Terbit: 21 Februari 2018
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Laki-laki yang lebih tua cenderung memiliki prostat lebih besar daripada pria yang lebih muda, karena prostat terus tumbuh seiring bertambahnya usia pria. Pembesaran prostat yang bukan hasil kanker disebut benign prostatic hyperplasia (BPH).

Masturbasi adalah Hal yang Berbahaya, Benarkah - DokterSehat

BPH dapat menyebabkan masalah buang air kecil, dan beberapa perawatan dapat menyebabkan masalah seksual dan efek samping lainnya.

Efek Pembesaran Prostat
Pembesaran prostat secara langsung mempengaruhi kemampuan pria untuk buang air kecil. Seperti melansir Medical News Today, efek ini meliputi:

  • Sering buang air kecil
  • Perasaan tidak mengosongkan kandung kemih
  • Dorongan kuat untuk buang air kecil
  • Aliran urine yang lemah
  • Masalah memulai atau menghentikan buang air kecil

Masalah prostat juga bisa menimbulkan masalah seksual. Tingkat masalah seksual bervariasi tergantung kondisi prostat. Beberapa efek samping seksual yang umum termasuk:

  • Disfungsi ereksi (DE)
  • Mengurangi kepuasan seksual
  • Masalah menjaga ereksi
  • Penurunan libido

Kondisi ini mungkin juga bervariasi menurut: usia, genetika, dan kegelisahan.

BPH dan ED
BPH dan ED adalah kondisi terpisah yang terhubung. ED biasanya berarti pria tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi.

Meskipun DE disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes, kadar testosteron rendah, atau masalah psikologis, hal itu juga dapat diperburuk oleh BPH.

Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati pembesaran prostat dapat menyebabkan DE. Namun, beberapa obat yang digunakan untuk mengobati DE dapat membantu memperbaiki gejala BPH.

Meskipun tidak ada obat yang diresepkan untuk DE telah disetujui untuk mengobati pembesaran prostat, penelitian awal menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi obat ED mungkin mengalami sedikit kelegaan dari gejala prostat mereka.

Beberapa obat DE telah menunjukkan beberapa keberhasilan dalam mengobati pembesaran prostat. Ini termasuk:

  • Vardenafil (Levitra)
  • Sildenafil (Viagra)
  • Tadalafil (Cialis)

Sebagai contoh, satu penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi 10 miligram (vardenafil) dua kali sehari selama 8 minggu mengalami perbaikan gejala prostat mereka, dibandingkan dengan kelompok yang sama yang menggunakan plasebo (obat kosong).

Studi lain menemukan bahwa pria yang mengonsumsi hingga 5 miligram tadalafil setiap hari mengalami perbaikan signifikan pada gejala prostat dan ED mereka.

Namun, sebelum minum obat ED untuk mengobati gejala pembesaran prostat, bicarakan dengan dokter. Obat ED memiliki efek samping potensial yang dapat membuat mereka tidak aman untuk beberapa pria, terutama yang memiliki riwayat kondisi berikut:

  • Stroke
  • Nyeri dada tidak stabil
  • Serangan jantung
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol

Kapan Harus ke Dokter?
The American Cancer Society merekomendasikan agar orang-orang berikut mendapatkan prostat mereka diskrining secara teratur, setelah mendiskusikan risikonya dan manfaatnya dengan dokter mereka:

  • Mereka yang berusia di atas 50 tahun rata-rata berisiko terkena kanker prostat
  • Mereka di atas 45 dengan risiko sedang
  • Mereka di atas 40 dengan risiko tinggi

Skrining prostat dapat membantu menyingkirkan kanker sebagai penyebab gejala pada seseorang. Secara umum, seorang pria harus mencari pertolongan medis jika dia mengalami gejala pembesaran prostat.

Pengobatan
Beberapa pilihan pengobatan dapat membantu mengurangi keparahan gejala prostat yang membesar. Seorang pria yang mengalami gejala harus mengeksplorasi pilihan yang tersedia dengan dokternya. Perawatan mungkin termasuk obat-obatan, pilihan operasi, dan pengobatan di rumah atau perubahan gaya hidup.

Beberapa obat yang tersedia untuk mengobati pembesaran prostat meliputi; doxazosin, Terazosin finasteride, dutasteride, dan dutasteride-tamsulosin. Namun, obat ini bisa menimbulkan efek samping seksual, diantaranya:

  • Mengurangi dorongan seks
  • Masalah menjaga ereksi
  • Masalah mencapai ereksi
  • Pilihan operasi

Jika pengobatan tidak mengurangi gejala, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi. Pilihan bedah meliputi:

  • TURP (reseksi transurethral prostat), dimana beberapa jaringan prostat diangkat
  • TUIP (insisi transurethral prostat), dimana alur dibuat di prostat
  • TUMT (thermotherapy microwave transurethral), dimana gelombang mikro menghancurkan jaringan prostat berlebih
  • Angkat uretra prostat, di mana jaringan prostat dipindahkan dari uretra
  • Prosedur TURP adalah pengobatan yang mapan untuk pembesaran prostat, tapi ini adalah pilihan paling invasif. Dibandingkan dengan prosedur lainnya,

TURP juga berakibat pada efek samping seksual lebih banyak, seperti ED dan masalah ejakulasi.

Pria yang telah mengalami TURP juga telah melaporkan ejakulasi kering, yang berarti air mani memasuki kandung kemih daripada keluar dari penis saat orgasme.

Pengobatan rumah
Menurut Prostate Cancer UK, perubahan gaya hidup bisa meringankan gejala pembesaran prostat. Beberapa di antaranya adalah:

  • Mengurangi asupan alkohol, pemanis, dan soda soda
  • Menghindari minum di malam hari dan sebelum tidur
  • Memeriksa apakah obat-obatan berkontribusi terhadap gejala
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Olahraga

Setiap orang bisa mendapatkan keuntungan dari olahraga teratur dan sedang. Olahraga teratur dapat membantu memperbaiki kesehatan kardiovaskular dan aliran darah. Beberapa, seperti latihan kegel —senam pelatihan otot panggul, secara khusus dapat memperbaiki gejala yang berhubungan dengan pembesaran prostat.

Kesimpulannya, banyak pria akan mengalami pembesaran prostat seiring bertambahnya usia, karena kelenjarnya tidak berhenti tumbuh sepanjang hidup mereka. Seiring bertambahnya usia mereka harus melakukan pemeriksaan prostat secara teratur untuk memeriksa kanker prostat.

Beberapa obat, perubahan gaya hidup, dan pilihan bedah tersedia untuk membantu mengurangi efek hidup dengan pembesaran prostat. Dengan perawatan yang tepat, pria biasanya bisa menjaga kehidupan seks secara teratur.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi