DokterSehat.Com– Di balik berbagai manfaat menyusui bagi bayi, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa menyusui memiliki efek negatif seperti membuat rambut rontok, payudara kendur, hingga menyebabkan karies gigi pada anak.

doktersehat-anak-sikat-gigi

Photo Credit: David D

Manfaat menyusu bagi bayi

Bagi bayi, menyusu bukan hanya penting untuk memenuhi gizi yang dibutuhkan selama pertumbuhan. Namun menyusu pada payudara ibu juga berguna untuk melatih perkembangan organ mulut. Salah satunya, menyusu melatih otot-otot di rongga mulut yang berfungsi untuk berbicara dan berekspresi. Selain itu bayi yang menyusu juga memiliki risiko malocclusion, yaitu ketidakseimbangan ukuran rahang dan gigi yang lebih rendah.

Penyebab karies gigi

Salah satu kerusakan gigi yang banyak dialami balita adalah karies gigi, yaitu infeksi yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Karies gigi utamanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Kombinasi antara sisa makanan manis, air liur dan bakteri dapat membentuk plak pada gigi yang lama kelamaan dapat menyebabkan lubang pada lapisan gigi.

Benarkah ASI dapat menyebabkan karies gigi?

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ibu yang menyusui anaknya hingga lebih dari 2 tahun meningkatkan risiko kerusakan gigi parah pada anak-anak. Namun dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa ASI bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan kerusakan gigi. Faktor sosioekonomi seperti tingkat pendapatan dan pendidikan yang rendah diduga menjadi penyebab utama anak-anak tidak mendapat informasi yang baik mengenai pentingnya merawat gigi dengan gosok gigi sebelum tidur.

Penelitian lain yang dilakukan di University of Minnesota menyebutkan bahwa meskipun ASI mengandung laktosa, namun ASI tidak dapat mengurangi pH plak dan tidak merusak enamel gigi. ASI justru mengandung lactoferrin yang berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan gigi berlubang.

Para ahli berkesimpulan bahwa ASI bukanlah penyebab utama dari kerusakan gigi pada anak yang menyusu lebih dari dua tahun. Kondisi tersebut disebabkan oleh konsumsi makanan manis berlebih dan kebiasaan tidak menyikat gigi sebelum tidur sehingga meningkatkan risiko kerusakan gigi.

Jangan lupa mengajak anak untuk gosok gigi sebelum tidur ya Mom!