Benarkah Cabut Gigi Menyebabkan Buta?

Doktersehat-bahaya-cabut-gigi

DokterSehat.Com – Mitos mengerikan seputar bahaya cabut gigi geraham atas yang hingga kini masih banyak dipercaya masyarakat adalah bisa menyebabkan kebutaan, apakah hal ini adalah sesuatu yang benar? Bagaimana penjelasan medisnya mengenai efek cabut gigi ini?

Menurut Profesor Bambang Irawan, pencabutan gigi yang dilakukan sembarangan memang bisa membahayakan, namun tidak sampai menyebabkan kebutaan. Bahaya cabut gigi yang mungkin terjadi adalah timbulnya infeksi yang mengakibatkan bengkak.

Faktanya, saraf gigi dan saraf mata itu berbeda sehingga tidak ada hubungan antara cabut gigi atas dengan kerusakan mata. Perlu diketahui, baik saraf gigi maupun saraf mata berasal dari saraf otak yang disebut sebagai saraf trigeminal.

baca juga: Cegah Sakit Gigi dengan Cara Sederhana Berikut Ini

Namun pada dasarnya tidak terdapat hubungan langsung antara saraf gigi dan saraf mata, sehingga tidak benar bahwa cabut gigi geraham atas dapat menyebabkan masalah pada mata seperti kebutaan. Bila saraf gigi kelima, maka saraf mata kedua.

Jika memang dapat memengaruhi saraf, yang terkena adalah saraf yang berada disekitar mulut di mana komplikasinya adalah rasa nyeri pada bagian bibir, lidah, gigi dan rahang, terutama pada pencabutan gigi geraham bungsu. Komplikasi ini umumnya bersifat sementara tapi bisa menjadi permanen juga.

Mencabut gigi merupakan tindakan terakhir yang harus dilakukan karena gigi sudah tidak bisa lagi dipertahankan. Bila terjadi kerusakan gigi yang belum begitu parah, biasanya dokter akan mempertahankan gigi supaya jangan sampai dicabut.

Jika gigi yang bermasalah harus dicabut maka sebaiknya pastikan dulu gigi sedang tidak sakit. Pencabutan gigi tidak diperbolehkan saat gigi sedang sakit karena bisa memicu infeksi.

Penyebaran infeksi inilah yang harus diwaspadai, karena bila pencabutan dilakukan pada gigi rahang atas maka infeksi dapat saja menyebar dan menyebabkan pembengkakan hingga ke daerah mata. Sebaiknya tunggu sampai gigi sudah tidak terasa sakit lagi bila ingin mencabutnya.

Oleh karenanya, konsultasikan dengan dokter gigi terlebih dahulu. Dokter gigi akan menentukan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Alasan yang Melatarbelangkangi Cabut Gigi

  • Penyakit gusi

Infeksi pada jaringan dan tulang pendukung di sekitar gigi dapat mengakibatkan gigi perlu dicabut. Selain itu, gusi yang bengkak dapat menjadi sulit untuk dibersihkan sehingga bakteri dapat berkembang dan menyebabkan gangguan antar gigi.

  • Kemungkinan terjadi infeksi.

Pulpa adalah akar gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Jika terjadi lubang atau kerusakan pada gigi, bakteri dapat masuk ke pulpa dan menyebabkan infeksi. Sebagian kasus dapat ditangani dengan root canal therapy (RCT).

Namun dalam beberapa kasus, saat RCT dan penggunaan antibiotik sudah tidak membantu, maka pencabutan perlu dilakukan agar infeksi tidak menyebar. Selain itu, pencabutan juga diperlukan jika sistem kekebalan tubuh Anda lemah sehingga infeksi mungkin terjadi, seperti saat sedang menjalani kemoterapi atau transplantasi organ.

Baca juga: 9 Masalah Gigi yang Bisa Dialami dan Cara Mengatasinya

  • Munculnya gigi geraham

Gigi geraham belakang umumnya baru tumbuh di usia 20-an, saat sudah terdapat sekitar 28 gigi dewasa di mulut. Pada situasi ini, sangat mungkin tidak ada tempat lagi untuk gigi geraham tumbuh dengan baik atau hanya muncul sebagian.

Kemungkinan yang dapat terjadi adalah kontak paksa gigi geraham dengan gigi lain, sehingga mendorong dan menyebabkan rasa sakit atau gangguan pada gigi lain. Gigi yang hanya muncul sebagian (impacted tooth) dapat menjadi sulit untuk dibersihkan dari bakteri yang terjebak di sekelilingnya dan berpotensi berkembang menjadi plak penyebab infeksi.

Beberapa jenis gangguan yang mungkin dialami antara lain abses, gingivitis, dan karies gigi. Oleh karenanya, beberapa gigi terkadang perlu dicabut.