Terbit: 28 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Pembekuan darah adalah kondisi di mana darah menggumpal seperti gel. Kondisi yang terbentuk di pembuluh darah ini adalah respons tubuh terhadap cedera atau luka untuk menghentikan pendarahan. Ketahui gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Pembekuan Darah: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Pembekuan Darah?

Proses pembekuan darah atau koagulasi adalah proses penting untuk mencegah pendarahan berlebihan saat pembuluh darah terluka. Trombosit dan protein dalam plasma (bagian cair dari darah) bekerja sama untuk menghentikan pendarahan dengan membentuk gumpalan di atas luka.

Biasanya, tubuh Anda akan secara alami melarutkan bekuan darah setelah cedera sembuh. Terkadang, gumpalan terbentuk di bagian dalam pembuluh darah tanpa cedera atau tidak larut secara alami. Kondisi ini bisa menjadi berbahaya dan membutuhkan penanganan yang tepat.

Gejala Pembekuan Darah

Pada dasarnya, gejala dari kondisi ini berbeda-beda tergantung pada lokasi bekuan darah. Apabila gumpalan terjadi di lengan atau tungkai, Anda mungkin akan mengalami:

  • Nyeri (terasa seperti kram yang hebat)
  • Pembengkakan
  • Kulit lembek
  • Kulit kemerahan
  • Area gumpalan berada akan terasa hangat saat disentuh

Sementara jika bekuan darah ada terjadi di perut, Anda mungkin mengalami sakit perut yang parah, muntah, dan diare.

Gumpalan darah yang mengalir ke jantung menyebabkan nyeri di dada, nyeri tubuh bagian atas, sesak napas, mual, dan pusing.

Jika gumpalan bergerak ke paru-paru, Anda bisa mengalami nyeri dada yang kuat, jantung berdebar kencang, sesak napas, berkeringat, dan demam.

Gumpalan darah di otak dapat menyebabkan kelemahan pada wajah, lengan, kaki, kesulitan bicara, gangguan penglihatan, sakit kepala, dan pusing. Meski begitu, banyak dari kondisi ini merupakan gejala yang berhubungan dengan kondisi lain seperti serangan jantung dan stroke.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda menduga mengalami pembekuan darah segera temui dokter. Perawatan darurat diperlukan apabila Anda mengalami:

  • Batuk berdarah
  • Detak jantung cepat
  • Sakit kepala ringan
  • Sulit atau nyeri saat bernapas
  • Dada terasa nyeri atau sesak
  • Nyeri menjalar ke bahu, lengan, punggung, atau rahang
  • Kelemahan tiba-tiba atau mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki
  • Tiba-tiba sulit berbicara dan memahami ucapan (afasia)
  • Perubahan mendadak dalam penglihatan

Penyebab Pembekuan Darah

Gumpalan darah terbentuk ketika bagian tertentu dari darah mengental dan membentuk massa setengah padat. Mekanisme pembekuan darah ini dapat dipicu oleh cedera atau terkadang dapat terjadi di dalam pembuluh darah tanpa penyebab yang jelas.

Begitu bekuan darah ini terbentuk, gumpalan dapat berpindah ke bagian lain dari tubuh dan menyebabkan kerusakan. Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan gangguan ini, antara lain:

  • Sindrom antifosfolipid
  • Arteriosklerosis
  • Obat-obatan tertentu, seperti kontrasepsi oral dan obat terapi hormon
  • Virus Corona (COVID-19)
  • Trombosis vena dalam
  • Faktor V Leiden
  • Riwayat keluarga penggumpalan darah
  • Aritmia (masalah irama jantung)
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Kegemukan
  • Penyakit arteri perifer
  • Polisitemia vera
  • Kehamilan
  • Duduk atau istirahat di tempat tidur dalam waktu lama
  • Emboli paru (bekuan darah di arteri di paru-paru)
  • Merokok
  • Stroke
  • Operasi

Faktor Risiko Pembekuan Darah

Perlu diketahui, di dalam tubuh terdapat molekul yang memberi sinyal pada tubuh untuk memberi tahu kapan, di mana, dan seberapa cepat membentuk bekuan darah. Genetik adalah salah satu faktor yang berperan dalam seberapa cepat tubuh sinyal-sinyal tersebut.

Berikut adalah faktor pembekuan darah lainnya, antara lain:

  • Kegemukan
  • Kehamilan
  • Imobilitas (tidak aktif dalam waktu lama seperti perjalanan jauh dengan pesawat atau mobil)
  • Merokok
  • Kontrasepsi oral
  • Kanker tertentu
  • Trauma
  • Operasi tertentu
  • Usia (peningkatan risiko untuk orang di atas usia 60 tahun)
  • Riwayat penggumpalan darah dalam keluarga
  • Penyakit inflamasi kronis
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol Tinggi

Diagnosis Pembekuan Darah

Diagnosis yang bisa dilakukan oleh dokter adalah menanyakan riwayat kesehatan Anda, riwayat kesehatan keluarga, dan obat-obatan yang dikonsumsi. Dokter mungkin menyarankan untuk melakukan tes darah untuk mendiagnosis gangguan autoimun atau infeksi tertentu.

Baca Juga: Kelainan Darah: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan

Pengobatan Pembekuan Darah

Kondisi ini ditangani secara berbeda tergantung pada lokasi bekuan dan kondisi kesehatan. Beberapa perawatan yang bisa digunakan, antara lain:

  • Antikoagulan, obat yang mencegah pembentukan gumpalan
  • Trombolitik, obat yang melarutkan gumpalan darah
  • Catheter-directed thrombolysis, prosedur memasukan kateter melalui pembedahan kemudian diarahkan ke gumpalan darah untuk mengalirkan obat pelarut gumpalan
  • Trombektomi, prosedur intervensi untuk mengeluarkan bekuan darah dari pembuluh darah

Jika Anda didiagnosis dengan bekuan vena, dokter mungkin merujuk Anda ke ahli hematologi. Sementara itu, seseorang yang didiagnosis dengan penyakit arteri yang berisiko mengembangkan bekuan, mungkin membutuhkan beberapa dokter yang terlibat dalam perawatan, termasuk ahli jantung, ahli saraf, dan mungkin ahli hematologi.

Komplikasi Pembekuan Darah

Bekuan darah dapat terbentuk di pembuluh darah mana pun di tubuh. Gumpalan bisa berakhir di paru-paru, jantung, otak, atau area lain—jika pecah dan mengalir—melalui darah. Migrasi ini dapat menyebabkan komplikasi serius karena gumpalan tersebut mengganggu aliran darah ke organ penting.

Komplikasi potensial yang bisa terjadi, antara lain:

  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Emboli paru
  • Gagal ginjal
  • Trombosis vena dalam

Pencegahan Pembekuan Darah

Meski gangguan ini dapat diobati dengan obat pengencer darah, tindakan terbaik adalah mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah. Hal dikarenakan kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi serius, apalagi jika tidak didiagnosis dini.

Cobalah mengontrol faktor risiko sehingga Anda dapat mengurangi kemungkinan mengembangkan pembekuan darah. Pertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah berikut:

  • Menurunkan berat badan jika mengalami obesitas
  • Berhenti merokok
  • Beri tahu dokter jika terdapat riwayat keluarga yang mengalami pembekuan darah

Selain itu, penuhi asupan yang bergizi seperti makanan kaya omega-3, buah-buahan, sayuran, dan makanan yang kaya vitamin E.

Anda juga harus aktif secara fisik karena imobilitas merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan terjadinya penggumpalan, terutama di kaki. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, usahakan untuk menggerakan tubuh secara teratur.

 

  1. Anonim. Blood clots. https://www.mayoclinic.org/symptoms/blood-clots/basics/definition/sym-20050850. (Diakses pada 28 Agustus 2020).
  2. Anonim. Blood Clots. https://familydoctor.org/condition/blood-clots/. (Diakses pada 28 Agustus 2020).
  3. Anonim. Blood Clots. https://www.hematology.org/education/patients/blood-clots. (Diakses pada 28 Agustus 2020).
  4. Ellis, Mary Ellen. 2014. Symptoms and Complications of Blood Clots. https://www.healthline.com/health/symptoms-and-complications-blood-clots#prevention. (Diakses pada 28 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi