Terbit: 20 April 2021 | Diperbarui: 21 April 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Mayones atau mayonaise untuk ibu hamil menjadi salah satu makanan yang patut dihindari karena mungkin terbuat dari telur mentah! Benarkah tidak boleh? Apa bahaya mayonaise bagi ibu dan janin? Cek penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Makan Mayonaise untuk Ibu Hamil Aman, Asalkan…

Bolehkah Ibu Hamil Makan Mayonaise?

Ibu hamil sebenarnya bisa makan mayones jika bahannya menggunakan telur yang dipasteurisasi. Biasanya, mayones yang diproduksi secara komersial juga aman karena terbuat dari telur yang telah dipasteurisasi.

Mayones terbuat dari beberapa bahan, termasuk kuning telur, jus lemon atau cuka, dan minyak sayur. Lesitin dan protein yang ada dalam kuning telur berfungsi sebagai pengemulsi dan menstabilkan mayones, menjaga agar semua bahan tetap tercampur.

Jika berbahan telur mentah, bahaya makan mayonaise untuk ibu hamil bisa menularkan bakteri salmonella yang menyebabkan penyakit berbahaya bagi janin. Penyakit ini adalah salmonellosis yang menyebabkan mual, muntah, demam, sakit kepala, diare dan kram perut.

Salmonellosis juga menyebabkan komplikasi serius lainnya, seperti dehidrasi ekstrem, arthritis reaktif, bakteri dalam aliran darah, dan meningitis. Penyakit bisa menular ke janin dan menyebabkan cacat perkembangan yang parah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Mayonaise yang Harus Dihindari Selama Kehamilan

Ada banyak jenis mayones yang tersedia dan Anda bisa memilih mana yang aman dan tidak aman bagi janin. Anda bisa membaca komposisi pada kemasan atau menanyakan apakah terbuat dari telur telah melalui pasteurisasi, jika tidak jangan Anda konsumsi.  

Berikut ini jenis mayonaise yang harus ibu hamil hindari:

1. Buatan Sendiri

Jika bertamu ke rumah teman atau saudara dan ditawari makanan bersaus mayones buatan sendiri, sebaiknya tanyakan telur apa yang digunakan dalam saus itu. Jangan sungkan menanyakan karena ini demi kebaikan untuk calon buah hati Anda.

Mengonsumsi telur mentah berbahaya, seperti dalam sebagian mayones. Hal ini karena bakteri bisa menyusup ke dalam telur bahkan sebelum cangkangnya terbentuk jika ayam petelur terinfeksi. Kulit luarnya juga bisa terkontaminasi oleh kotoran ayam. Itulah alasan mengapa ibu hamil tidak ingin makan mayones yang terbuat dari telur yang tidak dipasteurisasi.

Bagaimana dengan pasteurisasi telur di rumah? Meskipun ada cara membuatnya sendiri dengan bantuan tutorial online, tetapi tidak mungkin mempasteurisasi telur dengan aman secara mandiri. 

2. Restoran

Mengonsumsi mayonaise untuk ibu hamil harus hati-hati, termasuk saat memilih menu restoran. Untuk restoran tertentu mungkin mereka membuat mayones sendiri. Sebelum memesan makanan, sebaiknya tanyakan apakah sausnya menggunakan telur yang dipasteurisasi. Jika pelayan atau staf restoran tidak tahu, pertimbangkan untuk tidak memesannya atau memilih menu yang lain.

3. Toko Khusus

Selain restoran, Anda mungkin juga dapat menemukan mayones buatan sendiri di toko khusus, toko bahan kue, atau, pasar tradisional. Kemungkinan Anda dapat menemukan jenis mayones yang menggunakan telur tidak dipasteurisasi.

4. Dalam Makanan Lain

Mayones menjadi bahan bagi banyak makanan, seperti salad sayur, salad buah, salad kentang, salad telur, salad tuna, salad ayam. Makanan ini kemungkinan tidak selalu menyertakan komposisinya dengan jelas, bertanyalah atau tidak membelinya kecuali melihat kata yang dipasteurisasi pada kemasan.

Baca Juga: Panduan Kehamilan: Ciri, Nutrisi, Pantangan, Penyakit

Bahaya Makan Mayonaise yang Tidak Aman Selama Kehamilan

Makan telur yang tidak melalui proses pasteurisasi dan makanan yang berbahan telur ini berisiko mengalami salmonellosis. Ini adalah infeksi bakteri akibat tertular dari makanan yang terkontaminasi bakteri salmonella.

Bakteri salmonella dapat ditemukan dalam telur mentah dan makanan lainnya, seperti daging mentah, buah dan sayuran yang tidak dicuci, dan susu yang tidak dipasteurisasi.

Infeksi ini cenderung lebih berbahaya, dan bahkan terkadang mengancam nyawa pada ibu hamil, lansia, balita, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala makan telur mentah yang terinfeksi bakteri salmonella, termasuk:

  • Sakit kepala.
  • Demam atau menggigil.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Kram perut.
  • BAB berdarah.

Penderitanya dapat mengalami gejala ini selama 6 jam hingga 6 hari setelah makan makanan yang terkontaminasi bakteri salmonella. Infeksi bisa berlangsung dari 4 hari hingga seminggu penuh atau bahkan lebih lama, tergantung pada seberapa parah gejalanya atau jika perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Meskipun mengonsumsi jenis mayones yang aman, tetapi jika terlalu banyak juga bisa berisiko mengalami masalah kesehatan.

Berapa Banyak Makan Mayonaise yang Aman Selama Kehamilan?

Ibu hamil dapat mengonsumsi mayones yang telah melalui proses pasteurisasi. Bunda dapat menambahkannya sebagai saus salad atau mengoleskan pada roti untuk sandwich sayuran atau ayam yang sehat.

Anda dapat mencampurkan bumbu lain dengan mayones dan membuatnya menjadi saus yang bercita rasa. Ini bisa menjadi cocolan wortel sebagai camilan yang sehat. Namun, konsumsilah dalam jumlah terbatas dan manlah sesekali. Selain itu, pastikan mengonsumsi mayonaise yang hanya terbuat dari telur pasteurisasi. 

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Mie Instan? Begini Penjelasannya!

Manfaat Mayonaise untuk Ibu Hamil

Mengonsumsi mayones dalam jumlah terbatas akan mendapatkan manfaat baik untuk kesehatan, tentu yang telah melalui pasteurisasi. Ini karena mayones mengandung nutrisi yang bagus. 

Berikut ini beberapa manfaat makan mayonaise saat hamil:

  • Vitamin K. Satu sendok makan mayones memiliki sekitar 22,5 mikrogram (mcg) vitamin K, yang melebihi 25% dari kebutuhan harian 90 mcg. Vitamin ini penting selama persalinan karena membantu pembekuan dan mencegah perdarahan berlebih. Untuk bayi, bagus untuk perkembangan dan pembekuan darah normal.
  • Kandungan lemak. Dalam satu sendok makan mayones memiliki 2,32 gram dari total asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA) dan 6,17 gram dari total asam lemak tak jenuh ganda (PUFA). Menjaga rasio MUFA dan PUFA yang sehat penting selama kehamilan karena tidak hanya untuk kesehatan ibu, tetapi juga kesehatan dan perkembangan janin yang sedang tumbuh.

Total lemak selama kehamilan dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit. Kelebihan lemak jenuh bisa berisiko mengalami kenaikan berat badan berlebih dan profil lipid yang tidak normal. Mayones memiliki lemak jenuh yang tidak baik untuk kesehatan jika mengonsumsinya dalam jumlah yang terlalu banyak.

 

  1. Khan, Aliya. 2018. Eating Mayonnaise During Pregnancy – Is It Safe?. https://parenting.firstcry.com/articles/eating-mayonnaise-during-pregnancy-benefits-and-risks/ (Diakses pada 20 April 2021)
  2. Marcin, Ashley. 2020. Can You Eat Mayonnaise During Pregnancy?. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnancy-mayonnaise#safety (Diakses pada 20 April 2021)
  3. Navuluri, Bhavana. 2020. Is It Safe To Eat Mayonnaise When Pregnant?. https://www.momjunction.com/articles/is-it-safe-to-eat-mayonnaise-when-pregnant_00376950/ (Diakses pada 20 April 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi