Terbit: 2 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Saat menstruasi, wanita akan mengeluarkan cukup banyak darah dari vaginanya. Darah ini bersifat kotor sehingga bisa digunakan oleh bakteri atau kumat untuk berkembang biang. Kalau darah ini terus menempel di area vagina, kebersihan organ intim itu akan menurun. Dampaknya, vagina bisa mengalami iritasi dan muncul rasa gatal.

Benarkah Kain Lebih Aman Digunakan Saat Menstruasi Ketimbang Pembalut?

Untuk mengurangi rasa gatal dan membuat darah bisa keluar dengan sempurna, beberapa wanita memilih menggunakan pembalut. Dengan pembalut ini, mereka bisa tenang saat beraktivitas dan area vagina bisa lebih bersih dan kering.

Sayangnya, pembalut yang berada di luaran sana banyak yang tidak aman. Ada bahan kimia berbahaya yang bisa menyebabkan iritasi pada vagina hingga bisa memicu kanker. Melihat kondisi ini wanita akhirnya memilih menggunakan kain sebagai pengganti.

Nah, yang jadi pertanyaan sekarang adalah, apakah kain yang digunakan sebagai pengganti pembalut itu aman?

Penelitian terkait keamanan kain

Penelitian terkait dengan keamanan kain dibandingkan dengan pembalut belum banyak dilakukan. Jadi, kalau ada orang yang bilang kain lebih aman, Anda tidak boleh lagsung percaya begitu saja.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Kain mungkin tidak mengandung zat kimia seperti klorin. Namun, kain bisa saja kotor karena mengandung sisa detergen. Kalau Anda mencuci kain ini tidak sempurna, sisa detergen justru bisa mengganggu vagina.

Lebih lanjut, tidak semua kain memiliki daya serap tinggi. Mengganti pembalut dengan kain bisa saja membuat darah yang dikeluarkan jadi menggenang.

Cara menggunakan kain yang benar

Kain yang bisa digunakan untuk pembalut adalah jenis katun atau yang mudah menyerap cairan. Dengan kain ini, darah yang keluar dari vagina bisa segera diserap hingga habis dan tidak menggenang.

Lebih lanjut, cuci kain dengan bersih setelah mengenakannya . Jangan ada sisa darah atau detergen. Oh ya, ganti kain setiap 2-3 bulan sekali dengan yang baru juga ya!


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi