Terbit: 20 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apakah Anda pernah mendengar atau mungkin sudah mencoba grapefruit diet? Diet ini disebut mampu menurunkan lebih dari 4 kilogram berat badan dalam 12 hari. Benarkah demikian?

Benarkah Grapefruit Diet Bisa Menurunkan Berat Badan?

Grapefruit diet dilakukan dengan mengonsumsi makanan asam, umumnya jeruk atau kiwi, yang dipercaya mampu membuang lemak dalam tubuh. Diet ini disebut pernah populer pada awal tahun 1930-an, namun kini diet ini hadir dengan beberapa modifikasi.

Grapefruit diet diterapkan dengan beberapa prinsip seperti dibawah ini:

  • Memenuhi separuh asupan energi tubuh dari buah jenis grapefruit, yang dikonsumsi sebelum dan atau sesudah makan (makan pagi, siang dan malam)
  • Makan besar hanya berfokus dengan bahan makanan tinggi protein seperti telur atau dua butir putih telur serta yoghurt
  • Konsumsi air minum yang cukup dari asupan air putih dan atau sup kaldu dengan buah tomat
  • Menghindari berbagai jenis makanan berkarbohidrat atau memiliki kandungan gula

Prinsip diatas memang terlihat menarik dan menjanjikan. Namun ternyata meskipun diet ini terbukti menurunkan berat badan, grapefruit diet sebenarnya termasuk dalam fad diet.

Fad diet adalah golongan diet yang hanya mampu menurunkan berat badan dalam jangka waktu tertentu, yang tergolong cepat, namun tubuh tidak akan bisa memertahankan berat badan tersebut alias berat badan akan naik lagi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Penelitian yang dilakukan oleh University of Kentucky menyebutkan bahwa grapefruit diet termasuk dalam diet yang rendah karbohidrat. Hal ini tentu saja membahayakan tubuh karena akan menyebabkan tubuh dapat mengalami ketosis berlebihan.

Konsumsi buah grapefruit memang membuat tubuh merasa lebih kenyang namun kandungan asam pada buah tersebut tidak membakar lemak tubuh.

Selain itu menurut Kathleen Zelman, dietitian dari WebMD, penerapan grapefruit diet sangat ketat, asupan kalori hanya dibawah 800 kkal dalam sehari, hal ini yang menyebabkan berat badan menjadi cepat turun namun tidak bertahan lama.

Zelman tidak menganjurkan penerapan diet ini untuk kondisi apapun karena prinsip pembatasan makanan yang ketat pada grapefruit diet berisiko membuat tubuh tidak terpenuhi kebutuhan gizinya.

Grapefruit diet bukanlah diet yang tepat untuk menurunkan berat badan jangka panjang.

Jadi, jika kita ingin mengurangi berat badan gunakan diet yang sehat saja ya, yaitu dengan mengurangi asupan makan secara bertahap dan diimbangi dengan olahraga.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi