningkatkan kadar gula darah dengan cepat akibat tingginya indeks glikemik dari bahan makanan ini.

Cobalah untuk mulai memvariasikan nasi dengan makanan sehat lainnya seperti gandum utuh, bayam, soba, jawawut, bubur jagung, dan polenta, makanan khas Italia yang juga terbuat dari jagung. Hal ini tentu akan membuat pola makan kita menjadi lebih sehat.