Benarkah Mitos Suka Marah Bisa Bikin Cepat Mati?

doktersehat-gangguan-kepribadian-ambang
pic credit: petras gagilas

DokterSehat.Com– Terdapat sebuah mitos yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia dimana orang yang cenderung mudah tersulut emosinya dan marah-marah akan lebih cepat tua atau bahkan cepat mati. Apakah hal ini benar adanya?

Sebuah penelitian pun dilakukan di Iowa State University untuk membuktikan hal ini. Hasilnya adalah, mereka yang cenderung mudah marah-marah ternyata memang lebih beresiko untuk meninggal dengan cepat jika dibandingkan dengan mereka yang lebih tenang dalam menyikapi berbaga masalah. Dalam penelitian yang dilakukan dengan melibatkan pria berusia 20 hingga 40 tahun ini, diketahui bahwa pria yang mudah marah memiliki resiko 1,5 kali lipat lebih besar untuk meninggal 35 tahun kemudian.

Para peneliti belum mengetahui secara pasti mengapa para pria yang pemarah ini cenderung lebih cepat meninggal dunia. Hanya saja, ada penelitian terdahulu yang menemukan kaitan antara kemarahan dengan proses fisiologis negatif yang memicu masalah aterosklerosis atau penyumbatan arteri. Tak hanya itu, marah-marah juga akan menyebabkan stress dan memicu kerusakan fisiologis dengan cara membuat tubuh melepas hormon adrenalin saat stress yang akhirnya bisa merusak DNA dan meningkatkan resiko terkena multiple sclerosis.

Sebagai informaasi, multiple sclerosis adalah penyakit auto imun yang cenderung menyerang saraf dan kerap ditemukan pada orang Eropa, Australia, dan Amerika. Hanya saja, kini penyakit ini mulai banyak menyerang orang-orang dari Asia. Yang menjadi masalah adalah, penyakit ini belum ada obatnya.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita lebih pandai dalam mengelola amarah dengan cara mengistirahatkan pikiran dan badan saat mulai dihinggapi emosi, kerap melakukan olahraga yang bisa membantu pikiran tetap segar, kerap menikmati alam yang bisa membantu meredakan stress, dan kerap mencari hal-hal yang bersifat humor demi melepaskan ketegangan.