Behel Gigi: Jenis, Fungsi, dan Cara Merawat

behel-gigi-doktersehat

DokterSehat.Com –  Semua orang pasti ingin memiliki bentuk dan struktur gigi yang rapi. Guna mencapai hal tersebut, salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah memasang behel gigi. Apa itu behel gigi dan bagaimana cara memasang behel gigi?

Apa Itu Behel Gigi?

Behel gigi adalah sebuah alat yang fungsinya untuk memperbaiki struktur gigi yang tidak rata, gigi berjarak, dan gigi maju. Dengan begitu, seseorang akan memiliki struktur gigi ideal yang terlihat menawan.

Behel gigi  yang akan terpasang pada gigi akan memberikan penekanan hingga gigi bergerak ke posisi yang diinginkan. Kini, penggunaan behel gigi untuk memperbaiki bentuk dan struktur gigi semakin diminati oleh masyarakat. Menariknya, behel atau kawat gigi tidak lagi hanya sekedar alat bantu namun juga semacam “perhiasan” bagi gigi.

Jenis Behel Gigi

Behel gigi terbagi menjadi beberapa jenis. Hal ini dikarenakan berbeda kondisi gigi, berbeda pula metode perawatannya. Jenis behel gigi umumnya dibedakan dari materialnya.

Berikut ini adalah jenis behel gigi yang perlu Anda ketahui.

1. Behel Gigi Metal (Metal Braces/Traditional Braces)

Jenis behel gigi yang satu ini adalah yang paling umum digunakan.

Terbuat dari bahan logam (metal) anti karat, behel ‘tradisional’ ini terdiri dari beberapa buah bracket yang dipasang melintang di sepanjang gigi. Bracket berfungsi untuk menyangga kawat yang bertugas untuk menarik gigi hingga berada  di posisi yang seharusnya.

Selain biaya pemasangannya yang  relatif terjangkau, bracket yang bisa diganti warna karetnya sesuai selera menjadi alasan mengapa hingga saat ini jenis behel gigi metal selalu diminati.

2. Behel Gigi Keramik (Ceramic Braces)

Jenis behel gigi selanjutnya adalah behel gigi keramik.

Behel gigi keramik atau disebut juga behel estetis memiliki mekanisme kerja yang sama seperti behel metal. Bedanya, behel gigi keramik memiliki bracket yang warnanya menyerupai warna gigi.

Selain itu,  kawat gigi keramik (ceramic braces) memiliki bentuk yang lebih stylish ketimbang behel gigi metal. Behel gigi ini cocok untuk Anda yang ingin tetap terlihat trendy saat menggunakan behel. Sayangnya, jenis behel ini lebih rentan untuk mengalami kerusakan  daripada behel tradisional.

3. Behel Gigi Lingual

Behel gigi lingual adalah jenis behel gigi  materialnya sama seperti behel gigi metal. Behel gigi ini dipasang pada bagian belakang gigi. Bentuk dan struktur behel disesuaikan dengan kondisi bagian belakang gigi yang tidak beraturan.

Peletakannya yang berada di belakang gigi menjadikan behel gigi lingual cocok untuk Anda yang ingin menggunakan behel namun tidak ingin terlihat. Akan tetapi, perawatan behel gigi lingual menjadi lebih sulit, pun tidak semua kondisi gigi bisa diatasi dengan behel lingual ini.

4. Behel Gigi Damon (Self-Ligating Braces)

Jenis behel gigi damon atau self-ligating braces  dilengkapi dengan klip yang fungsinya untuk mengikat atau mengunci posisi behel pada gigi.

Behel gigi damon memiliki efektivitas yang lebih  baik ketimbang behel gigi tradisional. Selain itu, behel gigi yang terbuat dari material metal dan keramik tersebut tidak mengharuskan penggunanya untuk melakukan kontrol sesering behel gigi metal.

5. Retainer

Ketika behel gigi sudah bisa dilepas, Anda masih harus tetap menggunakan sebuah alat bernama retainer selama beberapa waktu.

Retainer adalah alat khusus yang fungsinya untuk menjaga agar gigi tetap pada posisinya pasca behel dilepas. Tidak menggunakan retainer setelah  lepas behel dikhawatirkan akan membuat posisi gigi kembali berantakan. Selain itu, fungsi retainer adalah untuk mencegah gigi gingsul.

Retainer sifatnya pasang lepas. Untuk di awal, Anda hanya boleh melepas retainer saat makan namun setelahnya  retainer dipakai hanya saat tidur di malam hari.

Mengapa Harus Pasang Behel Gigi?

Memiliki bentuk dan struktur gigi yang rapi tak hanya soal estetika dan menambah kepercayaan diri. Lebih dari itu, bentuk dan struktur gigi yang ideal membantu gigi untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, yakni mengunyah makanan. Bahkan, struktur gigi memengaruhi kemampuan bicara seseorang, lho.

Hal inilah yang bisa dijadikan alasan mengapa Anda harus memasang behel gigi jika memiliki bentuk dan struktur gigi yang  kurang ideal. Pastikan saja Anda ditangani oleh dokter spesialis gigi atau ortodontis yang terpercaya kompetensinya.

Prosedur Pemasangan Behel Gigi

Lantas, bagaimana prosedur pemasangan behel gigi dilakukan? Secara garis besar, tahapan pemasangan behel gigi meliputi:

  1. Pemeriksaan gigi oleh dokter gigi (ortodontis)
  2. Penentuan jenis behel gigi yang sesuai dengan kondisi gigi pasien
  3. Pemasangan behel gigi
  4. Perawatan behel gigi secara berkala
  5. Pelepasan behel gigi
  6. Perawatan gigi pasca lepas behel gigi

Lamanya terapi behel gigi berbeda-beda tiap orangnya, tergantung dari tingkat keparahan kondisi gigi. Pun demikian dengan durasi perawatan pasca behel dilepas. Pastikan Anda selalu mematuhi aturan dari dokter selama menggunakan behel dan setelah melepasnya secara permanen.

Cara Merawat Behel Gigi

Merawat behel gigi juga wajib dilakukan. Hal ini agar behel gigi yang Anda pakai tetap berfungsi dengan baik sehingga apa yang menjadi tujuan pemasangan behel berjalan lancar.

Berikut adalah cara merawat behel gigi:

  • Rajin menggosok gigi
  • Rajin berkumur dengan air garam atau larutan pembersih mulut
  • Mengganti behel gigi secara berkala
  • Menghindari minuman bersoda

Cara Merapikan Gigi tanpa Behel

Anda mungkin bertanya-tanya, apakah ada cara merapikan gigi tanpa behel? Jawabannya, ada.

Adalah Invisalign, yaitu sebuah alat yang memiliki bentuk layaknya cetakan gigi dengan warna yang transparan.

Invisalign berfungsi untuk menggerakkan gigi ke posisi yang diinginkan. Tidak seperti behel atau kawat gigi pada umumnya,  invisalign dapat dilepas dan dipasang kembali pada saat-saat tertentu (misalnya saat makan, menyikat gigi, dan tidur)

Akan tetapi, biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan invisalign lebih mahal dari behel biasa. Selain karena fleksibilitasnya, invisalign harus diganti setiap 2 minggu sekali. Selain itu invisalign hanya bisa digunakan oleh orang dewasa dan remaja.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Anonim. Dental Braces and Retainers. https://www.webmd.com/oral-health/guide/braces-and-retainers#1 (Diakses pada 9 Oktober 2019)
  2. Anonim. Types of Braces. https://oralb.com/en-us/oral-health/life-stages/braces/types-of-braces (Diakses pada 9 Oktober 2019)
  3. Anonim. Types o Braces at Total Orthodontics. https://www.totalorthodontics.co.uk/types-of-braces/ (Diakses pada 9 Oktober 2019)
  4. Connor. E. 2017. Braces in Adults. https://www.healthline.com/health/dental-health/adult-braces (Diakses pada 9 Oktober 2019)