Ramai Dibahas, Benarkah Ada Sedotan Pemurni Air?

sedotan-air-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/9to5toys

DokterSehat.Com– Belakangan ini di media sosial sedang ramai bahasan tentang sedotan pemurni air. Sedotan ini disebut-sebut bisa menjadi solusi bagi korban gempa dan tsunami yang membutuhkan air bersih untuk minum dan kebutuhan lainnya. Sebagai informasi, di Palu dan wilayah sekitarnya yang diterpa bencana alam sedang mengalami kesulitan untuk mendapatkan sumber air bersih karena banyaknya kerusakan yang terjadi.

Dikutip dari Daily Mail, alat yang diklaim bisa menyaring air kotor dan bisa langsung menyediakan air bersih saat kita menyedotnya dengan mulut ini dikenal luas dengan nama Life Straw. Alat ini memiliki serat berongga yang diklaim bisa menyaring berbagai macam bakteri, protozoa, parasit, hingga mikroplastik dengan tingkat keberhasilan mencapai 99,99 persen. Berbagai bakteri yang bisa disaring oleh alat ini adalah bakteri penyebab datangnya penyakit seperti e.coli, campylobacter, cholera, pseudomonas aeruginosa, shigella, serta salmonella.

Untuk menggunakan peralatan ini, kita hanya perlu membuka bagian sisi ujung sedotan pemurni air ini. Setelahnya, bagian dasar sedotan tinggal diletakkan di permukaan air yang tidak layak untuk diminum. Setelahnya, kita tinggal mengisap bagian ujung lainnya untuk menyaring air sekaligus mendapatkan air yang sudah layak untuk diminum.

Menurut Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba dr. Harry Parathon, peralatan ini ternyata memang sudah terbukti mampu menyaring air yang tidak layak menjadi air yang layak untuk diminum secara langsung. Dr. Harry sendiri mengaku beberapa kali melihat ada orang yang membawanya, khususnya saat berkemah di alam liar sehingga bisa langsung meminum air dari sungai melalui peralatan tersebut.

Lantas, apakah peralatan ini bisa digunakan di wilayah bencana seperti di Palu? Dr. Harry menyebutkan bahwa kondisi tanah di wilayah tersebut sudah terbongkar dan porak poranda sehingga banyak septic tank dari perumahan atau bangunan yang ikut rusak. Dikhawatirkan sumber air disana sudah tercemar berbagai macam kotoran dan bakteri berbahaya. Hal ini berarti, menggunakan sedotan pemurni air ini belum tentu menjamin air yang dihasilkan sudah aman untuk dikonsumsi korban bencana.