Terbit: 22 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kita tentu pernah diperingatkan oleh orang lain jika kuku jari sudah panjang. Tak hanya diminta untuk segera memotongnya, kita biasanya juga diberitahu jika memiliki kuku panjang bisa membahayakan kesehatan. Apakah anggapan ini memang benar?

Benarkah Kuku Panjang Tidak Sehat?

Dampak Memiliki Kuku Panjang

Sebelum jauh membahas tentang dampak memiliki kuku panjang, kita sebaiknya mengenal kuku terlebih dahulu. Meski bentuknya keras layaknya tulang, dalam realitanya kuku sebenarnya terbuat dari lapisan protein keratin. Sel-sel kuku ini terus tumbuh dari semacam kantung yang ada di bagian bawah kulit dan terus menebal.

Setiap hari, kuku akan tumbuh sekitar 0,1 mm. Meski tidak begitu cepat, terkadang kita tidak menyadari jika kuku sudah tumbuh hingga cukup panjang. Kecepatan pertumbuhan ini sangat bergantung pada aliran darah serta nutrisi makanan yang kita konsumsi. Selain itu, suhu udara yang hangat juga cenderung membuat kuku bisa tumbuh dengan lebih cepat. Konsumsi obat-obatan, faktor usia, hingga kondisi kesehatan tertentu juga bisa mempengaruhinya.

Ada banyak alasan yang bisa membuat kita memiliki kuku panjang. Ada yang memang malas memotong kuku, ada yang ingin memberikan cat kuku, atau alasan lainnya. Masalahnya adalah semakin panjang kuku, semakin rentan kuku untuk patah atau rapuh. Jika sampai patah, tak hanya bisa memicu rasa nyeri atau bahkan perdarahan, bisa jadi hal ini akan menyebabkan pertumbuhan kuku yang tidak normal yang memicu cantengan.

Kuku yang panjang juga bisa memberikan kerugian tersendiri. Kita akan kesulitan untuk mengetik atau melakukan hal-hal lainnya yang harus dilakukan dengan jari tangan. Hal ini juga bisa membuat otot jari menjadi lebih tegang atau membuat kita rentan tercakar oleh kuku sendiri.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Anggapan bahwa kuku panjang bisa menjadi sarang bakteri ternyata benar adanya. Dalam realitanya, bagian balik kuku memang bisa menjadi tempat ideal untuk berbagai macam kotoran, bakteri, dan hal-hal lainnya.

Jika sampai kita makan dengan kondisi kuku kotor, bisa jadi akan membuat berbagai kotoran dan bakteri ini tertelan dan menyebabkan datangnya masalah kesehatan. Selain itu, risiko terkena infeksi jamur kuku juga akan semakin meningkat.

Sebaiknya Sering Memotong Kuku

Rajin memotong kuku tak hanya akan membuat kuku menjadi lebih pendek. Dalam realitanya, hal ini juga bisa mencegah kuku menjadi sarang bakteri. Kuku pendek juga bisa menurunkan risiko terkena cantengan. Hanya saja, memotong kuku juga tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Jika kita terlalu sering memotongnya, bisa jadi kuku akan lebih mudah rusak karena sering mengalami tekanan atau gesekan.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk memotong kuku setidaknya dua minggu sekali. Sementara itu, khusus untuk anak-anak, potong kuku bisa dilakukan seminggu sekali. Selain itu, kita juga harus lebih cermat dalam memilih gunting kuku.

Pilihlah gunting kuku dengan ukuran kecil namun dengan ujung yang bulat. Gunting kuku yang berukuran besar biasanya diperuntukkan untuk ibu jari kaki yang biasanya memiliki kuku yang lebih tebal dari kuku jari-jari lainnya.

Tips Menjaga Kuku Agar Tetap Sehat

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk cermat dalam merawat kuku agar tetap sehat dan kuat dengan memperhatikan hal ini.

  • Memastikan bahwa kuku selalu berada dalam kondisi bersih dan kering.
  • Jangan terbiasa menggigit kuku.
  • Memotong kuku secara teratur.
  • Rutin mengonsumsi makanan bergizi demi menjaga kesehatan kuku.
  • Jangan sembarangan menggunakan cat kuku demi mencegah paparan bahan kimia berbahaya.

 

 

Sumber:

  1. Hmar, Ruth. 2014. Health Problems Associated With Long Nails. indiatimes.com/health/healthyliving/health-problems-associated-with-long-nails-242261.html (Diakses pada 22 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi