Terbit: 27 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Saat memasuki usia kehamilan trimester kedua, bayi sudah mulai melakukan banyak aktivitas di dalam janin. Gerakan janin pun sudah bisa dirasakan oleh ibu mulai dari gerakan kecil hingga gerakan yang kuat. Benarkah gerakan janin dapat mencerminkan perilaku anak di masa mendatang?

Benarkah Gerakan Janin Mencerminkan Perilaku Anak?

Photo Credit: pexels.com

Sekilas mengenai gerakan bayi dalam kandungan

Setiap ibu mengalami kehamilan yang berbeda-beda antara ibu yang satu dengan ibu yang lain. Ada ibu yang sudah merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 16 minggu, namun ada juga yang baru merasakan gerakan pertama janin pada usia kehamilan 20 minggu.

Pada kehamilan kedua umumnya ibu akan lebih cepat merasakan gerakan janin karena jaringan rahim dan ingatan ibu sudah terbiasa dengan kehamilan sebelumnya. Selain itu kondisi ketebalan lemak pada perut ibu juga dapat menentukan apakah ibu dengan mudah merasakan tendangan janin atau tidak.

Benarkah gerakan janin berkaitan dengan temperamen anak?

Banyak yang beranggapan bahwa gerakan janin yang aktif menandakan bahwa anak yang lahir kelak akan jadi anak yang aktif pula. Beberapa penelitian mencoba mengkaji hubungan antara gerakan janin dengan temperamen bayi. Hasilnya, gerakan bayi yang aktif selama di kandungan tidak berkaitan dengan pola tidur atau pola makan bayi setelah lahir.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Sedangkan penelitian lain menyebutkan bahwa bayi yang aktif di dalam rahim cenderung tidak mudah frustasi ketika sudah berusia 1 tahun dan bisa bermain sendiri di usia 2 tahun. Selain itu penelitian lain menyebutkan bahwa gerakan bayi dalam kandungan yang semakin akif maka bayi akan semakin aktif dan tidak dapat diduga.

Namun perlu diingat bahwa perilaku anak dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Beberapa di antaranya adalah faktor lingkungan, cara mendidik anak, dan rangsangan yang diberikan pada anak. Meskipun setiap anak memiliki temperamennya sendiri, namun Anda tetap bisa mendidik dan mengarahkan anak agar memiliki temperamen yang baik.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi