Penyebab Menguap: Bukan Hanya Ngantuk,tapi Bisa Juga karena Penyakit

menguap-adalah-doktersehat

DokterSehat.Com– Menguap adalah tanda ngantuk, hal ini lah yang paling umum kita ketahui tentang menguap. Namun selain tanda mengantuk, ternyata sering menguap juga bisa mengindikasikan berbagai penyakit yang berkaitan dengan jantung, otak, hingga gangguan saraf. Simak berbagai hal yang perlu Anda ketahui tentang menguap berikut ini!

Apa Itu Menguap?

Menguap adalah salah satu kegiatan yang tanpa sadar kita lakukan ketika sedang mengantuk. Menguap juga sering kali dianggap sebagai tanda tubuh kelelahan dan juga kekurangan oksigen. Pada dasarnya tujuan menguap adalah untuk membuka eustachius, tabung yang mengaitkan telinga bagian tengah dan bagian belakang tenggorokan.

Fungsi tabung ini adalah untuk mengendalikan tekanan udara di telinga tengah. Ketika menguap, selain mendapatkan asupan oksigen yang masuk melalui mulut, terdapat juga tambahan oksigen yang akan masuk melalui telinga.

Selain itu, menguap adalah salah cara untuk mempertahankan suhu internal otak. Perlu diketahui bahwa otak memiliki mekanisme untuk mempertahankan suhu internalnya, karena setiap otak digunakan untuk bekerja dan berpikir dengan keras, suhunya dapat naik. Sehingga dibutuhkanlah sistem bernama thermoregulasi otak untuk menjaga susu otak agar tetap stabil.

Penyebab Menguap Terlalu Sering

Jika menguap yang kita alami penyebabnya adalah seperti yang disebutkan di atas, tentunya frekuensinya akan ada pada batas wajar. Jika Anda sering menguap, kemungkinan menguap tersebut disebabkan oleh hal lain dan bisa jadi mengindikasikan gangguan tubuh tertentu. Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang menjadi sering menguap!

1. Gangguan jantung

Seorang Psikolog di Georgia Gwinnett Colleg Lawrenceville, Steven M. Platek, Ph.D., mengatakan, fungsi menguap adalah untuk meningkatkan aliran darah arteri dan memungkinkan aliran darah yang lebih dingin ke otak. Maka dari itu, sering menguap bisa menjadi salah satu indikasi adanya gangguan jantung.

2. Stroke

Sering menguap juga biasanya dialami oleh penderita stroke. Saat seseorang mengalami stroke, terjadi peradangan pada sistem saraf yang menyebabkan peningkatan susu pada otak. Menguap adalah cara untuk mengembalikan kembali suhu otak agar tetap normal.

3. Multiple sclerosis

Sebuah penelitian menyatakan, orang yang menderita multiple sclerosis menderita disfungsi thermoregualtory yang menyebabkan ketidakmampuan untuk mengontrol suhu tubuh mereka. Hal ini lah yang kemudian memicu seseorang untuk sering menguap sebagai usaha tubuh untuk mengatur suhu tubuh agar tetap normal.

4. Efek obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping berupa rasa kantuk berlebihan. Contohnya seperti SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) dan antihistamin. Sebelum menggunakan obat, pastikan Anda memehami efek samping yang akan terjadi.

Setelah mengonsumsi obat yang menimbulkan kantuk, ada baiknya untuk tidak melakukan kegiatan seperti berkendara atau mengoperasikan mesin.

5. Epilepsi

Sering menguap juga bisa menjadi tanda penyakit epilepsi. Neurolog Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Fitri Octaviana Sumantri, SpS(K), M. Pd. Ked, mengatakan, penyebab epilepsi sulit ditentukan. Maka itu, diagnosa harus ditegakkan dengan sangat hati-hati setelah melalui anamnesis yang rinci.

Penyebab sering menguap sering kali dikaitkan dengan berbagai masalah pada otak. Hal ini lah yang membuat sering menguap dianggap sebagai salah satu gejala epilepsi. Selain epilepsi, gangguan otak seperti adanya lesi pada batang otak juga bisa mengjadi salah satu alasan seseorang sering menguap.

Jika melihat pada berbagai penyebab menguap terlalu sering, dapat dikatakan bahwa sering menguap ini bukan lah hal yang dapat dianggap sepele. Ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika mengalami gejala sering menguap dan gejala lainnya.

Menguap dapat Menular

Terdapat fakta di masyarakat bahwa jika orang yang ada di dekat kita menguap, maka keinginan menguap juga akan tertular pada kita. Apa yang menyebabkan menguap dapat menular? Fenomena menguap yang menular termasuk ke dalam echophenomena yang merupakan tindakan meniru otomatis yang dilakukan tanpa sadar.

Ketika kita melihat orang lain menguap, maka pengendali fungsi motorik di otak kita akan mengalami respons yang membuat kita juga ingin menguap. Jadi pada dasarnya ketika melihat orang lain menguap, sudah pasti kita akan memiliki keinginan untuk menguap, tapi kembali lagi ke pribadi masing-masing untuk memilih menguap atau justru menahannya.

Cara Menahan Menguap

Menguap adalah kegiatan alami tubuh yang sebenarnya tidak perlu ditahan, namun terdapat beberapa kondisi yang membuat kita diharuskan untuk menahan menguap. Ketika sedang berada di sebuah acara formal, tentunya tidak akan sopan jika kita menguap. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menahannya!

1. Mengambil napas dalam-dalam

Mengambil napas dalam ketika ingin menguap adalah cara yang pertama bisa Anda lakukan. Hirup udara dari hidung dan keluarkan secara perlahan melalui mulut. Lakukan beberapa kali hingga keinginan menguap hilang. Cara ini ampun untuk dilakukan karena asupan oksigen yang didapatkan ketika menguap dapat tergantikan ketika kita menghirup napas dalam-dalam.

2. Regangkan tubuh

Cara kedua untuk menahan menguap adalah dengan melakukan peragangan tubuh ringan. Penyebab menguap yang Anda alami bisa jadi karena mengantuk, kelelahan, atau bahkan karena merasa bosan. Melakukan peragangan tubuh dapat mengembalikan semangat dan fokus Anda kembali.

3. Makanan dan minuman dingin

Makanan dan minuman dingin ternyata bisa menjadi salah satu solusi untuk menguap. Karena menguap dianggap sebagai salah satu cara ‘mendinginkan otak’, maka mengonsumsi makanan dan minuman dingin pun dipercaya dapat membantu. Namun jika tidak memungkinkan, Anda cukup mengonsumsi air putih saja untuk menjaga tubuh Anda agar tetap terhidrasi dengan baik.

Selain cara di atas, cara lain yang bisa dilakukan untuk menahan menguap adalah dengan mengubah pola hidup Anda. Latihan pernapasan, olahraga rutin, menjaga pola makan, dan tidur teratur juga dapat menjadi kunci untuk dapat menahan keinginan untuk menguap di waktu yang tidak diinginkan.

Menguap adalah respons alami tubuh, sehingga tidak perlu ditahan jika tidak terpaksa. Jika menguap berlebihan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyababnya dan agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.