Terbit: 21 Januari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kita tentu sering melihat tips-tips kesehatan di internet yang menyebut manfaat kesehatan dari madu. Salah satu dari manfaat kesehatan yang paling sering disebut adalah madu bisa dijadikan obat kanker atau pencegah kanker. Memang, kita mengenal madu sebagai salah satu bahan makanan yang paling baik bagi kesehatan, namun apakah memang madu benar-benar bisa dijadikan obat kanker?

Madu Bisa Jadi Obat Kanker yang Ampuh, Benarkah?

Madu memiliki kandungan anti peradangan

Ketua High Desert Indonesia (HDI) 2013 dr. Ivan Hoesada menyebut madu sebagai bahan alami yang kaya akan zat anti peradangan. Kandungan ini bisa merangsang sistem imun tubuh untuk bekerja dengan lebih baik. Hal ini juga akan memberikan banyak manfaat kesehatan bagi penderita kanker.

Manfaat pertama yang akan didapatkan penderita kanker adalah menurunkan efek samping dari kemoterapi atau radioterapi, terapi yang biasa dilakukan penderita kanker. Hal ini disebabkan oleh kemampuan madu dalam membuat sistem pertahanan tubuh membaik. Selain itu, kandungan di dalam madu juga bisa menghambat pertumbuhan kanker sehingga sel-selnya tidak akan semakin berlipat ganda. Proses penyebaran sel kanker juga akan terhambat sehingga proses penyembuhan kanker akan berlangsung dengan lebih baik.

Dr. Hoesada menyarankan penderita kanker untuk mengonsumsi madu setidaknya tiga atau empat kali dalam sehari. Hanya saja, madu ini sebaiknya diencerkan dalam air putih. Di setiap sesi mengonsumsi madu, kita sebaiknya hanya menyiapkan satu sendok makan saja.

Dr. Hoesada menyarankan hal ini karena salah satu pasiennya yang menderita kanker paru mengalami perbaikan kondisi kesehatan setelah rutin makan madu setiap hari. Setelah empat bulan menjalani kemoterapi dan radioterapi, sang pasien terlihat jauh lebih bugar dan tidak mengalami efek samping dari terapi yang dijalaninya.

Hanya saja, dr. Hoesada juga mengingatkan bahwa madu tidak bisa disebut sebagai obat. Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa madu bisa mengobati kanker. Madu hanya akan menjadi suplemen dan pendukung terapi demi membantu proses penyembuhan kanker.

Madu bisa mencegah kanker?

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, madu tidak bisa dijadikan obat kanker, namun pakar kesehatan menyebut madu sebagai salah satu makanan yang bisa membantu mencegah datangnya kanker. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan antioksidan layaknya flavonoid, asam organik, serta senyawa fenolik yang mencegah paparan buruk radikal bebas dan stres oksidatif. Sebagai informasi, kedua hal ini termasuk dalam pemicu datangnya beberapa jenis kanker.

Beberapa manfaat madu lainnya

Selain bisa mencegah kanker dan membantu penyembuhan kanker, pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali manfaat kesehatan lainnya dari kebiasaan mengonsumsi madu.

Berikut adalah beberapa manfaat madu untuk kesehatan:

  1. Mencegah datangnya penyakit jantung

Pakar kesehatan menyebut konsumsi madu bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida dengan signifikan. Bahkan, kandungan antioksidannya juga akan membantu menurunkan tekanan darah. Hal ini berarti, madu bisa membantu mencegah datangnya penyakit jantung.

Madu bisa dijadikan sebagai pemanis pengganti gula atau pemanis buatan saat kita ingin minum teh atau dikonsumsi secara rutin seperti biasa demi mendapatkan manfaat kesehatan ini.

  1. Membantu proses detoksifikasi tubuh

Mengonsumsi madu dan air hangat secara rutin ternyata bisa membantu tubuh melakukan proses detoksifikasi atau pembuangan racun dari dalam tubuh. Kita pun akan tidak mudah terkena penyakit berbahaya akibat hal ini.

  1. Membuat sistem kekebalan tubuh meningkat

Berbagai enzim, vitamin, dan mineral di dalam madu akan membuat sistem kekebalan tubuh atau imun menjadi semakin kuat. Kita pun akan menjadi lebih sehat dan tidak mudah jatuh sakit.

  1. Mengatasi sakit tenggorokan

Madu dan air hangat bisa mengatasi berbagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh virus seperti sakit tenggorokan. Jika Anda sedang sakit tenggorokan, tidak ada salahnya untuk mencoba untuk mengonsumsi madu.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi