Terbit: 11 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.ComDemensia menjadi penyakit yang berisiko diderita banyak orang. Meskipun pencetusnya berbeda-beda, namun dengan penerapan pola hidup dan pola makan baik maka kesehatan fungsi saraf dan otak bisa terjaga.

doktersehat-stres-picu-demensia

Lalu benarkah kekurangan asupan vitamin D bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada saraf otak?

Berbagai penelitian terkait pencegahan terjadinya demensia kini mulai banyak dilakukan, salah satunya adalah pencegahan dengan asupan zat gizi yang tercukupi, salah satunya adalah vitamin D.

Suatu penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 menunjukkan bahwa orang dengan kadar vitamin D darah yang rendah memiliki risiko mengalami gangguan saraf otak, baik alzheimer maupun demensia, lebih tinggi dua kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang kadar vitamin D darah yang tercukupi.

Maka dari itu vitamin D memiliki peran penting untuk mencegah terjadinya demensia.

Jika begitu, apakah perlukah suplemen vitamin D diperlukan untuk mencegah demensia?

Pakar kesehatan dari Mayo Clinic, David Knopman, menyebutkan bahwa meskipun vitamin D yang rendah memiliki hubungan dengan terjadinya gangguan pada fungsi otak, maka bukan berarti kita perlu memenuhi kebutuhannya dari suplementasi.

Seperti yang kita ketahui bahwa vitamin D memiliki fungsi vital pada metabolisme pembentukan tulang, dan penyerapan kalsium pada tubuh. Vitamin D memang disebut memiliki efek pada fungi otak, namun efek vitamin D pada fungsi otak bukan menjadi fungsi utama.

Fungsi vitamin D untuk otak, umumnya terkait dengan pertumbuhan, perkembangan dan penuaan otak, namun hal tersebut disebut Knopman masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Karena umumnya kekurangan vitamin D akan berefek pada terjadinya osteoporosis.

Untuk itu asupan vitamin D yang cukup dari bahan makanan segar dan paparan sinar matahari dalam jangka waktu yang cukup lebih dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh kita.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi